-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kisah Inspiratif; Setiap Celaan Adalah Peluang

Senin, 01 Juli 2019 | 00:48 WIB Last Updated 2020-02-02T22:51:22Z
Kisah Inspiratif; Setiap Celaan Adalah Peluang
Gambar diambil dari wirasejati

Ketika orang lain pesimis terhadap hidup dan kondisi keluargamu, bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat kamu lakukan untuk mengubah keterpurukan, terimalah itu sebagai peluang. Peluang merupakan cara terbaik untuk merengkuh energi positif. Jadikan itu sebagai motivasi yang memecutmu untuk melangkah jauh lebih maju dari orang lain. Buktikan bahwa celaan itu memantik amarahmu untuk mengubah hidup jadi lebih baik. Itulah nilai hidup yang memotivasi sosok gadis belia berdarah flores-sulawesi ini.

Namanya Maria Alexandra Bupu. Siapa menyangka gadis belia kelahiran Berau, Kalimantan Timur itu adalah sosok yang sangat inspiratif bagi semua orang.

Sandra, begitu ia disapa, kesehariannya bekerja sebagai pengawas house keeping di salah satu gedung perkantoran ternama di Kuningan, Jakarta Selatan, sekaligus sebagai mahasiswi keguruan ekonomi Universitas Indraprasta.

Bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang mudah. Perlu semangat seorang berjiwa tangguh, penuh motivasi, dan memiliki orientasi yang jelas untuk bisa melakoninya. Untuk sampai pada titik itu Sandra telah melalui berbagai pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi yang tangguh.

Delapan tahun lalu Sandra berangkat ke Jakarta dengan satu tekad, ia harus bisa merubah kehidupannya. Bermodalkan ijazah dari SMP Mangulewa, Flores ia bekerja di  Yayasan Mutiara Kasih Jakarta Timur.

Di Panti itu, Sandra dibentuk menjadi pribadi sekaligus pekerja keras, jujur, dan disiplin. Setelah tiga bulan bekerja di panti, ia mendapat kesempatan bekerja sebagai baby sitter di Depok. Majikannya sangat menyayanginya karena keuletan dan kejujurannya. Karenanya ia ditawari untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA.

 Meskipun sekolahnya dibiayai majikannya, Sandra tetap mendapat upahnya sebagai baby sitter yang ia jalankan setelah jam sekolah. Namun ketika Sandra hendak naik ke kelas tiga majikannya berpindah ke luar negri.

Ia sempat diajak untuk ikut berpindah, namun ia tetap ingat pada tujuan awalnya untuk bersekolah setinggi-tingginya. Sandra kemudian berpindah ke rumah tantenya di depok. Di sini ia tetap melanjutkan sekolahnya sambil bekerja sebagai kasir di kantor kursus musik milik tantenya. 

Setelah menyelesaikan sekolah di tingkat SMA, Sandra memutuskan untuk keluar dari rumah tantenya dan hidup mandiri. Bermodalkan tabungan dari hasil kerjanya dua tahun terakhir ia mendaftar kuliah di Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta Timur.

Sambil kuliah ia bekerja sebagai leader house keeping di salah satu gedung perkantoran ternama di kuningan jakarta. Dari hasil kerjanya ia dapat membiayai sekolahnya sekaligus membantu biaya pendidikan adik-adiknya di kampung.

Bagi Sandra tidak ada yang tidak mungkin kita lakukan untuk mengubah hidup selama kita memiliki semangat dan fokus pada tujuan.

“Selagi masih muda kita harus berjuang meraih sukses. Siapa lagi yang bisa mengubah keadaan, kalau bukan kita sendiri yang memulainya. Kita buktikan bahwa kita dapat menjungkirbalikan cibiran dan hinaan orang” Tutur Sandra.  (EL)
×
Berita Terbaru Update