-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BERSINERGI MAJUKAN KELAUTAN-PERIKANAN NTT

Senin, 17 Februari 2020 | 18:48 WIB Last Updated 2020-02-17T11:55:48Z
BERSINERGI MAJUKAN KELAUTAN-PERIKANAN NTT
Foto istimewah

Jumat, (14/3/2020), saya bertemu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Ganef Wurgiyanto beserta jajarannya.

Kami berdiskusi tentang pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan NTT guna meningkatkan taraf hidup para nelayan, mengembangkan industri kelautan dan perikanan, yang bermuara pada percepatan kesejahteraan masyarakat NTT.

Pada kesempatan itu, saya meminta Dinas Kelautan dan Perikanan NTT untuk memberikan masukan data-data yang akurat dan valid tentang kondisi riil dan potensi kelautan dan perikanan NTT.

Data-data tersebut menjadi pijakan dasar untuk disampaikan dalam sidang Komisi IV DPR RI dengan KKP dan BUMN terkait. Terutama, kami menyepakati perlunya pembangunan pabrik pengolahan rumput laut dan pabrik pengolahan ikan tuna, cakalang, dan tongkol untuk menggenjot perkembangan kewirausahaan di bidang kelautan dan perikanan.

Sebagai wakil rakyat Dapil NTT II, saya telah memperjuangkan aspirasi masyarakat di sektor perikanan budidaya. Pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyetujui aspirasi tersebut dengan memberikan bantuan dalam bidang perikanan budidaya tahun 2020 yang dapat disalurkan kepada masyarakat NTT.

Bantuan berupa bioflok (2 paket), benih (1.000.000 ekor), calon induk (10.000 ekor) dan pakan ikan (10.000 kg). Adapun jenis benih ikan yang bisa dipilih seperti ikan air tawar (nila, gurami, patin, mas, lele), ikan air payau (udang, bandeng, rumput laut gracillaria), dan ikan air laut (kerapu, kakap putih, bawal bintang, rumput laut cottoni).

Agar distribusi bantuannya tepat sasaran sesuai pihak yang membutuhkan, saya minta bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT untuk menyiapkan dan memverifikasi dokumen nama-nama kelompok penerima bantuan tersebut.

SIAPA YANG DAPAT MENERIMA EMPAT BANTUAN TERSEBUT. Penerima bisa dalam bentuk yayasan ataupun koperasi, tetapi yang bergerak di bidang perikanan. BATAS AKHIR UNTUK MELENGKAPI DOKUMEN USULAN PENERIMA BANTUAN ADALAH 28 FEBRUARI 2020.

Semua jenis bantuan ini bersifat BEBAS BIAYA. Untuk itu, saya meminta KKP melakukan kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) daerah untuk memverifikasi penerima bantuan dan mengantar bantuan hingga ke tangan penerima.

Terima kasih kepada Bapak Ganef dan teman-teman di Dinas Kelautan dan Perikanan NTT yang telah menyambut kami penuh kehangatan dan persaudaraan. Saya sangat mengapresiasi kesediaan dan komitmen kolektif untuk bersinergi membangun NTT melalui pengembangan kelautan dan perikanan.

Oleh: Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si
Sumber: Fanpage Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si
×
Berita Terbaru Update