-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KOTA TUA

Rabu, 26 Juni 2019 | 21:53 WIB Last Updated 2019-12-07T04:19:04Z
KOTA TUA


By : Wiwin Herna Ningsih

Pada terik sang mentari di ujung kemarau panjang, di bulan Agustus, dalam perjalanan yang melelahan, menyusuri sepanjang lorong kota tua, yang membawa kisahku mengembara dalam deru kendaraan roda dua.

Aku dan hari berkeliling kota tua, meresapi indahnya kisah kasih berdua, dalam rasa yang merona, dan penuh kenangan, melenggang di sekitar kota betawi yang panas dan hiruk pikuk.

Kota tua adalah kota sejuta legenda masa lampau, di masa penjajahan Belanda, dan kunikmati perjalanan ini antara bahagia dan melelahkan.

"Hani...yuk kita beli pepaya dulu, tuh di sana dekat pohon, pasti adem!" Hari mengajakku berhenti, istirahat sejenak, karena perjalanan ke kota betawi dari Bandung memakan waktu empat jam.

Sambil mengunyah sepotong pepaya dingin, aku memandang kendaraan yang tiada hentinya menderu di jalan aspal.

"Kamu senang ya, jalan-jalan ke sini yang padat penduduknya, panas lagi!" Katamu, sambil minum air mineral, dan memberikannya padaku.

"Iya!" Kataku, aku ingat sewaktu aku berumur sepuluh tahun, sering di ajak oleh ayahku ke tempat bekerja, dan tak seramai seperti sekarang ini.

Pembangunan begitu pesat, dan modern, gedung-gedung bertingkat semakin menjulang, udara semakin panas.

Tetapi masih ada pepohonan yang meneduhkan, seperti aku yang duduk di bawah pohon beringin, melelapkan kantukku, namun perjalanan masih satu jam lagi yang akan kutempuh.
"Ayo...kita jalan lagi, keburu panas nanti!" Katanya.

Kota Tua, tempatku berpijak mengaliri aroma magis masa lampau, semua wisatawan berkumpul di sini, ada yang berkeliling gedung-gedung tua, ada yang naik sepeda ontel dengan gaya noni-noni Belanda, memakai gaun dan topi lebar berenda, ada yang berpoto ria, bersama sang idola jagoan-jagoan yang seperti di film kartun di televisi.

Hari senang melihat aku bahagia keliling gedungdan berpoto, jepret sana jepret sini.

Hanya aku merasa, aku ini seperti indigo, bisa merasakan kehadiran seorang laki-laki bule dengan balutan putih pada masa penjajahan.

Dia duduk sendiri dan menatap aku, aku menoleh padanya, karena Hari suka dengan batu akik, dia sibuk memilih batu akik, aku minta ijin pada Hari untuk duduk di kursi yang ada payung raksasanya.

"Kamu berani duduk di sana sendiri, kan, tak ada orang di sana!" Ktanya, lho, kan ada laki-laki bule  di sana, biat aku ikut ngobrol siapa tahu aku bisa ikut ke Belanda, pikirku, tapi Hari tak melihat siapapun. Aku diam saja, takut menimbulkan curiga.

"Iya, tak apa-apa, kakiku sakit, aku mau duduk dulu dan istirahat sejenak, boleh kan?" Kataku, setengah memaksa.

"Iya, sudah silahkan, tapi janji tak ke mana-mana ya!" Katanya.
Aku mengangguk dan melangkah menuju kursi kosong, yang ada orang bulenya.

Ketika aku duduk dia tersenyum padaku. Dan mengangguk melepaskan topi putihnya yang bulat, pakaiannya jas putih, di sakunya ada jam bulat berantai kuning emas, ternyata dia bisa bahasa lndonesia, dia bertanya aku dari mana, aku katakan aku dari Bandung.

Orang bule itu tahu Bandung itu di masanya di sebut Parijs Van Java, aku katakan sekarangpun masih di pakai nama Parijs Van Java yang artinya Bandung itu seperti kota Paris dan dingin udaranya.

Mataku seperti ngantuk dan terlelap, dan aku terlempar ke masa lalu masa penjajahan Belanda, tanganku di gandengnya jalan-jalan di sekitar gedung yang indah, bercat putih, semua perempuan memakai gaun panjang, dan topi lebar berenda, hanya aku sendiri yang memakai celana levis dan kaos loreng tangan panjang  dan menenteng jaket hitam yang kupakai selama perjalanan.

Wihelm katakan , aku beruntung di ajak jalan-jalan sama dia, kupikir memang aku beruntung bisa jalan-jalan sama cowok bule yang ganteng, tanpa Hari tahu, tapi juga takut kepergok Hari.

aku di ajak ke sebuah Cape Beer untuk minum, aku menolak untuk minum, untungnya dia baik, tak memaksaku, aku lihat gedung minuman, dan mereka semua bicara bahasa Belanda. Aku tak mengerti bahasanya.

Wihelm bilang padaku, maukah aku jadi istrinya, aku terkejut, aku ingat Hari, dia kekadih aku, aku kasihan padanya, aku bilang aku mau pulang, karena pasti Hari lama menungguku, untung bagiku cowok bule itu hatinya baik aku di ijinkan pulang, dan di antarkan lagi ke kursi tempat kami duduk sambil berkata

" Honey, terimakasih sudah menemaniku ngobrol dan jalan-jalan ya!" Katanya, sambil memegang tanganku.

"Aku akan merindukan kamu selalu!" Katanya.
"Sama-sama Mister!" Kataku, sambil menatap matanya, dan tiba-tiba ada pusaran angin di mataku, aku ngantuk sekali, dan tertidur, sampai tanganku ada yang mengguncan-guncangku.

" Hani, bangun sayang!" Kata Hari, itu suara Hari, 
"Kamu tertidur yaaa!" Katanya lagi.

Aku bengong, kenapa ada Hari di hadapanku, antara sadar dan tidak aku bergumam, "Mana Wihelm, mana!"

"Hey, kamu ngigau sayang, lihat orang-orang pada melihat kita!" Katanya.
Aku tak habis pikir kenapa aku seperti minum obat tidur di siang hari yang terik seperti ini?

Aku ingat-ingat, apakah aku bermimpi atau ahhh....sudahlah, aku bingung sendiri, apa yang terjadi dengan diriku?

Setelah aku di beri minu. Oleh Hari yang di temani bapak tua, yang jarinya penuh cincin bati akik, beliau mengatakan aku sudah di ajak jalan-jalan oleh penghuni gedung tua dari masa lampau.

Bapak itu mengatakan bahwa memang kursi ini tempat duduk orang Belanda itu, hiiiyyy...merinding aku jadinya.

"Makanya, tadi kan sudah kukatakan, jangan sendirian di tempat sepi, untuk tidak jadi istrinya, coba, kalau jadi istrinya si Wihelm, aku pasti patah hati!" Kayanya, sambil ketawa.

Aku pikir untung Wihelm baik hatinya, kalau tidak, aku pasti di sandera dan tak bisa pulang ke dunia nyata lagi.

Ternyata betul kata orang, Kota Tua, kota sejuta misteri, dan aku mengalami sendiri kisah misteri ini, dan menjadi pelajaran bagiku yang sangat berharga.

Bahwa sesuatunya jangan menyendiri di tempat sepi. Dan Hari berjanji akan selalu menjagaku, dekat-dekay dengaku, terkadang aku rindi di panggil "HONEY"....hiiiyyyyy....

Jakarta, 21 Desember 2018

Gambar diambil dari babyche88.blogspot.com
×
Berita Terbaru Update