-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MEMBAHAS STRATEGI DAN KEBIJAKAN DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN, KELAUTAN DAN PERIKANAN

Jumat, 24 Januari 2020 | 13:45 WIB Last Updated 2020-01-24T06:48:45Z
MEMBAHAS STRATEGI DAN KEBIJAKAN DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN, KELAUTAN DAN PERIKANAN


Komisi IV melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor Pertanian dan BUMN sektor Kelautan-Perikanan. Yang hadir dalam rapat adalah Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Berdikari, PT Rajawali Nusantara, Perum Perikanan Indonesia, PT Perikanan Indonesia, dan PT Garam.

BUMN Pertanian dan BUMN Kelautan-Perikanan merupakan barisan penyangga yang sangat penting bagi pengembangan sektor pertanian, kelautan dan perikanan. Karena itu dalam rapat saya mengajukan tiga gagasan terkait strategi dan kebijakan mereka ke depan.

Pertama, BUMN PERTANIAN DAN BUMN KELAUTAN-PERIKANAN HARUS TERBUKA UNTUK MENGURAI AKAR PERMASALAHAN. Berdasarkan Z-score indikator, Kementerian Keuangan mengkategorisasi BUMN Pertanian dalam angka paling buruk, yaitu -0,4. Artinya, bila dibandingkan dengan yang lain pada tahun 2019, BUMN sektor pertanian paling rentan bangkrut karena mengalami financial distress. Transparansi sangat penting untuk membedah akar masalah, mencari solusi, termasuk membahas dukungan politik ke depan.

Kedua, STRATEGI DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN, KELAUTAN DAN PERIKANAN HARUS BERBASIS RISET AKADEMIK. Misalnya, strategi PT Sang Hyang Seri (SHS) untuk memperbaiki kinerja keuangannya.

Salah satu strategi solutif SHS adalah Restrukturisasi Model Bisnis dengan penguatan produksi perbenihan. Untuk mendapatkan benih yang bermutu perlu didukung riset akademik. Agar strategi dan kebijakan solutif dan tepat sasar, BUMN dapat menggandeng komunitas akademik seperti LIPI dan Litbang Universitas.

Ketiga, USULAN MENGENAI PENGEMBANGAN GARAM INDUSTRI, PAKAN JAGUNG, DAN PABRIK PENGOLAHAN IKAN DI NTT. Saya meminta penjelasan sekaligus upaya teknis-teknokratis PT Garam dalam mengembangkan kualitas dan produksi garam industri di Bipolo dan Nunkurus, Kabupaten Kupang.

PT Garam harus melibatkan masyarakat lokal. Terhadap PT Berdikari, saya menjelaskan mengenai tantangan pembukaan lahan kering untuk pakan jagung. Akhirnya saya menitipkan aspirasi masyarakat saat RESES kepada Perum Perusahaan Nusantara (Perinus) untuk membangun pabrik pengolahan ikan tuna, cakalang, dan tongkol di NTT.

Oleh: Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si
×
Berita Terbaru Update