-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kasih Sayang Sejati, Bangunlah Hatiku, Doa Dalam Secarik Puisi

Sabtu, 15 Februari 2020 | 18:51 WIB Last Updated 2020-02-15T11:55:28Z
Kasih Sayang Sejati, Bangunlah Hatiku, Doa Dalam Secarik Puisi
Ilustrasi diambil dari blog pribadi Yanuar

Kasih Sayang Sejati

Suami yang menikahimu
tidaklah semulia Muhammad
tidaklah setaqwa Ibrahim
pun tidak setabah Ayyub

Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman
yang punya cita-cita membangun keturunan yang baik

(Pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama)

Suami adalah nahkoda kapal
kamu navigatornya
suami menjadi rumah
kamu penghuninya 
suami sebagai guru
kamu muridnya
seandainya suami lupa
bersabarlah kamu memperingatinya 

Isteri yang kamu nikahi
tidaklah semulia Khadijah
tidaklah setaqwa Aisyah
pun tidak setabah Fatimah 

Isterimu hanyalah wanita akhir zaman
yang punya cita-cita menjadi isteri
yang sholehah

(Pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama)

Isteri menjadi tanah
kamu penaungnya
isteri ladang tanaman
kamu pemagarnya
isteri bagaikan anak kecil
kamulah tempat bermanjanya

"Sayangilah isterimu
dengan ketulusan hatimu... "

Bangunlah Hatiku

Buatmu di mana hatimu telah tertidur 
bermusim-musim lamanya
bermimpi tentang cinta
memimpikan tentang  rindu 
bangunlah kekasih dari mimpi panjangmu itu

Cinta bukanlah mimpi
rindu bukan bayang-bayang 
sesungguhnya semua itu nyata untukmu dan hatimu
begitu juga aku adanya
bangunlah dari tidur panjangmu
haruskah ku kecup bibirmu? sampai engkau terbangun
dan hatimu tersadar dari alam mimpimu itu
agar engkau sadar bahwa cinta itu nyata dan ada buatmu

Aku selalu menunggu dengan sabar di hadapan hatimu yang sedang lelap tertidur
berdoa di hamparan altar takdir sampai kamu terbangun

(Sesugguhnya cintaku selalu berada di sisi hatimu...)

Kekasih, dalam gelap dan terang hari sukmaku selalu berjaga di sisimu
dengan ketelatenan rasaku
aku menunggumu untuk memulai awal kehidupan cinta yang baru 
melalui musim demi musim bersama
melukiskan cinta berdua pada dinding waktu zaman 
biar nanti menjadi warisan kenangan cerita manis untuk 
anak keturunan kita nantinya 

Bangunlah dan bangkitlah hati yang penuh kelembutan
dari mimpi-mimpi indah yang tak akan pernah berkesudahan

Mari menata rindu dalam hati lalu merajut bersama 
dengan sulam-sulaman benang kasih sayang 
hingga di akhir kisah kehidupan kita berdua, sayang

Aku memang bukan pangeran tampan seperti di dalam cerita dongeng
aku hanyalah seorang lelaki sederhana akhir zaman
yang mencintaimu dengan kesungguhan hati
dengan segenap jiwaku hanya untukmu seorang saja, sayang

Kasih Sayang Di Sepanjang Waktu 

Seorang suami mempunyai kewajiban kepada isterinya
dan seorang isteri mempunyai kewajiban kepada suaminya 

Suami adalah pakaian isteri
isteri adalah pakaian suami

Syurganya isteri ada di suami
syurganya suami ada di isteri

Saling berkasih sayanglah kamu dengan pasanganmu
dengan kemesraan sepenuh hati 
saling mengingatkanlah kalian dalam kebaikan
di sepanjang sisa waktu hidupmu...

Doa Dalam Secarik Puisi
(Lelaki berwajah puisi) 

Hati-hati menulis puisi 
kerna puisi dapat menjadi doa
ketika dituliskan dengan rasa terdalam dari relung hatimu
karna Tuhanlah, Sang Maestro Syair sesungguhnya

Rindu yang dilafazkan pada sepi suasana 
dituliskan pada dinding-dinding sunyi malam
kadang itulah doa dalam diam perkataanmu
walaupun rindu kadang tak bertuan
tapi Tuhan tahu kemana rindu akan ditujukan
lalu ditempatkan pada sebuah hati
yang sedang rindu merindu kehangatan murni kasih sayang...

Puisi dapat serupa doa
ketika kau tulis dengan penuh pengharapan kepada takdir nasib hidupmu
pengharapan kepada sebuah hati yang mencintaimu
karna Tuhanlah Maha Penentu takdir bagimu 

Apa yang Kau Cari di Langit Jiwaku

Apa yang sedang kau cari :
di atas batas langit pagi jiwaku?
ketika awan gemawan mendung sedang menyelimuti sejuk cakrawala di awal hari
dan ketika aku sedang menikmati secangkir kopi hitam panas rancikanku sendiri
sambil menikmati harum aroma wangi tembakau sebatang rokok kretek

Apa yang sedang kau cari
di atas batas langit siang jiwaku?
ketika matahari sedang bersinar terik
di puncak waktu hari
tiba-tiba saja hujan deras jatuh turun membasahi kaki t'latah tanah bumi

Apa yang sedang kau cari
 di atas langit petang jiwaku ?
ketika senja telah hadir di batas sunyi hari
dan angin berhembus dingin sepi di hadapan daun jendela hatimu...

Apa yang sedang kau cari
di atas batas langit malam jiwaku?
ketika sasadara hadir memancarkan bening cahaya purnama
di ruang kesunyian malam
ketika rasa sepi datang diam-diam merambat ke dalam relung hatimu...

Apa kau sedang mencari Tuhan atau malaikat? 
kalau kau sedang mencari Tuhan,
Tuhan sudah pergi dan kembali pulang
ke atas mihrab langit bersama para malaikatNya

(Selepas subuh tadi...)

Apa kau hanya ingin mencari tahu tentangku dan rasa kasmaran di dalam hatiku...?
engkau tak akan pernah bisa
kerna telah kubekukan
lalu kukubur dalam-dalam di dasar terdalam lubuk jiwa

Apa kau ingin tahu rerasan s'maraku
sedang ku tumpahkan dan ku luapkan kepada siapa... ?
rerasan s'maraku telah kumati surikan
dari dalam degug jantungku

(Aku sedang menyepi sendirian di bawah langit senja hatiku )

Apa  kau ingin mencari tahu tentang cintaku ?
sesungguhnya cinta lamaku telah mati di dalam hatiku 
"Apa yang sebenarnya sedang kau cari di atas batas langit jiwaku... ?"

Oleh: Eko Prakoso 
Penulis lahir, di Jakarta, 6 Maret 1971. Beliau tamatan Fakultas Hukum Universitas TRISAKTI, Jakarta. Banyak karya sastra yang ditulis baik di media online maupun media cetak, seperti buku Antologi Puisi tunggal: LELANANG ING JAGAD yang diterbitkan oleh Penerbit TERAS BUDAYA. Penulis juga sedang mempersiapkan pelacuran buku puisi kedua yang berjudul AKU MENGGUGAT ZAMAN. 
×
Berita Terbaru Update