-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kembali Berbekalkan Duka, Pahlawan Devisa, Tiada Darma

Senin, 09 Desember 2019 | 20:02 WIB Last Updated 2020-01-30T12:19:12Z
Kembali Berbekalkan Duka, Pahlawan Devisa, Tiada Darma
Ilustrasi: detiknews

Oleh: Hendrikus A.O. Peduli

Kembali Berbekalkan Duka (TKI)

Di suatu pagi yang sangat pagi
Kau berpamit dengan berbekalkan mimpi
Mimpi mulia yang kau simpan rapi di saku hatimu
Mimpi mengumpulkan sekarung uang untuk keluargamu

Pagi itu, dengan harapan yang kau baluti dengan doa
Kau berlayar jauh, jauh sekali
Melewati samudra yang akan mejadi jurang
Antara kau dan darah dagingmu

Setelah sekian lama kau pergi
Hari ini, banyak surat kabar berkisah tentangmu
Sebuah judul pilu terulas rapih di helai pertama surat kabar kota ini
Sungguh malang nasibmu
Kau pergi berbekalkan mimpi
Namun kembali berbekalkan duka

Kupang, 2019

Pahlawan Devisa

Sungguh susah aku:
rumah beratapkan daun dan berlantaikan tanah
hujan turun tidur tak lelap
angin kencang hati tak tenang
tidur menghirup debuh

Malu hati ketika karib berkunjung
Tiada gula untuk memaniskan kopi yang pahit
Nasi pun kesepian tak bertemankan lauk

Terkadang aku berangan:
terlelap dengan hati damai
memaniskan kopi yang pahit

Hari ini, aku kagum melihat tetanggaku
Setelah hampir lima tahun merantau
Kembali membawa sekarung uang
dan membangun rumah megah
dengan balkon menghadap ke laut

Setelah lama merenung
Aku merasa ditarik
Ditarik angan yang belun pasti adanya
Angan terus merontah merayuh
dan akhirnya aku pun beranjak dari tanahku

Senja ini, malang nasibku
Hujan luda mengguyur wajahku
Hujan maki mengguyur hatiku
Tidur tak lelap
Hati menagis mengukir hari

Meskipun tak ada pelagi di rantau
Tapi hati bahagia menyumbang sedekah untuk tanah air.

Kupang, 2019

Tiada Darma

Bermilik harta berjuta;
tidur berkasurkan helai rupiah
rumah hampir mencakar langit
dengan lampu bernyala di sudut-sudut rumah
malam beda siang beda

Di tengah kemewahan berlimpah ruah
tapi tiada darma,
tamak hati miskin budi
Tak sadar kah?
Yahwe bercampur tangan

Kupang, 2019

Penulis adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Nusa Cendana.
(Gambar diambil dari babarusyda.blogspot.com)
×
Berita Terbaru Update