-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dengarkan Suaraku Vinsensia; Jarak Ini Luka, Rindu pun Menusuk, Sakitnya Di Sini

Kamis, 13 Februari 2020 | 18:43 WIB Last Updated 2020-02-13T11:54:32Z
Dengarkan Suaraku Vinsensia; Jarak Ini Luka, Rindu pun Menusuk, Sakitnya Di Sini
Cinta diantara jarak yang mencekam

(Vinsensia adalah sebuah nama yang lahir dari imajinasi penulis untuk mengungkapkan sebuah arti cinta dalam hidupnya)


Ijinkan aku memberimu suatu ruang dihati, sebagai bukti engkau adalah cinta sejatiku. Walau mungkin kita berjauhan. Tapi biarlah kalbu terus berbunga rindu. Mungkin kita tak selalu berjumpa, tapi yang paling penting selalu saling ingat dalam doa.

Ku pandang engkau dari kejauhan, menatapmu tanpa mengapaimu. Semoga kelak akan datang hujan, agar tangkai kembali tangguh menjelma. Dan kelopak kembali merekah indah. Bersama terbitnya sinar surya yang indah. Dan sampai kumbang datang menghampiri, dan melengkapi keindahan sinar rembulan dan bintang di malam hari.

Inilah puisi biru cakrawala tentang dirimu (Vinsesia). Agar kugenggam indahnya nuansa hati, tuk menyatukan jalinan asa dalam jiwa. 

Pad sebait puisi rindu ini, doa malam ku, untaian kata terlarik dari sanubari. Indah bagai irama nan syahdu mengusik sepi. 

Senjaku kembali keperaduanya.  Ijinkan aku memeluk mimpi bersama doa rindu malam ini. Ada kala  aku harus menyadari bersama malam dan sunyi, kini ku harus merankuh digelapkan malam. Langit pun kelam dalam tatapanku.

Burung malam seakan mencabirku dan cahaya rembulan pun enggan membelaiku. Suasana malam dingin diiringi gemercik, menambah malam makin mencengkam dalam rindu yang amat dalam. Hanya satu yang kumau, kau hadir menemani kesendirianku dan memberikan kehangatan disaat aku menginkanya.

Ujung penaku tak pernah usai mempuisikan namamu. Melahirkan anak-anak rindu yang kian menyesakan kalbu.  "Jaga hatimu buat aku". Bisikanmu waktu itu dari jarak yang terjauh, yang kini menjadi sekat atara aku dan dirimu.

Aku tahu bahwa jarak antara kita memang begitu sangatlah jauh, ribuan meter bahkan sampai puluhan kilo meter, seperti itulah jarak antara kita berdua.

Tapi satu hal yang perlu engkau ketahui, "cinta abadi itu tidak pernah menua karena waktu, dan takan mendua karena jarak". 

Cinta abadi itu selalu hadir membawa kebahagiaan. Sehingga jiwa ini terasa hidup dalam ruang kesempurnaan. Itulah yang mesti engkau ketahui Vinsensia. 

Akulah sang perindu itu, yang merindukanmu tanpa henti. Engkau harus tahu bahwa aku di sini, mengalunkan rindu yang resah. Aku disini selalu memuja bayangmu dalam mimpi, dalam rindu, bahkan dalam setiap syair-syair yang aku tulis. Semuanya tentang memuja bayangmu.

Kamu tahu bahwa aku di setiap jam, menit, bahkan detik, degup dan denyut nadiku, selalu menyebut namamu, menanti hadirmu dan memeluk rinduku.

Aku tak perlu menunggu ucapan cinta darimu, yang aku butuh hanyalah perhatian dan senyummu. Dan itu semua sangat cukup membuatku percaya dan tahu bahwa engkau mencintaiku. 

Aku mencintaimu semenjak aku mengenal dan melihatmu, kemarin, hari ini, besok, dan mungkin selamanya.

Jarak antara kita memang sangatlah jauh. Tapi saling menguatkan yang akan membuat hati kita tak akan pernah rapuh, dan mungkin janji-janji dusta tak pernah ada.

Jarak jauh telah membuatku mengerti arti dari sebuah kerinduan. Itulah manisnya sebuah cinta yang terjarak. Jarak juga telah membuat kita saling menyadari bahwa tak ada cinta tanpa luka, dan tak ada cinta tanpa rindu.

Tentang rindu yang mengusik hatiku, biarlah itu menjadi tanggungjawab. Dan jika kerinduan adalah sebuah jalan untuk mencapai sebuah kebahagian. Mengapa engkau termenung dan gelisah terhadap dia yang engkau rindui....

Air mata ini selalu mengalir menemami sepinya malamku. Meski aku kadang benci pada rindu yang selalu mengusik hati ini. Namun percayalah kebahagian bukan hanya milik dia yang hebat dalam hal menenagkan rindu.  

Aku memang bukanlah orang yang hebat dalam cintamu. Namun kusadari, aku tak akan berdaya tanpa kehadiranmu. Maafkan ketaksempurnaan cintaku ini. Yakinlah, aku ada bukan mengada-ada, bukan pula memalsukan cinta antara aku denganmu. Aku akan setia memeluk cintamu di antara jarak yang tak bertuan. Sebab engkaulah jantung hatiku...

Vinsensia, ini adalah sebuah surat kecil untukmu dari gubuk peradunku, aku mengucapkan salam rindu untuk mu disana.

Oleh: Agustinus M. Samuel
×
Berita Terbaru Update