-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BERTERIMAKASIH DAN DUA PUISI LAINNYA

Kamis, 20 Juni 2019 | 11:00 WIB Last Updated 2019-11-30T08:10:37Z
BERTERIMAKASIH DAN DUA PUISI LAINNYA
Gambar diambil dari www.erepublik.com


Oleh: Buanergis Muryono

PADA MAKANAN


Ini hari dini

Aku menanti bulan

Agar tepat di atas kepala.

Aku sudah bilang pada awan

Juga sama ikan-ikan kecil

Yang berhimpun ribuan


Di dekat getar kaki

Juga hati berdebar.

Kukatakan pula pada angin

Kabut-kabut penghias telaga

Bukan pada makanan


Ribuan ikan bersama-sama

Mereka paham hak atau kewajiban

Menikmati makanan mengambang

Atau dimakan ikan besar sebagai santapan


Sedangkan makanan terbenam

Adalah hak keong

Milik udang-udang.

Pada Makanan

Bukanlah hitungan

Apalagi minuman

Danau sudah sediakan.


Pada Makanan

Yang dibiarkan ikan-ikan

Mereka seolah katakan

"Ada waktunya, kawan

Tiba masanya

Usah khawatirkan

Jangan ragukan


Kita akan tuai pada masanya."

Aku bangkit

Bangun terjaga

Menyapa bulan

Menyentuh kabut

Memeluk angin

Membelai bumi

Agar tetap rendah hati

Supaya makin kecil

Untuk dapat bebas


Menjadi semestaraya

Dalam pribadi sejati

Terus mengutamakan

Makna hidup sebenarnya

Mengakui keajaibanNYA

Yang karenaNYA

Memiliki banyak nama.

Salam Renungan Zaman



BERTERIMAKASIH

Mengapa berterimakasih

Begitu melupakan terimakasih

Selesailah hidup kita.

Terutama di sekeliling terdekat.


Berterimakasih

Saat susah

Terimakasih waktu sakit

Bersyukur ketika sehat

Alhamdulillah tatkala mujur....

Astungkara begitu berkah penuh....


Kamsa

Merci

Matursuksma

Haturnuhun

Matursembahnuwun

Maturnuwun


Begitulah tiap kejap mata

Di irama hembusan napas

Jangan pernah mengabaikannya

Sebab ucapan terimakasih itu kekuatan.


Kau

Aku

Sering abaikan berterimakasih

Melupakannya

Kecil

Gampang

Enteng

Ringan


Tapi dampaknya bagai racun kobra.

Teruslah berterimakasih

Dalam apa pun

Dengan siapa pun

Di mana pun

Kapan pun

Bagaimanapun

Mengapa pun wajib berterimakasih....

Itu cahaya hidup

Spirit

Daya hidupmu.

Begitu ucapan

Wajah


Sikapmu tiada tulus berterimakasih

Sama halnya engkau...menghentikan daya hidup seseorang.

Orang pun menjadi MATI SELAGI HIDUP....

Biasanya...orang seperti itu mulai mengurai waktu

Kembali pada kesadaran penuh

Tanpa apa-apa

Tiada siapa-siapa
.

Ora gumunan

Ora kagetan

Sumeleh

Legawa

Ikhlas....


Oleh: Mbahkung Buanergis Muryono


SIKLUS


Gunung-gunung

Kota-kota

Peradaban

Manusia

adalah SIKLUS

begitu buruk terkubur....

Tinggallah kisah

oleh jasa Sang Pengrawi

Pujangga

Jangan kurangi setitik pun

Tatkala mengurai indah kasihNYA

segala

ada di ujung jiwamu

yang turut menarikan pesona bisikanNYA.
×
Berita Terbaru Update