-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kumpulan Puisi Terbaik Fajriudin

Sabtu, 22 Februari 2020 | 05:46 WIB Last Updated 2020-02-21T22:46:52Z
Kumpulan Puisi Terbaik Fajriudin
Ketika sang penyair bergumul dalam kesendirian

KURSI MELAYANG 

Kursi bertaruh tahta
Mengkoyolkan nalar bersendi lidah meludah
Kemana prilaku nyiur membusuk.
"tidak..pan..tas" dan "amanah paduka amuk nista"
Kutulis bait sebagai tantangan atasmu..

Dimana nurani suci sinar matahari yang tajam..
Ternyata...
Pudar dan padam tertutup prilaku nista bernalar tahta yang hancur berserakan..

Apakah awal pemberontakan
bermuram nista dan pilu..
Patahkan belenggu petuah tiranis demi "amanah penderitaan negeri"

Paduan amuk dan lidah nista
ilusikan ikatan tradisi bejat..
"Mendaulat benar pada diri dan mengkubur pretasi capaian yang lain"..
Bahkan atas nama "demokrasi", membangun tirani politik nepotisme..

Kutulis surat ini
Saat darah kesantunan menggelegak di dada
Membajak lidah mulut
berapi ganas di tangan "partai amuk berebut kursi"..

Pedang keadilan telah memitologi 
Perisai kebenaran telah dirobek paduan anak meng-aminu kepaitan dan tipu.. 

Hadapi realita
Jangan lagi memata sadis sebelah..
Sembunyi diri lebih  beradiluhung, ketimbang merobek langit persada..

Dulu..
Tak ada aral yang mampu merintang
Semua yang menghadang keterjang
Pudar
Buyar ikatan nurani

Kini berhamburan berpolitik brutal Segera bersanding pada lubang pusara
dan
mati tertusuk pilar sinar sendiri..!

Barathayudha harus terjadi
Untuk menguji ketulusan hati
Di padang rumput politik sudah tak bernyawa lagi
Kurawa reformasi pupus mati tercekik sendiri
Tiada mungkin menggerung irama politik  kebenaran

Partai arogansi berebut tahta
Hilang adab dan kesantunan persada..

TETESAN MATA AIR JERNIH

Air jernih
tidak mungkin didapat dari alat sulingan yang kotor..
Air mata tobat tidak akan bermankna dari  diri yang melumat kotor..
Menanam buruk tidak mungkin memanen baik
Pura pura baik
akan ketahuan kemudian "wajah dan kilaunya yang resah"..

Lidahmu urat nadimu
Lisanmu aurat jiwamu
Tetes mata air berhati jernih tanda ikhlas rela dan kegigihanmu

Akhlak amal baikmu
Menjadi bekal manis dalam langit sorgawi.. !

Kuasa tahta harkat taraf doa dan jejak
arungi langit bumi !!

TRAGEDI TENGAH MALAM

Berbekal mussiu berbambu kota
Tragedi kupu-kupu terbang menyiluman 
Tegap tersenyum bengis
Meraba petuang kosong mentragis

Dengan lengan yang mengepal
Meluka setiap sasaran "siapa mangsa"..

Terluka bangsa 
Bekas cambukan hentakan rantai-rantai politik
Membelah hati nurani dan akal sehat..
Mengapa dunia semakin mengejam 
Mengapa waktu menyisiksa tanpa kata
Kenapa nurani belia memenggal cita ceria...
Apa hanya karena politik tidak melayani nurani kearifan..

Pola kata "bajingan"
menjadi pembenaran..!
Pertaruhkan kehormatan
Hingga membelah misiu kota-desa dengan tangisan tak bersudah

Kepalan demonstrasi
Ekpresi makna kebuaasan
Pelayan-pelayan politik ikuti sang petuah tuan..

Hari-hari hanya meratapi perut menjerit kelaparan
Waktu-waktu hanya meresapi makna tanpa kata
Pagi-sore hanya menengadah ada mukjizat "kata nurani" yang arif..!

Kepalsuan yang merajalela
Membungkus arogansi politik bengis...
Harmoni yang harus di jaga,
sebagai ibu  pelindung 
tanpa asa,
yang ada dan terjadi
"kebengisan tragedi"..!

