-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bentuk Penghormatan Untuk Pendemo Hongkong Yang Tewas, Lokasi Ini Dipenuhi Bunga

Senin, 17 Juni 2019 | 08:36 WIB Last Updated 2019-06-17T01:38:24Z
Bentuk Penghormatan Untuk Pendemo Hongkong Yang Tewas, Lokasi Ini Dipenuhi Bunga

Tempat seorang pemuda meninggal dunia saat melakukan aksi protes RUU ekstradisi ditumpuk karangan bunga, pesan penghormatan tertulis dan deretan origami. 

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (17/6/2019) pria itu menggantung spanduk di atap Pacific Place --sebuah mall-- yang menghadap ke lokasi bentrokanan antara polisi dan massa.

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan pria itu jatuh dari atas atap ketika petugas pemadam kebakaran berusaha menyelamatkannya.

Dilansir www.liputan6.com, pria itu membentangkan spanduk yang bertuliskan, "Sepenuhnya mencabut UU ekstradisi Tiongkok. Kami tidak pernah melakukan kerusuhan."

Ribuan pelayat, sebagian besar anak muda berpakaian hitam, bergabung dalam antrian yang sangat besar di sepanjang jalan untuk memberikan penghormatan.

Beberapa menangis dan membungkuk ketika mereka meletakan dupa. Di tumpukan besar bunga berwarna putih --kebanyakan mawar putih-- ditambah dengan ratusan pesan singkat.

Sederet hadiah yang diletakkan adalah sebotol wiski malt dan topi putih dengan kata "pahlawan" tertulis di atasnya.

"Bunga-bunga itu berwarna putih. Itu tanda bahwa kita dapat menunjukkan rasa hormat kepada dirinya. Ketika saya sampai di sana, saya akan mempersembahkan ini dan berdoa untuknya," kata Travis yang berusia 18 tahun.

Hong Kong kembali bersiap untuk aksi protes besar lainnya, ketika kemarahan publik meluap menyusul bentrokan yang belum pernah terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi terkait rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi.

Rencana aksi protes itu tetap berjalan, meski Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam telah menunda pembahasan RUU ekstradisi yang kontroversial.

Dikutip dari The Guardian, penyelenggara protes berharap semakin banyak penduduk Hong Kong terlibat dalam aksi protes hari ini, guna terus menekan Carrie Lam untuk membatalkan RUU ekstradisi.

Di lain pihak, para kritikus khawatir RUU ekstradisi dukungan pemerintah China, di mana pengadilannya kerap dituding buram dan terpolitisasi, akan merusak reputasi Hong Kong sebagai pusat bisnis yang aman.

 Tulisan ini sudah dimuat di www.liputan6.com

×
Berita Terbaru Update