-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kisah Pemuda 24 Tahun Raja Ndege (Porang) Manggarai Barat (Bagian -1)

Kamis, 20 Februari 2020 | 04:55 WIB Last Updated 2020-02-19T21:55:40Z
Kisah Pemuda 24 Tahun Raja Ndege (Porang) Manggarai Barat (Bagian -1)
Ignasius Musa (24). Pemuda dusun Rangat, desa Wae Lolos, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Ignasius Musa (24). Pemuda dusun Rangat, desa Wae Lolos, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Ia lahir di kampung Rangat 24 tahun silam, tepatnya pada 28 Maret 1995. Namun sangat menyedihkan, tangisan pertamanya merupakan tangisan perpisahan selamanya dengan sang ibunya, Maria Afila. Kabut duka menyelimuti bayi ini ketika ibunya  meninggal dunia sesaat Mus dilahirkan ke dunia ini. Anak laki-laki itu pun hidup yatim sejak hari pertama dilahirkan. 

Ia anak bungsu dari dua bersaudara dari ayah Hermanus Adi dan ibu Maria Afila (almarhum) asal kampung Rungkam, desa Tanjung Boleng, kecamatan Boleng. Kakak kandungnya bernama Jeny (kini sudah berumahtangga).

Sepeninggal ibunya, Jeny dan Mus tinggal bersama sang ayah dan ibu tiri, Felomena Jau, asal Lempe-Damot/Poco Dedeng, kecamatan Lembor.

Dua tahun usianya , dukacita kembali merundung kedua anak itu. Tepatnya pada 11 Nopember 1997, ayah mereka pergi selamanya. Meninggalkan Jeny dan Mus sebatang kara. Ayah mereka meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Werang-Bambor, tepatnya di sekitar kampung Lara.

Sejak saat itulah kedua anak itu hidup yatim piatu. Beruntung mereka masih punya banyak keluarga di kamoung itu. Jeny dan Mus tinggal bersama mama tiri. Juga masih ada  bapa kecil (adik kandung ayah) opa-oma tanta serta keluarga dekat mereka di kampung Rangat. 

7 tahun kemudian, Mus masuk sekolah dasar SDN Rangat. Mus salah satu dari sekian murid menjadi angkatan pertama  di kala SDN Rangat berdiri.  Se telah tamat SD, Mus kemudian masuk SMP Negeri 1 Tondong Raja, kecamatan Mbeliling sekarang. Pada saat kelas 3 SMP ia sering sakit hingga tidak sempat mengikuti ujian akhir di sekolah tersebut.

Sejak saat itu hingga kini, Mus tinggal di kampung Rangat. Berkerja sebagai petani. Sementara kakak kandungnya, Jeny telah menikah dengan orang Nuri-Kempo, desa Kempo, kecamatan Mbeliling. 

Oleh: Robert Perkasa
Editor: Silvester De Gea
×
Berita Terbaru Update