-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mengaku Kilaf Menuntut Perubahan Nyata demi Keadilan dan kedamaian Rakyat

Selasa, 11 Februari 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-02-11T16:08:25Z
Mengaku Kilaf Menuntut Perubahan Nyata demi Keadilan dan kedamaian Rakyat
Sekjen Kemenag, M Nur Kholis Setiawan. (Foto: Ist.)

Fakta Kementerian Agama menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bimas Katolik dari agama lain menunai pro dan kontra di kalangan netizen. Posisi Plt itu ditempati oleh M Nur Kholis Setiawan, yang juga Sekjen Kemenag sejak Dirjen Bimas Katolik sebelumnya, Eusabius Binsasi pensiun pada Juli tahun lalu.

Melihat fakta persoalan tersebut, masyarakat Indonesia mencurigai permainan politik yang tidak adil. Paham fanatisme dan fundamentalisme agama menjadi dasarnya.

Namun kekuasaan dan keganasan politik yang terselubung tidak dapat bertahan lama. Segarang-garangnya harimau menerkam, dia tetap terperangkap. Secerdik dan selicik apapun permainan politik yang menindas, pasti ketahuan dan ketangkap juga. 

Penunjukkan Plt dari pejabat Muslim dilakukan karena tidak ada pejabat beragama Katolik di Kemenag yang secara struktural berpangkat eselon satu. Pertanyaannya, apakah alasan itu cukup kuat untuk mengambil kebijakan yang berdampak besar bagi kebhinekaan dan keikaan Indonesia. 

Kecerobohan dalam mengambil kebijakan dan keputusan tidak hanya meruntuhkan nilai kesatuan dalam keberbedaan, tetapi juga menjebakkan diri dalam jurang. 

Mengaku kilaf memang jalan lebar yang indah, namun hal itu belum bisa memulihkan luka para pemeluk agama. Mengaku kilaf bukan sekedar perkara kata-kata indah yang keluar dari sepasang bibir, melainkan menuntut pertobatan yang merupakan perubahan cara berpikir yang berlandaskan Pancasila. 

Mengaku kilaf menuntut perubahan nyata yang terwujud dalam kesadaran dan pengetahuan sejati tentang belaskasih. Maksudnya, menag atau apapun namanya atau siapapun dia, mampu menomorsatukan kemanusiaan, keadilan dan kebaikan bersama agar kedamaian dan keadilan sosial itu menjadi harmonisasi yang indah diantara berbagai perbedaan. 

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update