Hilang cita menjadi debu sia -sia
Gelap akhiri gemerlapan sinar-sinar di langit
Deru usilan bambu kota yang penuh bintang..
Berubah menjadi siulan sunyi menyayat dan menyiksa...

Hati ini harus meradang
Ratapi kehidupan yang menerjang..
Senyum manis telah tiada
Adalah luka yang tergores membusuk
Jalani tragedi malam penuh sampah kebengisan..

Dialog lidah bertuhan
guratan rintihan di warung-warung recehan
Diantara mega gedung mensorga..!

Setelah pulang
Ia duduk sepanjang waktu menangis...
Perjalanan malam sunyi membelah hutan jatiroso wonogiri
jalan liku berbelah bambu..
Lalu memandang
Takdir yang tertulis
Di lembah-lembah rintihan cita insani yang tersingkirkan..!

Majlis suci tempat meradang bulu kuduk,
tiada kelembutan,
drap langkah kaki kuda terpicu pedati kesombongan,
dan deru lonceng kegundahan..!

Sungguh kau pahlawan..
Jalani dan hadapi zaman..
Pupus cita di lembah tebing ganasnya pantai laut selatan..
Kini..
harus eksis tanpa deru cela dan kecongkakan..

Yakinlah
Tuhan beri yang terbaik...!

SETIA DAN RINDU

Saat umur telah mewindu
Tersandra cinta dan rindu
Nestapa kata menjejak masa indah
berlalu
Mengapa hasrat bernostalgia tumbuh
Kini..
Nyata setia telah ada dalam pangkuan bahagia disana..

Dunia mungkin berbalik
Dada menyilam masa romantik
Menyulam detak kenang yang masih mematri..

Biarlah kenang lalu berlaku
Seiring menghilang ditelan waktu

Ladang sahara bertemu sukma merindu selalu
Sesewaktu tergelincir dalam lamunan
memicu ikhlas
doa sahdu bertalu

Lalu indah
lalu ceria
lalu nostalgia
lalu modal mendoa

Kini semua sama
Kini sama semua
Kini bahagia ceria
Kini setia menyata

Rindu menyetia
Setia merindu
Cinta rindu  tetap setia
Rindu setia..angan membara

Pula..terbatasi jarak hati dan masa
Bahwa aku tak pantas menderma 

Memodal wajah untuk nyulam indah kembali
Bersama detak yang mensukma..

Rindu memimpi..
Doa untuk semua
yang perna  mendesah dan mendera jiwa..!

HARGA NURANI KERINDUAN

Rindu mengheyak dan menyerpih, retakkan hati nurani, 
narasi nyanyian rindu yang indah, 
seakan menanyakan masih tetap abadikah hari esok..

Langit negeri terhiasi bintang indah,
bumi terhiasi pohon dan bunga bunga mengaroma..
Suara suara pipit menjadi saksi narasi kerinduan;
dan desahan daun tersapu kabut dan angin pagi
janjikan tetap ceria..

Senja pun masih terracik  intrik lamunan demi 
gemulai syahdu, guna hilangkan kerinduan..!

Sekian waktu ..
Bertaruh pada bait kata yang menuranikan kerinduan..
dan
Hanya berlabuh lewat pandang bingkai foto 
berbunga mawar merah yang menyuara keanggunan, kelembutan dan seyuman..
Semua memagnit diri terbuai sumber kasih...

Kemana jentik jemari kecil manis ini harus 
memetik seyum seyum bunga mawar dalam beranda bingkai cantikmu..
Daun daun hijau wajahmu mendengungkan zikir tasbih suci
dan kesalehan..

Aroma daun mawar melambaikan aroma guna hilangkan lusu lesu dan layu..
Agar  gesit  tatap mata mawar harumku selalu pandai bicara..

Seiring hari hari tambah rindu 
Menoreh relung relung hati yang terdalam..
Katup clotehan narasi para pujangga bak 
blukar safana kering yang terhembus badai panas..
Akankah mehanguskan kerinduan ini..

Aku rindu indahmu
Aku bagian sayumu
Aku rindu bait bait syair syair indah dari jemari baitmu 

Sungguh pujangga ..
Bait yang kau lantunkan 
menarasi rindu insani..
Rinduku
Rindumu
Sapamu
Setiaku

Tuhan damaikan hati untuk raih kasih
Agar bibir basah ini pandai 
mensyukuri jutaan luas nikmat-Mu..!

