-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Nasihat Abunawas: Ubah Cara Berpikir Anda, maka Dunia Anda Berubah

Kamis, 13 Februari 2020 | 21:07 WIB Last Updated 2020-02-13T14:39:46Z
Nasihat Abunawas:  Ubah Cara Berpikir Anda, maka Dunia Anda Berubah
Abu Nawas

Di istana Kerajaan, orang tahu, kalau dia adalah anak seorang perdana menteri. Sebagai anak perdana menteri, sebenarnya, sebagaimana anak pejabat lainnya, suka sombong dengan sesamanya. Tetapi Abunawas sangat berbeda dengan kawan-kawannya itu. Abunawas paham, apa yang perlu disombongkan di dunia ini? Kalau mati, iya, kekayaan tak akan dibawa ke kubur.

Lalu di masyarakat banyak, orang mengenal Abunawas, anak orang kebanyakan. Mereka juga tahu, meski dia anak kebanyakan, dia orang cerdik pandai, iya orang cerdaslah. Selalu bersama dengan masyarakat, bukan dengan mereka yang berada di istana, padahal dia anak seorang perdana menteri. Masyarakat malah tidak tahu kalau Abunawas itu anak seorang pejabat tinggi.

Karena cerdas, dia selalu dimintai wejangannya oleh masyarakat. Dan karena dia selalu dimintai untuk berceramah, dia selalu mengadakan kegiatan kontemplasi demi memaknai hidup dan kehidupan di dunia. Bahkan dengan kecerdasannya itu, dia juga selalu mengadakan penggelandangan imajinasi demi menghadirkan rasa bahasa yang indah, sehingga dalam berkomunikasi dengan sesama, dia selalu diterima masyarakat. 

Dia juga mengakui bahwa dalam hidup tidak luput dari cemooh orang lain. Itu biasa, kata Abunawas ketika dia berceramah, “banyak orang yang tidak senang dengan kita, tapi tidak sedikit orang yang suka pada kita”, premisnya di depan peserta seminar.

Kecerdasan yang dimilikinya, dia aplikasikan dalam keseharian. Dari penggeladangan imajinasinya, dia selalu menyimpulkan sesuatu berdasarkan intuisinya dalam membaca isyarat alam. 

Dia pun menyimpulkan fakta kehidupan di dunia. Baginya, alternatif hidup kita di bawah kolong langit ini, dapatlah disimpulkan dengan dua saja: kalau tidak bahagia, maka menderita.

Pertanyaan penting yang diajukan,“Maukah kita menderita?” Jawabannya, tentu tidak! Nah, biasanya, ketika kita dihadapkan pada persoalan hidup, muncullah kekhawatiran. 

Mengantisipasinya, perlu menghadirkan kepastian dan keyakinan. Sebagaimana diketahui, kepastian adalah hal-hal terkait dengan pasti, lalu keyakinan terkait dengan hal yakin. Konkretnya, jangan pernah khawatir apalagi meniadakan keyakinan dalam hidup. Ubahlah cara berpikir jika kita tidak mau dibodohi pihak lain....

Untuk menuju pada kepastian dan keyakinan yang disebutkan di atas, terutama dalam menghadapi kondisi yang carut-marut seperti yang dihadap negeri kita sekarang ini, memang dibutuhkan pencerahan berkesinambungan dari pihak-pihak yang berotoritas dalam bidangnya. 

Sehingga kita sebagai masyarakat tidak hanya tertidur pulas dan mengikuti arus angin yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ujungnya kita seperti balon, ke mana angin bertiup ke sana kita terbang, tidak punya pendirian tetap.

BERSAMBUNG....
(Tunggu kisah selanjutnya, hanya di sini, di societasnews.id....)

Oleh: Usmand Ganggang

Menelusuri Biodata Pua, Usman D.Ganggang

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Usman D. Ganggang, (Lahir di  Bambor-Kempo, Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur(NTT), 15 Februari 1957). Anak pertama dari delapan  bersaudara dari pasangan A.Dersa dan S.Selia.Orang tuanya adalah petani yang cukup berhasil di kampungnya, karena itu, anak-anaknya, semua sekolah bahkan ada yang hingga perguruan tinggi dan bergelar.

Usman menikah dengan gadis campuran Sabu –Pontianak, bernama Layly Rosyad Alboneh, yang adalah anak ke sebelas dari 12 orang saudara. Seorang anak semata wayang bernama Kraeng Usmanulhakim D.Ganggang yang telah menamatkan pendidikannya di BSI Jakarta untuk D-III dan S-1-nya di Universitas Mpu Tantular Jakarta Timur.

