-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Delapan Perbedaan Khas Orang Bodoh dan Cerdas

Sabtu, 30 November 2019 | 05:35 WIB Last Updated 2020-01-29T11:04:32Z
Delapan Perbedaan Khas Orang Bodoh dan Cerdas
Ilustrasi: Tribunnews

Dalam kehidupan ini, manusia memiliki banyak perbedaan, salah satunya yakni perbedaan orang cerdas dengan orang bodoh. Keduanya sangat berbeda dalam menyikapi tantangan, persoalan dan ujian dalam suatu realitas. 

Orang bodoh selalu merasa paling pintar sedangkan orang cerdas tidak sok pintar. Orang bodoh merasa paling tahu tetapi sesungguhnya tidak tahu sama sekali. Orang bodoh selalu merasa orang lain bodoh, sok hebat tetapi berbanding terbalik dengan kenyataan.

Orang cerdas sangat pandai dalam banyak hal. Dia tidak sekedar pintar tetapi cerdas. Kecerdasan yang berbuah pada kebijaksanaan hidup sangat penting guna menyelesaikan persoalan dengan baik dan benar.

Inteligensi juga penting dalam karir profesional dan bisa menjadi modal terbaik untuk mencapai kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan.

1. Orang bodoh tidak tahu tentang sesuatu tetapi dia sok tahu.

Orang bodoh selalu merasa dirinya paling tahu dan benar tentang sesuatu, sedangkan orang cerdas menunjukkan sikap rendah hati dan mau belajar.

2. Orang bodoh tidak mampu menerima diri bila melakukan kesalahan

Orang bodoh tidak mampu menerima kenyataan diri dan cenderung menyalahkan orang lain bila terjadi kesalahan sedangkan orang cerdas, dia mampu merima diri dan berusaha bergumul dan merefleksikan persoalan yang ada.

Kebiasaan menyalahkan orang lain dalam dunia kerja menunjukkan ketidakprofesionalitasan. Orang cerdas tidak memerhitungkan kesalahan orang lain tetapi mencoba menyikapinya dengan penuh cinta dan bijaksana.  

3. Orang bodoh cenderung mengkritik dan mencari-cari titik lemah orang lain

Orang bodoh suka membenci dengan mencari kesalahan orang lain, lalu mengkritiknya agar mental orang itu kerdil dan sulit berkembang. 

Orang cerdas suka merangkul dan menerima keperibadian orang lain apa adanya. Bagi orang cerdas, siappun orang lain itu, apapun kekuarangan dan keterbatasannya, dia tetap merangkulnya sebagai manusia bermartabat di hadapan Allah. 

4. Dalam relasi sosial, orang bodoh cenderung menjalin relasi dengan orang-orang tertentu saja (orang yang paling disenangi)

Orang bodoh suka membuat kelompok tertentu dan secara tersirat memiliki politik kepentingan, suka menjelek-jelekan orang lain, gosip-gosipan, dan tidak mau bergaul dengan orang yang dibencinya. 

Orang cerdas bebas dalam menjalin relasi dan komunikasi dengan siapa pun dan apapun situasinya.
Orang cerdas adalah orang merdeka yang tahu mana yang baik dan benar dan mana yang buruk dan salah. 

5. Orang bodoh cepat bereaksi bila ada aksi

Orang bodoh cepat bereaksi dengan emosional (kemarahan) bila terjadi persoalan dan selalu merasa diri paling benar sepanjang waktu. Sedangkan orang cerdas sangat tenang dan mampu menyikapi persoalan dengan akal budi dan hati nurani. 

6. Orang bodoh cenderung egois dan arogan

Orang bodoh selalu mengabaikan kebutuhan dan perasaan orang lain, cenderung egois dan arogan. Sedangkan orang cerdas selalu mengutamakan orang lain dan mengedepankan kebaikan bersama. 

Orang cerdas selalu berkorban baik tenaga, waktu dan keseluruhan dirinya demi orang lain. 

7. Orang bodoh sok bijak
Orang bodoh cenderung merasa diri hebat, sok bijak, suka memberikan nasihat supaya terlihat cerdas, hebat dan pintar.

Namun orang cerdas belajar menjadi bijak dengan mendengarkan orang lain, menerimanya dan merefleksikannya untuk mengambil makna di balik kata-kata orang lain.

8. Orang bodoh tidak mau belajar

Orang bodoh tidak mau belajar, membaca dan menulis cerita kehidupannya karena sudah merasa diri hebat dan pusat perhatian dan energinya pada kekurangan orang lain.

Orang cerdas memiliki kemauan kuat untuk belajar, membaca, menulis dan mengembangkan karunia-karunia yang diberikan Tuhan kepadanya.

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update