-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

355 Hektar Sawah di Daerah Irigasi Wae Lombur, Kecamatan Lembor Terancam Gagal Panen

Jumat, 21 Februari 2020 | 17:37 WIB Last Updated 2020-02-21T10:38:24Z
355 Hektar Sawah di Daerah Irigasi Wae Lombur Terancam Gagal Panen
Saluran Irigasi Wae Lombur rusak disebabkan tanah lonsor

LEMBOR-MANGGARAI BARAT- 355 hektar tanaman padi yang masih berumur 1 satu bulan milik para petani di daerah  irigasi Wae Lombur, desa Pong Majok, kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur  terancam gagal panen akibat saluran irigasi yang mengairi lahan persawahan mereka dua kali terpapar bencana alam longsor. 

Longsor pertama terjadi pada Selasa (11/2) pekan lalu. Akibatnya, lantai saluran primer sepanjang 7 meter jebol/putus total diterjang bencana longsor. Longsor susulan kembali terjadi di lokasi yang sama pada Kamis kemarin (20/2) memperparah kondisi kerusakan yang terjadi sebelumnya. Lantai saluran sepanjang  5 meter ambruk akibat intensitas curah hujan lebat mengguyur kawasan itu.

"Dampaknya sawah masyarakat tak dapat air dan terancam gagal panen karena padi masih umur satu bulan. Jumlah yang terdampak bencana tersebut ada 355 hektar lahan sawah untuk semua daerah irigasi Wae Lombur", ungkap Petrus Servudin Nggarang, ketika dikonfirmasi societasnews.id, Jumat siang (21/2). 

Petrus Servudin adalah salah seorang warga petani yang menjadi korban terdampak kejadian tersebut.

Terpisah, Camat Lembor, Pius Baut, SE kepada societasnews.id menjelaskan, setelah menerima laporan dari para petani setempat, pihaknya langsung  menggelar rapat koordinasi dengan  berbagai pihak terkait, antara lain pemerintah desa Pong Majok, petugas pengairan dan kelompok P3A/GP3A. 

"Setelah itu, pada Jumat, 14 Februari kami bergotong royong melakukan penanganan darurat dengan memasang pipa. Kamis kemarin  (20/2) kembali terjadi longsor/jebol lagi lantai saluran sepanjang  5 meter. Saya sudah laporkan hal ini kepada pak Bupati, Mabar supaya instansi terkait dapat  memberikan bantuan/penanganan selanjutnya", terang Camat Pius Baut.

Camat Pius menambahkan,  saluran Irigasi Wae Lombur ini di bawah tanggung jawab pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai NTT.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat, Ir.Oktavianus Andi Bona, Jumat pagi (21/2) menjelaskan, daerah irigasi  Wae Lombur merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya berupaya untuk melakukan penanganan darurat bencana sebisanya.

"Daerah Irigasi Wae Lombur itu  kewenangan pemerintah pusat. Kami berusaha untuk melakukan penanganan darurat sebisanya. Kami sudah buat laporan tertulis ke pemeritah pusat untuk segera melakukan penanganan permanen, mengingat saluran irigasi Wae Lombur yang ambruk saat ini sangat dibutuhkan oleh para petani yang sawah mereka sangat membutuhkan air saat ini", ungkap Ovan Adu.

Kepala BPBD kabupaten Manggarai Barat, Drs.Dominikus Hawan saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian yang memilukan itu. Ia mengatakan, bencana longsor yang mengakibatkan saluran Irigasi tersebut jebol akibat curah hujan yang cukup tinggi selama 2 hari.

"Benar. Bapak  Bupati Mabar telah memerintahkan Kadis PUPR Mabar untuk segera tangani dalam waktu yang secepatnya", ujarnya. *(Robert Perkasa)
×
Berita Terbaru Update