-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kebahagiaan Misionaris

Kamis, 06 Februari 2020 | 17:46 WIB Last Updated 2020-02-06T10:46:21Z
Kebahagiaan Misionaris
Pater Tuan Kopong bersama umat 

Misionaris, ketika mendengar kata ini yang terpikirkan adalah imam atau siapapun yang diutus ke tanah misi atau juga ke daerah atau negara lain yang jauh untuk melayani banyak orang.

Sebagai seorang imam ada yang disebut sebagai misionaris domestik (misionaris yang melaksanakan tugas misi di satu daerah dalam satu negara) dan juga misionaris luar negeri artinya misionaris yang diutus ke negara lain. Baik domestik maupun luar negeri tugasnya sama yaitu melayani dan mewartakan Injil Kabar Sukacita serta Kerajaan Allah.

Banyak misionaris baik domestika maupun luar negeri yang diutus ketempat atau daerah dan negara yang serba kekurangan. Harus berjuang bertahan hidup, bertani, beternak bahkan harus menerima keadaan dan resiko perutusan tanpa ada jaminan uang saku atau kehidupan yang jauh dari hiruk pikuk dunia digital, puskesmas atau rumah sakit.

Bahkan banyak juga yang mengalami keadaan di mana mungkin untuk mandi pun sangat kesulitan bahkan makan apa adanya seperti yang disantap oleh umat yang dilayani. Rumah pastoran ataupun gereja apa adanya bahkan ada yang harus melaksanakan misa di halaman terbuka karena tidak ada gereja.

Tapi mengapa banyak misionaris yang bertahan bahkan merasa krasan dan selalu rindu untuk kembali ke tempat perutusan itu. Ada rasa kangen atas semua pergulatan yang dialami bahkan justru mengalami sukacita, kebahagiaan sejati dan imamat justru dikuatkan diteguhkan oleh situasi misi yang serba terbatas dan kekurangan?

Dari setiap pergulatan dan perjuangan ditengah segala keterbatasan, kebahagiaan sejati seorang misionaris adalah mensyukuri dan mencintai situasi “penderitaan” sebagai jalan mencintai Tuhan, sesama dan pelayanan sebagai seorang misionaris.

Manila, 5 Februari 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update