-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sebenarnya Nepotisme itu Ada Di mana? Reaksi Berita yang Berjudul; Di Mabar, Bupati Gusti Lantik Istrinya Jadi Kadis Nakertrans

Rabu, 11 Desember 2019 | 18:31 WIB Last Updated 2020-02-09T01:01:13Z
Sebenarnya Nepotisme itu Ada Di mana? Reaksi Berita yang Berjudul; Di Mabar, Bupati Gusti Lantik Istrinya Jadi Kadis Nakertrans
Bapak John Kadis

Seingat saya nih, mata kuliah Hukum Tata Negara di fakultas Hukum S1 dulu, bahwa ajaran Trias Politica itu di beberapa negara diterapkan dalam sistem pemisahan kekuasaan (differentiation of power), tapi beberapa negara lagi dalam pembagian kekuasaan (distribution of power). 

Kita menganut sistim pembagian kekuasaa itu. Di mana stoknya? Pada rakyat,  kedaulatan ada di tangan rakyat, dan dari sini kekuasaan itu dibagi ke eksekutif, yudikatif dan legislatif. 

Di mana letak munculnya nepotisme itu? Sesungguhnya, akar persoalan ini tidak hanya terletak pada nepotisme, tetapi ada gandengannya, seperti korupsi dan kolusi yang disingkat dengan KKN. 

Jikalau penguasa yang kuat (baca diktator & potoriter) 'menyimpang' dari aturan lazimnya, maka orang-orangnya si penguasa akan 'membagi' (dalam tanda kutip) kekuasaan itu kepada orang-orangnya, termasuk keluarganya (nepot) di legislatif dan yudikatif seperti yang terjadi pada zaman ORBA, Presiden Soeharto yang berkuasa 32 tahun. 

Lalu bagaimana kalau di intern porsi kekuasaan itu, di eksekutif, yudikatif dan legislatif? Dengungan negatif dari nepotisme tidak begitu bergema. 

Kenapa? Karena institusi ini bekerja melayani rakyat di bidangnya, mereka satu team, satu roh. Bosnya memilih staf yang kualified untuk solid dalam team pelayanan. 

Jika staf itu kebetulan punya hubungan keluarga, istri atau suami, ponaan misalnya, mereka kualified melebihi yang lainnya, why not! 

Contoh lain yang lebih detail, misalnya di Badan Pertanahan Nasional. Anda mungkin mengatakan bahwa di BPN terdapat nepotisme, kebanyakan orang Balinya atau Jawanya. 

Ya memang, tak salah, karena orang Manggarai, misalnya tidak ada yang tertarik kuliah di bidang Pertanahan, atau barangkali tidak punya 'ilmu praktis' di bidang itu. 

Hal penting bagi kita adalah pekerjaan terkait pelayanan mereka untuk seluruh rakyat tanpa ada pembedaan. Tak perduli di dalam satu kantor sana ada istri, suami, ponakan, tapi kalau mereka kerja tidak becus misalnya hanya melayani keluarganya sendiri, maka kita bisa berontak.

Kesimpulannya, kalau mau soroti nepotisme pada akarnya, locusnya bukan pure di INTERN eksekutif saja atau intern yudikatif saja atau legislatif saja. Nepotisme terungkap pada tiga hal tersebut. 

Bahwa ada juga di situ, ya bukan pure nepotisme namanya, tapi team solid untuk pelayanan kepada rakyat.

Mohon maaf jika apa yang saya katakan ini keliru, silahkan para pakar hukum tatanegara dan politik mengoreksinya. 

Saya hanya rakyat biasa yang dalam ziarah hidup saya pernah menimba kuliah ilmu Hukum Tatanegara dan Pengantar Ilmu Politik di Universitas Negri Udayana.

Oleh: Jhon Kadis
Mantan balonbup Manggarai Barat (MABAR) tahun 2014 paket JOKER
×
Berita Terbaru Update