-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ALAMAT SURAT KEMATIAN, KEKUASAAN VIRUS, TENGGELAM DALAM SILAM

Minggu, 02 Februari 2020 | 23:20 WIB Last Updated 2020-02-02T16:34:16Z
Pasien-yang-terinfeksi-virus-corona-di-rumah-sakit-jinyintan-wuhan (Ilustrasi diambil dari google)

ALAMAT SURAT KEMATIAN

Sambil membuat surat kematian
ia memandang bintang satu per satu
dengan tatapan tempuh
begitu jauh

Sedangkan sepotong rembulan
tergeletak di ranjang usang
dimanja sebuah penyakit
betah menjangkit

Sinar matahari di kepalanya
adalah cahaya sudah senja
tak nyala leluasa

Namun ia tetap mengepal tangan
melawan gurat-gurat gelap
yang selalu menyelinap
di sela-sela malam

Tetapi ia
bisa menang
dengan terpincang-pincang

Bukan menendang yang datang
namun ia keluarkan kekayaan
di balik dadanya yang tulang
keluarlah tombak keyakinan
yang dulu dipatahkan
dengan mulut
penuh api

Kini ia hanya berbekal air
menumpas panas terakhir
di keruh kecamuk waktu
hanya jibaku menimba
seluruh air wudu

Biar bintang hilang semua 
dan teronggok rembulan tua
tak mau lagi ada ditangisi
kecuali jeritan suara hati
meronta dalam sepi
jika diri tak berarti
bila tiba mati


TANPAMU, IBU

Ibu, ini aku
yang tenggelamkanmu
di lautan keruh air mata
dan melawan doa-doa
yang kau lantunkan
di semua malam

Menyimpang dari mimpi-mimpi
tidurmu yang hanya sekejap
melawan ucapan-ucapan
dari mulut mantramu

Aku membakar kedua telapak kaki
sebagai surgamu yang tak terganti
dengan bara paling durhaka
aku jilati harta, takhta
dan hinakan wanita
sampai hilanglah
dua wajah

Ibu, ini aku
yang kutatap kegelapan
pelukan bangkai seluruh badan
tulang sepanjang jalan pulang
bau terpincang-pincang

Ingin kukembali pada susu asuhan
dalam kecipak pancuran air wudu
hingga aku, ibu
tidak debu

KEKUASAAN VIRUS

Kota yang mencekam
lahirkan mayat-mayat berjalan
yang tertikam pedang kekuasaan

Mereka diarak
di kaca-kaca pemberitaan
sebagai deret generasi terjangkiti
penyakit yang dibikin misteri
oleh industri teknologi
mainan globalisasi

Ada isyarat canggih genosida
dari perang tak mengemuka
kecuali memaksa kota
kosongkan jiwa raga

Dan demi ambisi yang dititipkan
pada virus-virus dibinatangkan
di negeri tirai berlebihan
jumlah penduduknya
serta nafsunya

Lantas digiring-giring
dalam kampanye kematian
bermula di kota wuhan
menyebar ke semua
tak terlihat siapa
sedang tertawa

"Ini bencana"
katanya sambil mengaduk
laba-laba dari hasil mabuk
politik paling busuk

Wuhan, teriaklah!
siapa sesungguhnya yang sakit
mengunyah-ngunyah corona
di bau mulutnya

TENGGELAM DALAM SILAM

Ia lelaki pergolakan
didihkan darah di atas tanah
memanggil-manggil hujan
biar tumbuh bersihkan
keruh sejarah

Di seberang sana, ia
disebut pelaku pengkhianatan
sedang di bumi perjuangannya
ia diarak sebagai pahlawan

Di luar dipanggil sang pemberontak:
menembak jatuh para perampok
dan mengusir serbuah penjajah
tak terdengar berita kalah

Di dalam sosok bagaikan malaikat:
pencabut nyawa, penabuh kiamat,
pembagi rezeki, penyuap nikmat
tanpa kalimat ia telah tamat

Pada senja yang terus bergerak
tubuhnya sesekali tergelatak
sembunyikan rasa sepi
di riuh suara generasi
berebut tulangnya
yang paling muda

Lantas ia membelai kepala-kepala
sambil berkata: "inikah yang kalian bisa
hanya menggigit-gigit tubuh masa lalu
tanpa mampu mencipta hal terbaru"

Kemudian ia berpesan:
"maka jangan, kalian semata
tenggelam dalam pusaran
masa silam"

Oleh: YS Sunaryo
×
Berita Terbaru Update