-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DANSA TIMOR; Budaya, Tradisi, atau Kebiasaan?

Jumat, 12 Juli 2019 | 08:10 WIB Last Updated 2019-07-12T01:10:06Z
DANSA TIMOR; Budaya, Tradisi, atau Kebiasaan?
Foto diambil dari FB Chito Olla
Dansa adalah suatu tarian berasal dari Eropa yang dilakukan berpasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik. Tarian Dansa bagi masyarakat timor tidak asing karena sudah sering dilakukan dan dinikmati oleh semua kalangan masyarakat timor. 

Tarian dansa yang menjadi populer bahkan generasi milenial saat ini melihat dansa itu sebagai tradisi bahkan budaya asli masyarakat Timor yang harus dan wajib dijaga dan dilestarikan turun temurun. 

No dance no party (Tidak ada pesta kalau tidak ada dansa), sebuah pernyataan yang menyiratkan dansa seperti suatu ritual keharusan dalam setiap acara pesta pernikahan, syukuran wisuda para sarjana calon pengangguran hingga selebrasi politisi dan birokrat yang mendapatkan berkat dadakan hasil ritus transaksi pembangunan. 


Tarian ini berkembang sangat pesat mulai dari kota sampai ke pelosok-pelosok desa dan dapat dilakukan dan dinikmati oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai yang usia lanjut. Tarian walking dance atau masyarakat Timor mengenalnya sebagai polonez merupakan salah satu dari 5 tarian nasional (dari ribuan tarian) Polandia yang bertahan lama. 

Polonez lahir di tahun 1500an. Awalnya, dansa ini terkonstruksi secara sosial sebagai sesuatu yang mulia dan spiritual yang dikhususkan untuk pesta para bangsawan. Di tahun 1573/1574, Polonez menjadi tarian formal baris-berbaris dalam pelantikan Raja Perancis Henry Valois yang terpilih menjadi raja Polandia.

Entah kapan Polonez masuk ke Timor, bila diasumsikan bahwa Polonez mulai tersebar di Eropa tahun 1800an, maka Belanda mungkin yang membawa Polonez ke Tanah Timor Barat dan Portugal yang membawa ke Tanah Timor Leste. 

Masyarakat Timor, khususnya generasi 'kemarin sore' melihat pesta dan dansa itu ibarat tulang dengan daging yang tidak bisa dipisahkan. Dansa dianggap sebagai budaya yang harus diritualkan di setiap acara-acara pesta. 

Bahkan salah satu kabupaten di sana yang menyelenggarkan lomba dansa sebagai sebuah destinasi wisata. Hal ini semacam sebuah penegasan dan pengakuan dari pemerintah bahwa itu adalah budaya dan tradisi orang Timor yang patut dijaga dan dilestarikan, sementara budaya-budaya lokal yang tumbuh bersama masyarakat asli Timor yang hampir bahkan punah tidak diangkat untuk diperkenalkan kembali kepada generasi milenial agar kembali dilestarikan. 

Dari Ulasan diatas muncul sebuah pertanyaan, apa benar dansa itu sudah menjadi budaya, tradisi atau hanya sebuah kebiasaan?

Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. 

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. 

Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. 

Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. 

Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Tradisi

Tradisi merupakan segala sesuatu yang disalurkan atau diwariskan dari masa lalu ke masa kini atau sekarang. Tradisi dalam arti sempit ialah warisan-warisan sosial khusus yang memenuhi syarat saja yaitu yang tetap bertahan hidup di masa kini, yang masih kuat ikatannya dengan kehidupan masa kini. 

Tradisi dilihat dari aspek benda materialnya ialah benda material yang menunjukkan dan mengingatkan kaitan khususnya dengan kehidupan masa lalu. Contoh tradisi; Candi, Puing kuno, Kereta Kencana, sejumlah benda-benda peninggalan lainnya, jelas termasuk ke dalam pengertian tradisi.

Kebiasaan

Tradisi (Bahasa Latin: traditio, diteruskan) atau kebiasaan, dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu, agama atau yang sama.

Hal yang paling mendasar dari tradisi adalah adanya informasi yang diteruskan dari generasi ke generasi baik tertulis maupun (sering kali) lisan, karena tanpa adanya ini, suatu tradisi dapat punah.

Dari pengertian-pengertian di atas, jelas nampak bahwa dansa bukan suatu budaya ataupun tradisi karena tidak berkaitan dengan baik itu budi dan akal manusia yang diwariskan secara genetis maupun material dari masyarakat asli Timor, tetapi dansa hanya sebuah kebiasaan warisan negara lain yang diinformasikan secara turun temurun dari generasi ke generasi baik secara lisan atau tindakan.

Jika dansa sebagai sebuah kebiasaan yang diwariskan oleh negara lain apalagi melalui kolonialisme, maka hari ini secara budaya kita masih dijajah meski penjajah itu sudah pergi puluhan tahun yang lalu. 

Dampak dari penjajahan ini yaitu mengikis nilai-nilai budaya dan tradisi asli, salah satu contoh generasi sekarang tidak bisa melakukan tarian bidu(biul meto), tarian likurai, tarian perang(bso,at) padahal tarian-tarian ini mengandung nilai filosofis asli masyarakat Timor. 

Generasi sekarang lebih menggandrungi tarian dansa (kizomba,waltz dance dll) atau dalam istilah lebih populer 'biul matapas' yang secara filosofis tidak memuat nilai-nilai "filsafat ketimoran".

Sisi negatif lain dari dansa itu menyebabkan banyak anak-anak muda melakukan tindakan asusila seperti kekacauan dan pengrusakan akibat rebutan pasangan dansa saat pesta berlangsung. 

Dalam artian dansa menjadi sebab rusaknya moralitas karena hasil dari 'biul matapas' membuat banyak generasi muda menjadi anarkis bahkan kriminalis. Ironisnya masyarakat yang sudah mengetahui akan dampak negatif ini tapi masih tetap mau mempertahankan dansa sebagai suatu ritual "no dance no party". Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran.

Sebagai seorang generasi muda yang aktif dan kreatif tentunya tidak ingin kebudayaan kita menjadi pudar bahkan lenyap karena pengaruh dari budaya-budaya luar. 

Generasi muda memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa remaja merupakan anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, kita harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan masyarakat timor sebagai sebuah identitas dan entitas dapat dipertahankan.

Oleh : Chito Olla
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Respati Yogyakarta

×
Berita Terbaru Update