Anggun lembut satu hamba-Mu.. 
Mengantarkan nyanyian rindu untuk selalu berdoa pada Ilahi..
Tuhan jaga adanya dengan syair yang hiasi langit melangit 

Rindu ini
menzikirkan dan mendoa demi semua..
"Betapa sahdu syairmu..
membuat rindu akan menyemai  selalu.."

Rindu ku rindumu
Resahku resahmu
Seyumku manismu
Syahdumu bahagiaku..!

MELUKIS WAKTU 

Waktu bergulir penuh
Ikhlas
amanah
kasih
lembut 
sabar santun dan sesuai hukum alam..!

Demi waktu
Selalu berganti
Tiada pernah henti
Tiada akhir terakhiri

Kau utusan Tuhan
Bergerak lalu jauh ke depan
Semua bergulat dalam roda gerak waktu
Tanpa tahu akhir 
Selalu terbuai dan tersihir..
Kau berjalan tiada terkejar
Kau tersiakan akan melumat/menggilas/ menghajar penuh wajar

Menolak gerakmu
terbunuh
Gerak waktu sebagai seting hukum alamimu
Jalani dengan sikap prilaku ikhlas,
nalar alami insani,
jalani penuh alami dan jalani sebagai mahluk Ilahi..!

Waktu mesisakan galau
Airmata parau
Tanpa tahu sebab menggundah
Tiada tahu sebab akibat yang terasa

Waktu menyayat bagi "tak tahu diri"..
Waktu berakhir memayat setiap diri yang bernafas
Waktu melaknat bagi semua yang memurka Ilahi
Waktu menghikmat pada semua insan sepenuh hati..

Tiada mampu melawan waktu
Mungkin diam bisa redam 
Terima apa yang adanya kehendak pemilik-Nya
Tanpa ada benci dan amarah diri..

Sabar ikhlas tak terbendung
Waktu melapang
Menuntut jalani peluang
Jalani tempuh penuh "mengerti dan meberkahi"..!

Sudah waktu lalu tiada sempurna
Hina dina diri telah hadapi terima
Menyadari
Meroda jalani gerak waktu dengan alami....

Ikhlas akan jalan-Nya tawakkal,
hati damai,
penuh semai,
seyum terurai,
penuhi arah gerak Ilahi,
buang detak urat kecewa..!

Sadari..
Membenarkan berarti menyadari..
Terima sebagai iman jadi doktrin..

Maknai gerak waktu
bertaruh nalar
menjadi bimbang dan menyakitkan..

Iman hadapi rahasia waktu..
Kontruksi meraih benar dan baik..
SELAMAT..!
Waktu mentitah setiap hamba
Meraih sorga..

CINTA BERSEMI 

Puncak gunung rinjani
Awal cinta bersemi
Ukiran indah yang mematri hati
Gubahan alunan asmara mensimponi

Bertahun telah terlewati
Ingat mengingat jejak bekas sisa kembali

Cinta dulu mengukir rinjani
Hilang terhapus angin sepoi tak direstui...

Kini ku jajaki kembali puncak rinjani
Kenang cinta terukir lagi
Kenang cinta pernah terpatri

Sukmaku..dimana kau gerangan
Jejak Puncak rinjani tertaruh blukar hampa hati nurani

Relung nurani terbakar panas...
hidup tanpa embun desahan hati...!

Sukmaku..
bila kau sempat nyimak desahan jiwa ini..
Segeralah lantunkan doa..
modal membuang lunglai

Sukmaku..
bila cinta masih terpatri dlm jiwa nurani
Sapalah dan sebutlah dlm mimpi..
aku dan kau 
sehati selamanya..

Sukmaku..
bila alunan kasih  masih mendayu dalam dirimu
Yakinlah cinta terahmati flm fitri ilahi..
kan menyatu di alam sorgawi..!

Sukmaaaaaaku..!

