-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BENARKAH YESUS SEJARAH TIDAK PENTING BAGI IMAN KRISTIANI?

Rabu, 22 Januari 2020 | 18:15 WIB Last Updated 2020-01-22T11:18:08Z
BENARKAH YESUS SEJARAH TIDAK PENTING BAGI IMAN KRISTIANI?
Ilustrasi; Youtube

Perdebatan tentang iman Kristiani selalu aktual. Pasalnya, ada pemikir mempertentangkan identitas Yesus.  Ada yang bertanya, benarkah Yesus sejarah itu tidak penting bagi iman kita? Siapakah Yesus dari Nazaret itu? 

Pertanyaan-pertanyaan di atas berbanding lurus dengan pemikiran Rudolf Bultman yang melakukan kesalahan tatkala ia tidak hanya membedakan Yesus sejarah dan Kristus iman, tetapi ia memisahkan keduanya. Ia memang tidak menyangkal bahwa Yesus pernah hidup, tetapi baginya tidak penting bagi iman kita. Perjanjian Baru sendiri bukanlah buku sejarah melainkan buku iman. 

Berdasarkan penyelidikan atas perjanjian Baru yang memuat berita tentang Yesus tidaklah mungkin diketahui Yesus sejarah. Meskipun hal itu diketahui, Yesus historis tidaklah relevan dengan iman kita. Yang paling penting adalah pewartaan iman (Yesus iman) yang menggarisbawahi Allah dalam Yesus Kristus menawarkan kepada setiap manusia dan pada setiap saat suatu eksistensi baru, suatu kemungkinan baru untuk merealisasikan hidup manusia. 

Pendapat Bultman sangat keliru. Alasan mendasar yakni tatkala kita meyakini Yesus itu Kristus, pasti kita juga percaya Yesus dalam sejarah. Artinya, pengakuan iman kita akan Yesus tidak terlepas dari Yesus sejarah. Tanpa melandaskan diri pada Yesus sejarah, pengakuan iman menjadi serupa dengan khayalan. 

Kitab Suci perjanjian baru berkaitan dengan pewartaan iman akan Yesus Kristus. Namun bukan berarti Perjanjian baru melupakan Yesus historisnya. Perjanjian Baru juga mengandung sejarah. Dengan kata lain, Perjanjian Baru menggarisbawahi Yesus sejarah dan pewartaan iman (Kristus iman). 

Perjanjian Baru tidak hanya mengungkapkan pewartaan iman akan Yesus tetapi juga tokoh sejarah. Dengan demikian, Yesus sebagai tokoh sejarah (Yesus sejarah) sangat penting bagi iman kita agar kita semakin mengakui iman kita kepada-Nya. Sebab, Yesus dari Nazaret itu adalah Kristus. 

Sumber: 
Dr. Laurensius Sutadi, Kristologi I, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi widya Sasana Malang, 2006.

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update