-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RESEP DAN RAHASIA KELUARGA BAHAGIA KHAS UMAT KRISTIANI

Minggu, 19 Januari 2020 | 08:46 WIB Last Updated 2020-01-19T03:36:54Z
RESEP DAN RAHASIA KELUARGA BAHAGIA KHAS UMAT KRISTIANI


Keluarga bahagia merupakan impian semua orang baik yang hendak menikah maupun yang sudah berkeluarga dan sudah menerima sakramen perkawinan. Namun kebahagian dalam hidup berkeluarga bukan semudah berkata-kata atau membalikan telapak tangan. 

Kebahagiaan sejati dalam berkeluarga, pertama dan terutama, tidak dapat dicapai melalui harta, kekayaan dan atau tahta duniawi. Ada pandangan yang selalu aktual, bahwa segalanya butuh uang. Di salah satu sisi, pandangan tersebut benar. 

Sebab, segala kebutuhan dan kehidupan kita di dunia ini pasti terpenuhi bila ada duit. Kemanapun kita pergi atau dimanapun serta apapun yang kita lakukan untuk menjamin kehidupan keluarga pasti butuh uang. 

Namun pernahkah kita sadari, uang bukan segalanya. Cara pandang ini menggarisbawahi nilai di balik sekedar mata uang tersebut. Maksudnya, kita dengan sekuat tenaga mencari duit, tetapi itu hanya sarana yang dipakai untuk memuliakan Tuhan. 

Mendewa-dewakan duit berarti dia menjadikan uang atau tahta itu sebagai Tuhannya yang membuat dirinya jatuh dalam keegoisan dan arogansi dalam kehidupan bersama. 

Kebahagian sejati dalam keseluruhan dan kehidupan berkeluarga dapat ditemukan dalam Tuhan. Tuhan sebagaimana disampaikan dalam Sabda Kitab Suci, menjadi landasan dan tujuan dalam hubungan dalam keluarga. 

Berikut resep dan rahasia menjadi keluarga Bahagia khas umat Kristiani yakni, pertama, beriman kepada Tuhan sebagai dasar dan tujuan hidup berkeluarga. Keluarga harmonis merupakan keluarga yang menaruh harapan dan keyakinannya hanya kepada Allah saja dan bukan mamon. Sumber kebahagian ada dalam Allah. Dengan demikian, peletakan dasar hidup berkeluarga yakni Allah, sehingga bahtera keluarga tidak kekurangan suatu apapun.

Kedua, kasih-setia.  Sebagaimana diteladankan Bunda Maria dalam mewartakan Kristus, suami-istri juga menyadari kasih-setia Tuhan. Sikap saling mengasihi dengan penuh kesetiaan membuat suasana dalam hubungan rumah tangga jadi indah, romantis dan penuh sukacita.

Ketiga, sukacita. Banyak orang mengatakan sukacita menjadi fundasi dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Pertanyaannya, bagaimana keluarga yang dilanda persoalan berat atau perselingkuhan masih ada sukacita? Pertanyaan ini sangat sulit dijawab. 

Namun yang pasti, keluarga yang terkena musibah tersebut melibatkan Tuhan dalam persoalan yang ada. Campur tangan Tuhan mampu menemukan solusi sehingga sukacita itu bersinar dari kedalaman diri. Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, terlepas dari apapun atau bagaimanapun situasi dan kondisi keluarga. Sebab Allah selalu ada dalam setiap persoalan rumah tangga. 

Keempat, kerendahan hati. Selain yang sudah disebutkan, point penting yang perlu disadari yakni sikap rendah hati dalam relasi dan komunikasi timbal balik dalam keluarga. Kerendahan hati dalam mendengarkan dan menerima pendapat salah satu anggota dalam ruamah tangga sangat baik, sebab setiap orang dianugerahi butiran-butiran kebenaran oleh Tuhan. Tuhan yang Maha Adil tidak membeda-bedakan dalam memberikan karisma, anugerah atau nilai-nilai rohani lainnya. 

Tugas masing-masing pribadi yakni setia mendengarkan meskipun kita sudah mengetahui lebih dulu hal tersebut. Ataupun apa yang disampaikan itu kurang sesuai, kita dengarkan hingga pembicaraan itu selesai, lalu kita meresponnya. 

Orang mengatakan, jangan menerima secara mentah perkataan orang lain nanti terjebak ke jurang. Perkataan itu benar adanya, bila pembicaraan itu dirasa kurang atau tidak benar. Kita perlu mengolah atau mengkritisinya dengan bijaksana. Dalam hal ini, akalbudi dan hatinurani sangat berperan penting dalam mengatasi persoalan tersebut. 

Kelima, kemurahan hati dan keramahan. Sikap murah hati dan ramah sangat penting dalam menjalankan roda keluarga. Murah hati dan ramah terhadap siapapun membuat orang, tetangga atau siapapun yang dijumpai merasa at home (nyaman, betah). 

Keenam, keluarga berbagi. Berbagi merupakan bagian dari kepedulian. Memberi dari apa yang dipunya dengan hati yang tulus dan murni merupakan jalan terindah yang harus dilalui.  Sikap ini merupakan perwujudan dari sikap saling mengasihi sebagaimana dikumandangkan dalam hukum kasih yang kedua yang berbunyi, kasihilah sesamamu seperti diri sendiri. Semakin kita memberi sesuatu kepada sesama berarti semakin kita menerima sesuatu dari Allah. Jadi memberi berarti menerima.

Tujuh, cinta karena cinta. Keluarga yang mencinta karena cinta mampu mengatasi politik kepentingan. Hal yang penting yakni cinta yang tanpa syarat terhadap siapapun di sekitar kita. Mengasihi dan mencintai bukan karena ada maunya tetapi karena Allah mengasihi dan mencintai keluarga kita. 

Demikian resep dan rahasia menjadi keluarga bahagia khas umat Kristiani. Bila nilai-nilai rohani ini dihayati dan dihidupi dalam kehidupan berumah tangga, maka kebahagiaan sejati itu sangat baik, benar dan indah. 

Oleh: Nasarius Fidin
Tulisan ini sudah dipublikasikan di keluargakatolik.com
×
Berita Terbaru Update