PRILAKU SAMPAH MERACUNI BUMI

Langit menggelap
Bumi mengurap
Rapuh merayap
Sampah prilaku polah
Prilaku sampah membiasa

Prilaku sampah penuhi ladang sungai lautan
Bunuh insan nafas terpenggal
Membumi sampah Melimbah 
Meracuni kehidupan
Sampah kota desa
Sampah lidah tak bertulang
Sampah tahta penghianat
Sampah nalar menyimpangkan dan menculas..!

Lautan sampah menghampar
Barang busuk yang terlempar

Nafas nafas tersumbat bau busuk
Jiwa merisau alam yang terkutuk
Nalar membual penuh tipu..

Tuhan ...
Inilah akibat prilaku kami
Merusak
Mengotori semua;
Nadi mata air nan suci
Sepoi angin mentari
Ombak lautan bahari
Rusak oleh tangan prilaku sampah

Tuhan ...
Semua tidak lagi mengerti
Bagaimana bumi kembali asri
Bagaimana keserakahan teratasi

Tuhan ...
Hidayahi langit bumi
Ingin hidup sejuta tahun lagi..!

LOGIKA MAKNA DALAM SASTRA

Sastra ekpresi narasi nalar dan nurani tentang "ada" secara logis
Menarasi  dengan bahasa yang simpel dan indah manis

Sastrawan berkilatkan kata
menyinari
Zikir dan tasbih melalui analisa stori, histori, heroik, imajinatif dan romantisisme..

Sastra penuh berlogika kritik
Hasil nalar-nalar imajinatif yang dinarasi dengan logis substansial

Orientasi sastra bagian akar nalar holistik kritis
untuk sampaikan pesan- pesan kemanusiaan..

Sastra kreatif amat substansial tentang  f
enomenologi yang "memateri dan immateri"..!

Sastra proses proses narasi dengan ketajaman
Reaksi logis
Ilmiah
Terstruktur teoritis
Kesimpulan analisis solusif..!

Kritik sastra bertumpu pada
Konsepsi ide
Kontruksi bahasa
dan Orientasinya..!

UNTUKMU SANG PUJANGGA

Indah lengkapi arti sehati sebagai buah bait persahabatan,  
dengan doa yang tidak menista, tidak fitnah dan tidak arogan..
Untukmu Sahabat 

Indah melengkapi arti sebuah persahabatan, doa sejuk, 
sapa kasih, narasi brilian cerahkan,
dan walau tiada nyata kau ada.

Tulus ikhlasnya doa terasa melangit, 
bintang rembulan turut sampaikan salam

Silahkan mengubah nama..
asal jangan berubah hati..

Menunda amal kesalehan karena menanti masa yang tepat 
termasuk tanda-tanda kedunguan..
Kedunguan politik menjastifikasi amal masa benar-salah 
berdasarkan asumsi ego  semata..!

Yang diemban kitab suci adalah menyiarkan agar semua pihak 
mengikuti perintah Tuhan..
bukan maksa ikuti jalan benar menurut "pandangan kita"..!

Iman saja tidak cukup..
Iman harus dibuktikan dengan perbuatan
Iman-amal soleh jalan sakses santun sorgawi..!

TAPAK SELENDANG KASIH SELALU MEMATRI HATI

Rembulan tertindih bantal
Saat mentari redup malam memintal
Tapak kasih masih mengisi sudut hati Rongga asmara selalu 
ada meski meluang sepi

Deru angin sepoi selalu mengusik nada-nada sunyi
Selendang cinta selalu mengalungi relung palung nurani

Akan adamu di senja waktu
masih tersimpan dan membeku
Semua rapih tersimponi
Sesaat akan mengurai
sewaktu mencair basahi pipi kerinduan
Sesekali air mata penuhi kolam kelopak mata 
Bak mata air terbuang raib menyedih
Tersayat "maaf" yang belum bersudah..!

Begitu indah tapak kasih bersemayam di relung hati
Nama terukir dalam di dada ini
Menemani kemana pun aku pergi
Buaian sakti ketika sakit mendera diri
Tapak anggun masih mematri bertahta di sanubari

Wahai tapak kasih menderu syahdu ...
Walau hanya berpetuah lewat bait mensimponi 
Mentuah ceria bahagia yang terasa
Telusuri dan tersapu hati 
tersentuh derai api sangat menghangatkan

Sesaat sunyi sepi perlahan hilang
terbuai kerinduan yang tak berujung..
Masa lalu biarlsh berlalu
tidak mungkin terjalani ulang kembali...

