-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kronologi Kejadian Wisatawan Thailand Meninggal di Pulau Padar

Minggu, 23 Juni 2019 | 23:47 WIB Last Updated 2019-11-30T09:15:28Z
Kronologi Kejadian Wisatawan Thailand Meninggal di Pulau Padar
Wisatawan mancanegara asal Thailand, Mr. Norathep Vanapirome (69), meninggal dunia saat tracking
di puncak Pulau Padar 

Wisatawan mancanegara asal Thailand, Mr. Norathep Vanapirome (69), meninggal dunia saat tracking di puncak Pulau Padar, Taman Nasional Komodo (TNK), kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/6) pagi.

Mr. Norathep Vanapirome bersama 14 orang temannya dipandu oleh pemandu wisata Dragons Island Tour untuk menikmati panorama alam Labuan Bajo.

Wisatawan-wisatawan asing itu memulai tour ke Pulau Rinca, lalu ke Pulau Padar untuk melakukan pendakian atau tracking ke puncak demi menikmati keindahan alam di Pulau Padar.

Dalam perjalanan pendakian, Norathep jatuh tak tertolong. Kejadian tragis itu diduga karena kelelahan.

Sejumlah orang di lokasi tersebut berusaha menolong, mengangkat korban dengan tandu buatan dari kain sarung dan kayu untuk kembali ke pantai Padar, lalu dievakuasi dengan menggunakan speed boat, lalu dihantar ke RSUD Komodo.

Dilansir kumparan.com, Kapolres Manggarai Barat (Mabar) AKBP Julisa Kusumowardono, SIK membenarkan bahwa korban merupakan wisatawan asal Thailand.

"Korban Mr Noratep Vanapirome, laki-laki, umur 69 tahun, warga negara Thailand meninggal pada saat trekking di Pulau Padar sekitar jam 10.30 Wita," kata Julisa di Labuan Bajo, Minggu (23/6).

Kronologi Kejadian

Pemilik Dragon Island Tour, Maksi Kamil, saat dikonfirmasi media ini mengatakan, Norathep bersama 14 temannya serta salah seorang Tour Leader asal Thailand bekerja sama dengan travel agent miliknya untuk dipandu selama berwisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

Mereka, kata Kamil tiba di Labuan Bajo Sabtu (22/06) sore. Saat tiba di Labuan Bajo, mereka lansung menuju restaurant on the rock untuk menikmati sunset dan makan malam.

Setelah makan malam, mereka selanjutnya menuju Hotel Bintang Flores tempat mereka menginap.

Pada Minggu (23/6) sekitar pukul 05.00 Wita rombongan dijemput di Hotel lalu menggunakan bus menuju pelabuhan pada pukul 05:30 Wita . Dari Pelabuhan mereka bertolak menuju Taman Nasional Komodo.

Di Taman Nasional, Lanjut Kamil, mereka akan mengunjungi pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Komodo, Manta point, Pink Beach, Kanawa, lalu balik ke Labuan Bajo untuk seterusnya terbang kembali ke Denpasar,Bali.

"Di hari kedua ini seharunya rutenya adalah Labuan Bajo, Pulau Rinca, Padar, Komodo, Pink Beach,Manta Point, Kanawa dan balik ke Labuan Bajo, karena sorenya mereka kembali ke Denpasar pukul 06:30 Wita dengan Nam Air,"jelas Kamil.

"Kenapa kita mengunjungi banyak spot, karena kita menggunakan speed boat dan durasi waktunya kita sudah hitung,"ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat tiba di Pulau Rinca, karena kondisi tamu dan situasional di lapangan, mereka memutuskan untuk ambil rute pendek. Selama di Rinca, kondisi Norathep sangat bugar tanpa ada keluhan.

"Selama di Rinca, mulai dari kapal sampai selesai trekking orang ini sangat aktif, orang ini sangat sehat tanpa ada keluhan sedikitpun, tidak ada hal aneh seperti loyo, dia malah aktif mengambil gambar karena dia bawa serta dengan dua kamera",jelasnya.

Sampai di Padar, sambung dia, Norathep masih sangat bugar melakukan trekking sementara teman-temannya lain banyak yang memilih kembali ke speed boat karena lelah.

Norathep juga menjadi salah satu dari rombongan yang paling cepat tiba di puncak Pulau Padar. Saat menuju puncak, dia dipandu oleh Aleksander Hibur, tour guide dari Dragon Island serta salah seorang siswa praktek dari SMK Sadar Wisata Ruteng.

Sesampainya di puncak, dia sempat memotret dengan dua kamera yang ia bawa. Tak lama setelah melakukan pengambilan gambar, dia tiba-tiba jatuh tanpa ada keluhan sedikitpun.

"Setelah dia foto itu, anak praktek dan guide nya kaget melihat dia jatuh. Dia jatuh begitu saja bukan karena terpeleset, tiba-tiba jatuh begitu saja dengan kameranya,"ujarnya.

Mellihat kejadian itu, tour guide dan teman-temannya sempat melakukan pertolongan dengan memberikan nafas buatan serta membuka baju pria itu namun tetap tidak bisa tertolong.

Setelah mengetahui pria itu sudah meninggal dunia, tour guide dan teman-temannya memutuskan untuk membawa ke speed boad dan kembali ke Labuan Bajo.

Di Labuan Bajo jenasah Norathep sebenarnya diantar ke Rumah Sakit Siloam, tapi karena kondisi ruangan mayat terbatas, jenasah selanjutnya dibawa ke RSUD Labuan Bajo di Merombok.

Sampai saat ini, belum ada tindakan dari pihak medis selain mengamankan jenasah korban di RSUD itu.

Hal itu dilakukan berdasarkan permintaan anak korban sendiri yang saat ini dalam perjalanan dari Thailand menuju Labuan Bajo untuk menjemput jenasah ayahnya.

"Anaknya sendiri dan staf dari kantor di Thailand sedang dalam perjalanan dari Thailand menuju Labuan Bajo.

Jam 1 pagi dini hari nanti mereka tiba di Bali dan esok pagi akan menuju Labuan Bajo", ungkapnya.

Sumber: kumparan.com
×
Berita Terbaru Update