-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jejak Kenangan, Sajak Basah, dan Kisah dari Stone Garden

Selasa, 21 Januari 2020 | 13:28 WIB Last Updated 2020-01-21T06:38:56Z
Jejak Kenangan, Sajak Basah, dan Kisah dari Stone Garden
Ilustrasi; Tempo

Oleh: Wiwin Herna Ningsih

KISAH DARI STONE GARDEN

Kini dia menghilang di balik kabut
Dan tak kembali lagi
Meninggalkan sebuah kenangan
Dan jejak yang masih tersisa
Di serimbun semak
Di antara perdu ungu
Yang tak hilang merentang waktu

Aku tak tahu...
Dia telah kehilangan senyumannya
Yang dulu pernah berada dalam sendu
Ah...ke mana dia pergi kini
Hanya tinggal bayangannya
Mungkin dia telah menemukan rumahnya
Yang dulu ditinggalkannya beribu musim
Di antara bebatuan Stone Garden

JEJAK YANG TINGGAL DI UNGARAN

Ketika pulang langit masih kelabu
Sebentar lagi gerimis menyatu
Pada serumpunan perdu
Pada bingkai hati yang membatu

Ada jejak yang tertinggal di Ungaran pada hatiku
Sejuta kisah membuai syahdu
Perlahan menepi di ujung rindu
Menawanku pada sunyi yang pilu

Ketika langkahku berlalu
Gerimispun datang menderu
Pada basah jiwaku dan ragaku
Membawa kenangan yang menyatu

Jejakmu telah meninggalkanku
Jauh di belakang mengurung waktu
Ad yang datang dan pergi berlalu
Pada setiap musim menambah hatiku pilu

JEJAK KENANGAN DI SITU CIBURUY

Ketika rindu mengambang di sini
Di desa Pamalayan Ciburuy 25 KM dari pusat Kota Kembang
Bertaut pada jejak kenangan
Pada sampan sampan yang berbaris rapi
Pada  jala jala yang menebar oleh penduduk asli
Sepanjang riak air Situ Ciburuy

Pada kenangan lampau dari sebuah cerita
Ketika purnama merah saga berpendaran
Saksi bisu arena pertarungan para Jawara Jawa berhimpun
Penuh misteri dan magis yang ritmis
Meninggalkan sejarah situs Ciburuy pada Keris, Bende, dan senjata Kujang, Trisula dan Tombak

Tulisan Jawa kuno yang tertulis di daun lontar oleh Prabu kiansantang
Melontarkan mitos ikan raksasa
Ketika orang orang asing kesulitan memancing ikan atau menjalanya
Hanya penduduknyalah yang ringan membawa rejeki
Dari kehidupan para penjala ikan di Situ Ciburuy

Ada yang datang dan pergi melampaui waktu
Pada jejak masa silam
Di tahun 1918 yang dibendung penduduk
Seluas lima belas hektar
Yang terbentuknya Situ Ciburuy

Dari dua buah sungai kecil
Yang ujungnya bertemu di satu desa kecil bernama Ciburuy
Dan sebuah pulau kecil di tengahnya
Membawa keindahan tersendiri di tengah danau
Semarak penuh kisah romantik dan tragedi

Dan ketika dupa mengalun adalah adat istiadat
Yang tetap ada dari para karuhun di pegang teguh
Pada setiap satu Muharam adalah suatu sakral suci
Memandikan peninggalan para sesepuh dahulu
Sebuah keris pusaka yang menjadi mustika

Situ Ciburuy adalah aset wisata
Yang meraup devisa domestik
Dari para penjala ikan dan para pedagang
Membentang dan populer di seluruh nusantara
Membawa berkah kehidupan di sekitar Situ Ciburuy
Dan jejak kenangan sejarah yang tak terlupakan sepanjangnya.

SAJAK BASAH

Pelangi di waktu senja sehabis gerimis
Sajak sajak basah mewarnai kenangan
Menggenang merupa kabut kabut
Meruap terbawa angin dan sirna

Dan di sanalah di langit yang sama
Ada basah yang rintik mengembun
Menggelayut di pucuk pucuk pinus
Membentuk bait bait sajak

Dan sajakmu telah mengembara
Bersama aliran air hujan
Membentuk sungai sungai
Dan bermuara di laut biru menujumu

Melepaskan segala kisah yang membelenggu
Jiwa jiwa yang sunyi dari dekat  dan jauh
Aku dan kamu mengikat pada basah rintiknya
Sepanjang deru gelombangnya

MENGENANGMU

Empat musim..
Rindu berlagu lirih
Pada jejak dua dunia
Menahanku di setiap senja
Menanti bayang potretmu di langit merah saga

Kaulah yang pertama membawa rasaku mengembara
Kedunia penuh misteri
Kenangan pada senyummu yang kulum
Pada desingan secepat peluru

Yang kau katakan di setiap senja tiba
Adalah bahwa aku serupa kembaran jiwamu
Meluruhkan rasa pada rengkuhmu
Melumat kisah di ujung cerita

Akulah sandaran jiwa ragamu
Tempat curahan rindumu
Dari penat baktimu pada negara
Sekuat cinta yang menggema di kejauhan

Kaulah Sang Pemilik AK 24
Desingan pelurumu secepat kereta expres
Tuk menumpas kebatilan
Jauh di belahan dua dunia

Bila senja tiba aku menangis mengenangmu
Dari rasa yang kehilangan
Semoga namamu abadi di keheningan
Kusemai dedoaku pada linangan air mata
Yang tak habis sepanjangnya

Bandung Barat, Januari 2020
×
Berita Terbaru Update