Seutas tali tapak kasih terkenang
Sisa sapa senyuman  buat tetap nyaman 
Mata sayu yang tenang
Suara yang nyaring bersih dan sahdu
Sering meluka harus mengisi relung hati
Terseyum dalam diam 
merenungi yang terjadi dan jauh berlalu...

Tapi sudahlah ...
Cukup tersimpan
Kenangan terindah yang pernah terukir bersama
Doa tersemogakan bahagia dalam singgasananya

Sering teriris nalar dan mempetuah
"Tak usah lagi perdulikan masa lalu"..
Buang bersih tapak yang akan selalu membuah kerinduan
Jangan melukai diri terinjak tangis rembulan yang selalu meremang senja..!

Namun apa dikata
Tapak kasih masih menjejak tanpa terluka..

Doaku untukmu..
Maaaaafkan..!

NYANYIAN KASIH SUCI 

Daun-daun melantun nyanyian rindu
Angin napas merasuki hati,
mengalirkan iba rasa, dan meluang kasih

Lewat desah ranting-ranting daun mawar yang mengering,
nyanyian cinta santun
menggema dalam relung relung sukma,
mengukir risau laku, mengusik kesunyian belantara  batin 
di tengah deru angin belliung di 
senja pagi yang terselimuti kabut dingin

Nyanyian dedaunan tua, narasi alami yang merengguh, 
merdu, sapaan lembut selembut cahaya suci pagi..
Resapi nyanyian kasih mengasih akan asih yang indah ini.

Sukma sukma di alam lain risau, iri dan senang dengki, 
resapi dan sentuh lirik nyanyian daun daun mawar tua yang 
jatuh berhamburan sembari suyikan kesedihan yang tiada  lagi memakna.
Nyanyian daun daun tua, menyentuh asa, 
terobati oleh embun pagi dan pelangi mensyahdu

Biarlah daun daun mawar tua layu, terinjak, 
terbuang dan terbang dalam sapaan limpahan sinar mentari yang 
kan segera menghangat.

Syair syair menyanyikan renungan dan 
melukiskan kesunyian dalam kebisingan senja
Keluh kebenaran rindu yang diulang-ulang sebagai 
gubahan mimpi dan kesadaran cinta yang menarasi lewat 
keributan daun daun yang terbawa badai angin  semilir pagi

Syair syair yang menggerungkan sinis atas nyanyian daun daun mawar tua 
yang tersayat dan terluka, menjadi alunan angan yang mengindah dan 
jadi koleksi suara doa yang menfakta..

Alam wajah negeriku indah, cantik, ganteng, elok, lebai, dan asri lestari 
sebagai bumi di sorga..
Bersimpuh dalam pangku asmaramu 
menambah indahnya sorga di bumi ini..

Zikir cintaku untuk para cendikia..
Zikir rinduku untuk kau yang mematri rindu...

TIKUS-TIKUS LAHAP TERTAWA DI LUMBUNG PADI

Tikus lepas terseyum
Melenggang dalam kerakusan 
dan meluas semai kerugian insani..

Bahtera pembawa padi tidak mampu menjaga,
terkoyak dan
terhempas ombak

Bahtera pelindung padi tidak mampu lagi hadapi amuk ombak berbuih..
Padi lambang ketercukupan
dan kesejahteraan

Tikus lambang pemusnah
jenis hama ladang cepat membiak..

Prilaku tikus membusuk
dan mengancam urat nadi nafas  insani..

Kini..
Bahtera pembawa padi terhempas ombak
Petaka bagi urat nadi nafas pulau tujuan
Tiada lagi memasti harapan
Guna melukis indah di langit peradaban..

Tikus lahap
tertawa lepas
penuh leluasa..

Seiring bahtera padi tak bernyali lagi
Detak'detak nafas tiada leluasa bagi insan pertiwi

Kini..
Persada tersesak sendi-sendi hingga setiap dada
Nyawa pertiwi tercabut sia-sia
sebagai akibat hempasan badai..

Menabur angin
Menunai badai

Tikus liar bebas..
Segera..
"Ayam mati di atas tumpukan padi"....

Oleh: Fajriudin
×
Berita Terbaru Update