-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cara Memberantas DBD dengan 4 M Plus

Rabu, 26 Februari 2020 | 10:01 WIB Last Updated 2020-02-26T03:02:07Z
Cara Memberantas DBD dengan 4 M Plus
DBD (Ilustrasi; google)

Labuan Bajo-Fogging nyatanya bukan upaya utama mencegah penyakit Demam Berdarah (DBD). Bahkan, fogging bisa membawa dampak berbahaya.

Kepala Puskesmas Labuan Bajo, Vinsensius Paul, S.Kep mengungkapkan fogging atau pengasapan dilakukan dengan cara membunuh nyamuk menggunakan zat kimiawi. Tapi, tanpa disadari, penyakit demam berdarah (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan di masyarakat Indonesia. 

Karena itu ia menyarankan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, untuk menutup kesempatan perkembangbiakan nyamuk aides aigepty.

Hanya Setelah Kasus

"Perlu diketahui, fogging hanya dilakukan apabila terdapat kasus DBD di lingkungan yang bersangkutan. Secara proses, biasanya ketika ditemukan keluarga yang menderita demam berdarah, warga setempat segera melaporkan kejadian kepada kelurahan atau puskesmas terdekat", pintanya.

Vinsen menambahkan, setelah mendapatkan laporan dari warga yang menderita, Puskesmas akan mencari tahu apakah ada penderita atau orang yang diduga menderita DBD, dan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk pada area yang berjarak radius 100 meter dari penderita.

Bahaya Fogging

Vinsen mengatakan, fogging ternyata hanya mampu membunuh nyamuk dewasa bukan membunuh jentik nyamuk. Setelah fogging dilakukan, efeknya pun hanya dapat bertahan selama dua hari. 

"Tidak hanya itu, fogging yang dilakukan secara berulang-ulang dapat menyebabkan nyamuk kebal terhadap zat kimiawi yang digunakan sehingga dapat menurunkan efektivitas dari fogging itu sendiri.
Oleh karenanya, alangkah lebih baik jika fogging anda jadikan upaya lanjutan", ujarnya.

4 M Plus

Menurut dia, tindakan paling mudah dan murah mencegah DBD adalah dengan menerapkan pola 4 M Plus sekali dalam seminggu.

1. Menguras

Menguras wadah air seperti bak mandi, tempayan, ember dan tempat penampungan air lainnya agar telur dan jentik aedes Aegypti mati.

2. Menutup

Menutup rapat semua wadah penampungan air agar nyamuk aedes tidak dapat masuk dan bertelur.

3. Mengubur

Mengubur atau memusnahkan semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, bekas pecahan botol dan sampah plastik agar tidak menjadi sarang dan tempat bertelurnya nyamuk aedes.

4. Memantau

Memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk aedes berkembang biak. Jangan memelihara jentik nyamuk di rumah.

Plus :
· Tidur menggunakan kelambu

· Jangan menggantung pakaian

· Membubuhkan Abate pada tempat penampungan air

· Lakukan Gerakan Kebersihan Massal mulai dari diri sendiri

Berikut ini  beberapa tanda dan gejala Demam Berdarah Dengue :

a. Panas tinggi lamanya 2-7 hari

b. Nyeri Perut (ulu hati)

c. Pendarahan berupa bintik-bintik merah dikulit, mimisan, gusi berdarah. Dan yang lebih parah lagi dapat disertai muntah darah dan buang air besar disertai darah.

d. Tanda-tanda syok : lemah, kulit dingin dan basah serta tidak sadar. Jika terlambat ditangani, penderita dapat meninggal.

"Bila ada tanda dan gejala seperti tersebut,  beri minum sebanyak mungkin kepada penderita dan segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Ingat tidak ada obat dan vaksin untuk mencegah dan mengobati DBD", ujar Vinsen mengingatkan. 

Puskesmas Labuan Bajo didirikan 1 Juli 1970, merupakan Puskesmas Perkotaan yang terletak di Jl. Bidadari No.1, Kelurahan Labuan Bajo kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Jumlah penduduk 40.470, dengan wilayah kerjanya sebagai berikut; kelurahaan Labuan Bajo, kelurahan Wae Kelambu, desa Batu Cermin, desa Gorontalo, desa Golo Bilas, desa Nggorang, desa Watu Nggelek, desa Seraya Meranu, desa Pasir Putih, Desa Pasir Panjang, desa Papagarang dan desa Komodo. *(Robert Perkasa)

Sumber: Floresnews.net
×
Berita Terbaru Update