Usman  yang sering dijuluki sastrawan kocak oleh teman sebangku kuliah, Fransiskus Selamat ini, menempuh pendidikan dasarnya di SDK Rekas I, Kempo-Manggarai Barat (1970). Kemudian ia melanjutkan ke pendidikan menengah pertama  di SMPK Mutiara Rekas-Manggarai –Flores NTT (1973), dan meneruskan Sekolah Menengah Atas (SMA Swadaya Ruteng, 1976).

Lalu, istirahat dua tahun bekerja sebagai petani di kampungnya. Membantu orangtua membajak sawah, dan memelihara ternak kerbau dan kuda. Selain itu, berdagang keliling desa, tapi tidak membawa hasil, karena tidak pernah orang membayar langsung, tapi istilahnya bon. Bahkan orang tidak membayarnya. Akhirnya berhenti berdagang.

Setelah mengumpulkan uang cukup, Usman  meneruskan studinya ke pendidikan tinggi di Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana- Kupang, NTT). Dia pergi dengan modal satu ekor kerbau untuk bayar tiket pesawat Merpati, dengan sejumlah uang di dompetnya.

Sayang sekali setelah satu bulan kuliah, uangnya yang berjumlah cukup itu, dicuri orang termasuk pakaian dalam kopernya. Tinggal pakaian di badan . Untuk pulang lagi ke kampong, dia malu, karena itu, dia kerja sebagai kuli pembuatan aspal.

Hanya sehari dia di sana, karena dia melihat wajah teman-temannya termasuk dirinya, penuh dengan kotoran berwarna hitam. Itulah sebabnya, dia, belajar menulis untuk Koran dan Majalah. Meski diuji selama satu bulan, akhirnya tokh, karyanya diterbitkan di Koran dan majalah, dan dapat honor. Dari sinilah baru dia memiliki uang. Dan terus berkuliah.

Tanpa diduga, akhirnya, diminta untuk menjadi wartawan di SKM DIAN Ende. Selain itu sebagai wartawan freelance di Majalah Indonesia Indah Taman Mini Jakarta, serta Majalah Gelora di Grasindo , dan beberapa Koran di Makasar.

Di Undana, Usman memilih Program Diploma III, diselesaikan tahun 1982).Usman memilih program untuk cepat jadi pegawai negeri sipil.Maklum orang tuanya adalah petani di kampong yang jauh dari keramaian kota. Dia belajar keras, hingga memperoleh beasiswa hingga tamat D-III. Lalu  menyelesaikan program S-1 Bahasa dan sastra Indonesia di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) Jakarta.Dan menyelesaikan S-2  di Universitas PGRI Adi Buana –Surabaya.

Usman  pernah bekerja sebagai guru mengajar Bahasa dan sastra Indonesia di SMA/SMP St.Agustinus di Ruteng (1983) dan  dalam tahun yang sama mengajar di  SMAK St. Igantius Loyola Labuanbajo. Lalu, bekerja sebagai guru bahasa / sastra Indonesia, Tulisan Arab Melayu dan Bahasa Jerman di SMAN Atambua.

Di Atambua, selain bertugas sebagai guru di SMAN Atambua, juga di SMP/SMA Bina Karya, SMA Kristen, Tutor Mahasiswa UT, dan Ketua MGMP Bahasa Indonesia dan instruktur bahasa Indonesia untuk dua Kabupaten: Timor Tengah Utara (TTU) dan Belu.. Sejak April 2004  hijrah dan bekerja pada SMAN 3 Kota Bima, SMAN 4 Kota Bima,   SMA Yasim Kota Bima ; SMK Kesehatan Harapan Bunda dan SMK Kesehatan Surya Mandiri Kota Bima- Provinsi NTB.

Di samping sebagai guru juga sebagai dosen di PTS Sekolah Tinggi Ilmu  Tarbiyah (STIT)  Sunan Giri Bima, dosen pada Sekolah Tinggi  Keguruan Ilmu Keguruan  (STKIP) Taman Siswa Bima, dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam ( STAIS) Sultan Abdul Kahir Bima. AKPER Kelas Bima ; Akbid harapan Bunda; dan Akbid Harapan Bunda Bima, dan STIKES Yahya Kota Bima.

 Dia juga banyak tampil dalam organisasi, seperti waktu kuliah sebagai Koordinator dua Fakultas (FKg dan FIP) dalam HMI Cabang Kupang; dan setelah terjun ke lapangan, masuk organisasi AMPI Kabupaten Belu sebagai Wakil ketua (1994) , Ketua Bidang Seni dan Budaya di KNPI; Ketua Penulis Atambua (Pena).; Ketua Filateli, Sekretaris PGRI Belu; dan organisasi keagamaan.

Dan sering menjadi Dewan Juri dalam berbagai perlombaan, seperti Lomba Lagu DANGDUT, Lomba Pidato, Baca Puis antarsekolah baik selama bertugas di lingkup PPO Belu-NTT, maupun selama berada di Kota Bima Provinsi NTB.

