-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Imam Besar FPI Akan Tiba di Indonesia demi Reuni PA 212?

Minggu, 01 Desember 2019 | 10:15 WIB Last Updated 2019-12-01T03:15:46Z
Imam Besar FPI Akan Tiba di Indonesia demi Reuni PA 212?
Ilustrasi diambil dari netralnews.com

Kabar tentang kedatangan  Imam Besar FPI, Rizieq Shihab ke tanah air Indonesia pada Sabtu (30/11/2019), hingga saat ini, Minggu, (1/12/2019) belum ada kepastian. 

Pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro mengungkapkan Rizieq Shihab ingin segera pulang ke Indonesia.

Kepulangan Rizieq ke negara asalnya untuk menghadiri Reuni Akbar 212 akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Senin (2/12/2019) mendatang.

Sugito akan terus berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi terkait kepulangan kliennya itu. 

"Sekarang masih terus kita upayakan," tutur Sugito dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis (28/11/2019).

Diketahui, Imam Besar Forum Pembela Islam (FPI) yag saat ini berada di Arab Saudi belum bisa pulang ke Indonesia karena masih menghadapi dua kendala besar yakni surat pencekalan dan visa yang sudah habis masa berlakunya.

Dilansir tribunnews.com, ketua Presidium Alumni (PA) 212, Slamet Maarif menyatakan, panitia Reuni 212 telah menyedikan waktu untuk Rizieq Shihab berbicara.

Maarif memaparkan, hadir atau tidaknya Rizieq di acara Reuni 212, sudah diagendakan waktu bagi Rizieq untuk menyampaikan amanat kepada umat Islam Indonesia.

Meski demikian, Maarif berharap pencekalan Rizieq di luar negeri segera diakhiri, agar Rizieq dapat hadir di Reuni 212.

"Kami sangat berharap pengasingan Beliau (Rizieq) di luar negeri akan segera diakhiri, cekal segera dicabut."

"Sehingga di acara Reuni 212 bisa berkumpul dengan umat Islam yang sudah lama merindukan kehadiran beliau di tengah-tengah kita semua," tutur Slamet Maarif dilansir dari kanal YouTube TvOneNews, Selasa (26/11/2019).

Ia ingin, Rizieq benar-benar hadir di Reuni 212 bukan lewat video ataupun lewat suara, tetapi fisiknya hadir.

"Kami selalu berdoa dan berikhtiar semaksimal mungkin agar pengasingan beliau segera di akhiri," ungkapnya.

Maarif mengungkapkan, tujuan Reuni 212 yakni untuk menjaga spirit 212, melawan penista agama, dan menegakkan keadilan di Indonesia.

Dalam acara tersebut, nantinya akan diisi dengan kegiatan zikir, munajat, dan tausiah.

"Kalau tuntutan itu kan bentuknya demo, kita minta ketemu, minta audensi. Ini kan tidak, bentuknya kita dzikir, munajat, dan tausiah, jadi bukan tuntutan," kata Slamet Maarif dilansir dari sumber yang sama. (Sarfin)
×
Berita Terbaru Update