-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

AMPERA Sebut Proyek SPAM Ile Boleng Merugikan Negara Miliar Rupiah

Kamis, 28 November 2019 | 00:33 WIB Last Updated 2019-11-27T21:02:59Z
AMPERA Sebut Proyek SPAM Ile Boleng Merugikan Negara Miliar Rupiah
Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur menyoroti kerugian negara dalam proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Ibukota Kecamatan (IKK) Ile Boleng

Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur menyoroti kerugian negara dalam proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Ibukota Kecamatan (IKK) Ile Boleng tahun anggaran 2018 yang dikerjakan PT. Global Nusa Alam dengan nilai kontrak Rp. 8.865.798.000.

Demikian disampaikan Koordinator Aksi AMPERA Flores Timur Yeremias Dere Lasan kepada tim redaksi, saat ditemui Rabu (27/11/2019).

AMPERA Sebut Proyek SPAM Ile Boleng Merugikan Negara Miliar Rupiah
Foto Mahasiswa
”Secara kasat mata sudah ada kerugian negara secara nyata dan pasti dalam proyek SPAM Ile Boleng, oleh karena rekanan hanya mengerjakan beberapa item dari keseluruhan komponen pekerjaan.
Tinggal pihak penyidik kejaksaan menugaskan tim Perhitungan Kerugian Negara (PKN) untuk menghitung kerugian negara, pasti ketemu nilai kerugiannya,” jelas Dere Lasan

Pejabat Pembuat Komiten (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur Yohanes Juan Fernandes telah membayar uang muka 20% dari nilai kontrak kepada Rekanan Penyedia Barang sebesar Rp. 1.773.159.600. 
Sementara progres pekerjaan sampai dengan 120 (seratus dua puluh) hari kalender dari tanggal 03 September 2018 s/d. 31 Desember 2018 ditaksir tidak mencapai 10%.

”Di tengah perjalanan pembangunan reservoir dan pengadaan sejumlah pipa, rekanan tidak melanjutkan pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir tahun anggaran 2018. Pembayaran uang muka sebesar 20% melampaui progres pekerjaan akhir, sehingga nilai dugaan kerugian negara sebesar Rp. 1 Miliyar lebih,” beber Dere Lasan.

AMPERA Sebut Proyek SPAM Ile Boleng Merugikan Negara Miliar Rupiah

Taksiran kerugian tersebut belum ditambah dengan pembayaran selain uang muka dan denda keterlambatan apabila PPK memperpanjang jangka waktu kontrak, sehingga denda keterlambatan dikenakan sebesar 1/1000 dari nilai kontrak atau nilai bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan dan tidak melebihi dari jaminan pelaksanaan.

Hal ini memicu pada mangkraknya proyek SPAM Ile Boleng yang imbasnya pada masyarakat tersebut, kini nasib masyarakat bergantung hidup pada sumur bor yang ada.

Sumber : Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur
×
Berita Terbaru Update