-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ADA APA DENGAN POLDA NTT?

Minggu, 23 Februari 2020 | 12:22 WIB Last Updated 2020-02-23T05:23:52Z
ADA APA DENGAN POLDA NTT?
Ilustrasi; google

115 hari Kepolisian NTT melakukan penyelidikan hingga penyidikan kasus dugaan pembunuhan Anselmus Wora pada kamis, 31 Oktober 2019 di Ekoreko pulau Ende, Kabupaten Ende.

Hari Jumat, 21 Februari 2020 Polda NTT melalui Reskrimum dan Humas Polda NTT melaksanakan Press Conference atas kasus dugaan pembunuhan Anselmus Wora, yang dihadiri langsung keluarga korban kae Hendrik Seni (Kakak Kandung Korban), Max Mary (Ipar Kandung Korban), Blasius Radja (Orangtua Ende di Kupang) dan Forum Peduli Hukum.

Kesimpulan dari hasil penyidikan melalui keterangan Pers sangat tidak memuaskan keluarga, sebab pihak Reskrimum menyatakan proses penyidikan kasus Ansel Wora dihentikan sementara karena tidak cukup bukti. 

Namun, pihak reskrimum tidak mampu menjelaskan secara detail apa penyebab kematian alm. Ansel Wora, hanya menggunakan second opinion dari alhi forensik Pusdokkes Mabes Polri sebagai kesimpulan yang bertentangan dengan keterangan hasil Otopsi yang dijelaskan dokter dari Puslabor Polri Denpasar.

Dititik ini, Keluarga sangat kecewa dan menyatakan tidak terima, keluarga akan melanjutkan upaya hukum untuk memastikan keadilan bagi Ansel Wora. Kuat dugaan penyidik Reskrismum Polda NTT tidak mampu dan tidak profesional dalam menangani kasus ini. Terbukti beberapa kasus pembunuhan selama ini endap di Reskrimum Polda NTT.

Kelihatan Dir Reskrimum dan Dokter Alhi Forensik dari Puskodes Mabes Polri yang sangat gugup dan gagap menjelaskan posisi kasus ini, seakan lagi berusaha menutup agenda besar yang sedang berada dibelakangnya. Ternyata profesionalisme polisi yang ditulis dimana-mana hanyalah kata penenang dan pembenaran semata. Keadilan dan kemanusiaan masih dipandang miring oleh Penyidik Polda NTT. Sedih!

Dalam kondisi demikian, justru penyidik Polda NTT menggunakan second opinion dari alhi Forensik Pusdokkes Mabes Polri digunakan sebagai kesimpulan untuk menghentikan penyidikan kasus Ansel Wora, dengan mengabaikan hasil Outopsi jenazah Alm. Ansel Wora. Perlu diketahui bahwa hasil outposi yang dilakukan oleh dr. Putu Eni Astuti dari Puslabor Polri Denpasar.

Hasil Outopsi menerangkan terjadi kekerasan tumpul dibagian kepala korban. Kekerasan tumpul ini dari hasil BAP Polisi kepada dr. Putu Eni Astuti, menjelaskan bahwa yang dimaksudkan kekerasan tumpul tersebut disebabkan karena kekerasan yang dilakukan oleh manusia, seseorang atau sekelompok orang terhadap diri korban.

Tetapi, keterangan dokter alhi forensik Pusdokkes Mabes Polri dalam second opinion-nya di Polda NTT, bahwa korban meninggal disebabkan jantung koroner, padahal sepengetahuan keluarga, korban Ansel Wora tidak ada riwayat penyakit jantung.

Hal inilah membuat tanda tanya besar, ada apa dengan Polda NTT. Mengapa kasus ini dihentikan? Apakah ada yang intervensi? Apakah betul Polda NTT sudah kemasukan Angin sepoi-poi?

Kami tidak berhenti di sini, akan dilanjutkan kasus ini sampai pelakunya ditetapkan sebagai tersangka. Dan kami menyatakan tidak percaya kepada Penyidik an. Anton C. Nugroho wadir Reskrimum, karena track recocdnya dalam menangani kasus selalu gagal, justru kasus2 yang dibongkar oleh Polda NTT adalah ditangani Tim Penyidik Khusus diluar timnya Wadir Anton C. Nugroho atau Reskrimum.

Kami meminta Polda NTT segera membentuk Tim Khusus yang profesional dan terbukti mengungkapkan kasus-kasus pembunuhan di NTT, untuk yang satu ini kami mendukung penuh Polda NTT segera lakukan demi harga diri dan marwah Polda NTT.

Salam satu Gerak,
Bergerak untuk keadilan.

#Ansel Adalah Kita
#JusticeForAnsel

Oleh: Petrus Selestinus, Koordinator TPDI & Advokat Peradi
×
Berita Terbaru Update