-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DI ATAS JEMBATAN MERAH PUTIH, LEPUH TANGAN UNTUK TUHAN

Rabu, 19 Juni 2019 | 16:06 WIB Last Updated 2019-12-08T03:29:32Z
DI ATAS JEMBATAN MERAH PUTIH, LEPUH TANGAN UNTUK TUHAN

Karya YS Sunaryo


DI ATAS JEMBATAN MERAH PUTIH

Jembatan merah putih
panjang membentang
tangguh dipancangkan

1945
Oleh Soekarno-Hatta

Harapan di seberangnya
golongan-golongan sejahtera
kaum terdidik majukan bangsa
bernaung di bawah sayap garuda
tak ada bayang jutaan luka

Hari-hari kini dilalui
berjalan di bentang tali demokrasi
tetapi masih saling sikut kanan kiri
kaki-kaki menyakiti, menginjak mati
saudara-saudara sendiri

Belum sudah ingatan kelam
cara lama terus dimain-mainkan
sedang generasi tumbuh baru
sungguh tak mau dungu
sekutu dengan angin lalu

Maka enyahlah pikiran berkuasa
dengan kobar korbankan jiwa raga
di atas rusuh, di letup asap senjata
sebab itu tanda kita kumpulan purba
di negeri muda, negeri telah merdeka

Jembatan itu jangan dibuat rapuh
maka menepilah badan-badan lepuh
biar tangan tak genggam mesiu berlarian
jibaku tangguh entas-mengentaskan
tanpa beban keruh penglihatan
warisan kejam perkelahian

Dan jangan dibelah bambu
seperti dulu-dulu
di kepala batu

Bandung, 14 Juni 2019

LEPUH TANGAN UNTUK TUHAN

Panggang terik siang
saya mengepal tangan
menenteng pasir semen adukan
dalam jibaku gotong-royong
rumah Tuhan dikokohkan

Tak boleh keluh peluh
walau kedua telapak lepuh
sebab jalan jauh mesti tempuh
setahap demi setahap
utuh bakti dikayuh

Tak seberapa pikiran dan tenaga
bangunkan jiwa raga agar terjaga
guna khidmat para pedamba surga
ketika hari demi hari dilalui
kelahi rebut isi periuk nasi
embus bau kotoran-kotoran
buang bangkai kehidupan

Maka selayaknya, selamanya
lepaskan diri untuk sendiri saja
gegas dalam sedia jamuan Tuhan
dan serah daya bagi kemanusiaan
sebagai sebenar-benarnya hamba
benar-benar punya cinta

Bandung, 15 Juni 2019

HAJATAN ORANG PINGGIRAN

Dendang dangdut bergoyang
menelanjangi panas siang
di pelataran hajat nikahan
orang pinggiran

Dalam tenggak arak kelas tiga
para penjoget tunggangi pesta
melepas rindu kebahagiaan
biasa semata khayalan

Sering terjadi perkelahian
rebutkan lapak goyang badan
saweran seliwerkan sindiran
bagi pelahap keserakahan
di gedung-gedung kaca
mengucur air mata
orang tak daya
di jauh desa

Goyang mabuk orang pinggiran
dibatas waktu aparat keamanan
mereka kembali melumat penat
tak tamat-tamat

Penat yang dimainkan
keadaan panjang kemiskinan
penat yang bau pelihara
proposal orang berkuasa
penat yang digantung
oleh ketidakadilan
ratusan tahun

Terlihat goyang dangdut kepayang
serupa bahasa pemberontakan
yang lama selalu digagalkan
oleh stigma purba:
orang-orang pembangkang

Biarkan, atau jangan dibiarkan
siapa bisa hentikan keadaan
jika di sana-sini menumpuk
jiwa dan raga mabuk
hilir sampai hulu
beragam lagu

Bandung, 17 Juni 2019

Gambar diambil dari sweetteachers.wordpress.com 
×
Berita Terbaru Update