-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

LELAKI PENYENDIRI, AKU MENCOBA, SEBUAH PESAN

Selasa, 18 Juni 2019 | 21:11 WIB Last Updated 2019-12-08T04:26:19Z
LELAKI PENYENDIRI, AKU MENCOBA, SEBUAH PESAN


SEBUAH KISAH KETIDAKBERUNTUNGAN

Ini kisah di sekitar kita
Kisah yang banyak kita temui di mana-mana
Di kota-kota besar nusantara

UUD 45 pasal 27 ayat 2
"... dipelihara oleh negara"
Rakyat miskin kian merajalela

Terkadang sebagian dari kita terfikir
Tentang mereka-mereka yang fakir
Hidup sengsara melarat dari lahir hingga akhir

Sebagian hidup mewah
Harta berlimpah ruah
Kita membandingkan dengan hati yang resah

Ahh ...
Sudahlah
Kita pasrah dan lelah

Ciwidey, 18 Juni 2016

MEKAR DI BULAN RAMADHAN 

Bocah kecil dalam buaian
Entah anak kandung entah anak pinjaman
Diajar menadahkan tangan
Berharap iba dan belas kasihan
Sungguh menyayat hati untuk kita renungkan

Ini bulan ramadhan
Bulan penuh pengampunan dan penuh amalan
Bulan yang banyak dimanfaatkan segelintir insan
Para pengemis memenuhi jalanan
Bak jamur yang tumbuh mekar di musim penghujan



Wajah memelas berharap perhatian
Miskin papa dijadikan alasan
Mengejar rupiah untuk berlebaran
Selembar recehan datang dari tuan dan puan
Yang merasa iba dan kasihan

Ciwidey, Bandung Selatan 18 Juni 2016

SEBUAH PESAN

Ketika raga telah kaku
Darah yang mengalirpun telah membeku
Tak 'kan ada lagi yang bisa membantu
Tak jua harta-harta itu
Hanya kafan sebagai penutup badanmu
Dan empat orang pengusung sebagai kenderaanmu

Dan lenyaplah semua keangkuhan
Yang ada hanya ketakukan akan pertanggung jawaban kepada Tuhan
Semasa hidup tanpa sebarang amalan
Siksa 'kan merajam sepanjang zaman
Bermohon ampun meminta kembali dihidupkan
Namun tak mungkin dikabulkan Tuhan

Kemana semua kesombongan diri yang dulu?
Kemana semua harta yang diagung-agungkan dulu?
Adakah semua itu akan membantu?
Apakah semua itu lebih baik daripada amalan-amalan yang pernah diajarkan padamu?
Bahkan mulut tak 'kan mampu menjawab pertanyaan ; Siapa Tuhanmu?
Sungguh tak terperi hati membayangkan semua itu

Maka ...
Ketika nyawa masih di raga
Sebelum sesal datang melanda
Amal ibadah janganlah lupa
Laksanakan semua perintah_Nya
Dan jauhi segala larangan_Nya

Semoga kita semua selalu di dalam lindungan_Nya
Selalu dirahmati_Nya
Selalu dijauhkan dari segala marabahaya
Dan ditempatkan dalam golongan orang-orang yang bertakwa
Bertobatlah selagi kita bisa
Sesungguhnya Tuhan Maha Penerima taubat hambanya

Ciwidey, 19 Juni 2016

AKU MENCOBA

Aku mencoba mengais rindu
Di antara awan di langit biru
Di serpihan puisi-puisiku
Dan di genangan netra bulan lalu

Aku mencoba menggapai pundakmu
Tapi aku ragu-ragu
Kulihat kau diam membatu
Menyimpan dendam kepadaku

Aku mengutip serpihan rindu pada serapah kebencianmu, dan
aku malu-malu bahwa aku benar-benar rindu

Ketapang, 2019

LELAKI PENYENDIRI

Ini tentang aku dan keakuanku, Tuan-Puan
Tentang keangkuhan
Tentang keegoisan
Dan
Tentang rindu yang kuabadikan

Aku selalu sendiri
Menuju seribu lokasi
Menapak jejak di tiap-tiap mimpi
Tapi
Selayaknyakah aku selalu sendiri?

Ini perjalanan akhir
Yang kujalani telah aku pikir-pikir
Dan aku tak akan mungkir
Pasti akan sampai pada titik nadir
Tercatat dari saat aku lahir

Lelaki Penyendiri berjubah puisi
Acap menatap sisa cahaya yang kembali
Belajar kepada janji matahari
Senja hanya penyambut mimpi
Esok akan berganti dengan pagi

Pesaguan, Hulu, Kal-Bar, 15 Mei 2019

OLEH: SAFRI NALDI

×
Berita Terbaru Update