Membidani kelahiran majalah Kroman di Atambua, Majalah Pendidikan di Dinas PPO Kota Bima; HU Komodo Pos, Majalah Habusalam Harapan Bunda; dan sejumlah tabloit. Dia yang rajin menulis . Tulisannya banyak tersebar di sejumlah surat kabar nasional dan lokal.

Banyak artikel/esainya muncul di majalah, seperti Majalah Taman Mini Indonesia Indah(TMII Jakarta Timur; Grasindo di Jakarta Pusat, Medya Karya Jakarta; Sahabat Pena di Bandung; Nuasa Tenggara (Nusra) Denpasar Bali, juga beberapa Harian Umum di Kupang.HU Komodo Pos; Suara Mandiri , HU Tegas di Ujung Pandang dan sejumlah Tabloit di NTB.

Hingga saat ini, Usman bertugas sebagai Redaktur Pelaksana HU Stabilitas dan menjadi gawang dalam rubric sastra serta Tajuk Rencana. Selama bertugas di sini, banyak artikel opini dan Tajuknya dikumpulkan dan siap untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Lalu banyak anak muda di Nusantara ini dari Sabang hingga Mauroke, dia bimbing dalam bidang puisi dan cerpen, melalui Facebook. Hasilnya banyak di antaranya jadi pengarang dan penyair.

Selain itu, Usman  D.Ganggang.sering diundang untuk membawakan makalah baik terkait Kearifan Lokal maupun untuk masalah pendidikan. Juga mengelolah rubric Sastra di Radio FM Bima serta sesekali diundang Bima TV membahas masalah sastra melalui Dialog selama satu Jam. Juga sering menjadi moderator dalam seminar baik selama berada di Atambua-Belu NTT maupun selama bertugas di Kota Bima-NTB.

Piagam Penghargaan yang pernah Usman peroleh antara lain :“ Setya lencana dari Presiden RI terkait dengan profesi guru selama berada di Kota Atambua;  Piagam Penghargaan dari Menteri Ida Bagus Gde, juara 1 Lomba Penulisan Karya tentang KB;  Piagam dari Komunitas Ampas dari Labuanbajo sebagai sastrawan Putra daerah Manggarai. Juga piagam lainnya yang diterimanya selama mngabdi menjadi guru dan dosen,antara lain:

1.Piagam Penghargaan sebagai sastrawan/Budayawan diberikan oleh komunitas AMPAS SMA Seminari Labuanbajo, Tahun 2011..Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah  Lembaga Pendidikan Pembinaan Profesi dan Karir Tenaga Edukatif Joyakarta Tahun 1997; Sertifikat Kursus Pendalaman Materi bahasa Indonesia di IKIP Malang, Tahun 1994; .Sertifikat Pendidikan dan  Pelatihan  Tenaga Pengelola Perpustakaan Tingkat Nasional, Jakarta, 1998;  Surat Tanda Penghargaan Guru Teladan Tingkat Kabupaten belu-NTT, tahun  1994.dll;  sementara yang lainnya hilang karena kena banjir tiga kali di Kota Bima.

Banyak bukunya (386 judul belum terhitung jumlahnya) terendam lumpur akibat banjir bandang yang dahsyat. Termasuk naskah bukunya yang belum diterbitkan.   Termasuk laptop dan hardisk terbawa banjir.

Dia nyaris stres, tapi tidak lama, karena pada akhirnya dia berkesimpulan, semuanya diatur oleh Allah SWT. Hidup manusia sekedar menjalani apa yang sudah diatur oleh Allah SWT.                                                                           
Berikut ini adalah sebagian dari hasil karya tulis Usman D.Ganggang.
• Cerita Rakyat Manggarai Barat -NTT (2000)
• Bunga Pasir Antalogi Pusi bersama penyair Bima (2007)
• Pelacur Antalogi Puisi bersama 100 Penyair Indonesia (2010)
• Ketika Cinta Terbantai Sepi Antalogi Puisi (2011)
• Senja di Kota Kupang (Antalogi Puisi: 2013) ;
• Kematian Sasando (Antalogi Cerpen: 2013),
• Antalogi Puisi 50 Sastrawan Nasional(diluncurkan di Gedung Arsip Nasional Jakarta Barat.(2014);
• Kompilasi Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur (2002);
• Sedangkan buku : Sayap Bulan, Apresiasi Puisi Putra Cendana; dan yang masih dalam proses adalah, berupa kumpulan Puisi: Salendang Rindu Molas Komodo; Aorta Kata berupa Antalogi Apresiasi Puisi, Surat-Surat Cinta buat Anakku; Antalogi Cerita Mini (Cermin) Semburat Rindu Gadis Muslimah;. Dan sejumlah buku pendidikan yang dibukukan sendiri antara lain:  Mengenal Kearifan Lokal Kempo-Manggarai Barat NTT, