-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ratusan Korban Banjir DKI Gugat Anies Rp 42 Miliar ke PN Jakpus

Senin, 13 Januari 2020 | 19:36 WIB Last Updated 2020-01-13T12:50:16Z
Ratusan Korban Banjir DKI Gugat Anies Rp 42 Miliar ke PN Jakpus
wartakota.tribunnews
Ratusan warga DKI Jakarta, korban banjir, menggugat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/1). 

Anies dituding mengabaikan tugasnya khususnya untuk memberi peringatan dan juga bantuan darurat kepada korban banjir seperti yang diatur dalam undang-undang.

"Gugatan tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh penguasa, terkait tidak berjalannya Early Warning System (EWS) dan Emergency Response (ER)," kata kuasa hukum para penggugat, Alvon K Palma kepada wartawan di PN Jakarta Pusat.

Masalah banjir Ibu kota Jakarta yang tidak bisa diatasi dengan baik mendorong para penggugat mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Dilansir CNN Indonesia, Anies dinilai melakukan perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 87 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan Pasal 1 angka 4 Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengajuan Gugatan Onrechtmatige Overheidaads.

"Jadi (gugatan soal) bagaimana mereka (pemerintah) itu melakukan kesiapsiagaan dalam penanggulangan banjir," kata dia.

Dalam gugatan ini, kata dia, mulanya tim kuasa hukum mencatat terdapat 670 yang melakukan pendaftaran gugatan. Namun setelah dilakukan verifikasi, tersisa 243 orang yang menjadi penggugat. Ia memastikan bahwa korban yang mendaftarkan gugatan itu benar-benar terdampak banjir.

Gugatan ini teregister dalam nomor perkara 27/Pdt.GS/Class Action/2020/PN.Jkt.Pst. Para korban pun meminta agar pihak tergugat membayarkan ganti rugi sebesar Rp42 miliar. Gugatan ini pun, kata Alvon, tidak bermuatan politis dalam menyerang pribadi Anies Baswedan.

Menurut dia, ganti rugi yang diminta oleh para korban merupakan nominal yang sesuai dengan kerugian dan dihitungkan langsung oleh para korban. "Kami biasa menggugat pemerintah," kata dia.

"Mereka (para korban) menyertakan sendiri (nominal) kerugiannya," kata Alvon. 

Sumber: CNN Indonesia
×
Berita Terbaru Update