-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sri Mulyani; World Bank Group Perlu Reformasi Operasional

Kamis, 04 Juli 2019 | 14:49 WIB Last Updated 2019-07-04T11:15:23Z
Sri Mulyani; World Bank Group Perlu Reformasi Operasional
Foto (Sri Mulyani) diambil dari IG Sri Mulyani
Dalam rangka perayaan 75 tahun konferensi Bretton Woods, Mentri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati,  bersama dengan 50 tokoh dunia lainnya diminta untuk menyumbangkan publikasi berkaitan dengan perayaan tersebut. 

Gagasan para pakar keuangan ini perlu untuk melihat kembali pengaruh dari konferensi ini dan perkembangan lembaga-lembaga multilateral yang ditelurkannya serta mengangkat kembali poin-poin penting dari konferensi tersebut. 

Dilansir https://www.worldbank.org, konferensi yang dilaksanakan di hotel Mount Washington,  Bretton Woods, New Hampshire,  USA,  pada 1-22 Juli 1944 itu bertujuan untuk memperbaiki ekonomi global pasca perang dunia kedua.

Konferensi ini dihadiri 44 negara dengan cita-cita bersama mewujudkan perdamaian dan kemakmuran bagi semua bangsa. Dari konferensi inilah lahir lembaga keuangan multilateral World Bank dan International Monetary Fund (IMF). 

Sri Mulyani Indrawati menyumbangkan tulisan berjudul Institutional Reform At The World Bank Group. Dalam karya tulisnya itu,  mantan direktur operasional Bank Dunia ini mengajukan pertanyaan penting. 

"Dapatkah kita menjaga semangat kerjasama untuk perdamaian dan kemakmuran dari konferensi Breton Woods?  Apakah peran dari konferensi Breton woods masih relevan?", tanya Sri Mulyani. 

Menurut SMI sangat perlu untuk rekalibrasi berkesinambungan dalam Group Bank dunia untuk dapat menghadapi perubahan dan tantangan global.  

Untuk perlu itu adanya reformasi operasional dalam lembaga-lembaga multilateral ini. Reformasi operasional tersebut meliputi model pengamanan terbaru dalam akses informasi,  inisiatif untuk saling membuka data, dan komitmen antikorupsi. 

Peran penting lembaga-lembaga ini juga diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengani permasalahan global. 

Isu-isu krusial global seperti penangan perubahan iklim, imigrasi, pandemik,  dan krisis keuangan global, harus menjadi perhatian dan sasaran dari kerjasama multilateral dalam lembaga-lembaga tersebut. Untuk itu peran leadership dalam rangka mempromosikan kerja sama antar anggota-anggotanya juga perlu. 

Dilansir dari laman resmi World Bank, ide reformasi dan menghidupi kembali semangat konferensi Bretton Woods ini menjadi tema diskusi dalam konferensi pembuka perayaan 75 tahun konferensi Bretton Woods. 

Perhelatan konferensi yang melibatkan para pemimpin dunia ini akan dilaksanakan pada 17 hingga 18 Juni 2019 di World Bank Headquarters di Washington D.C. Indonesia sebagai shareholder sekaligus stakeholder World Bank Group dan IMF perlu mengawal reformasi tersebut, terang akun IG smindrawati dalam postingannya. (EL/SNID)

×
Berita Terbaru Update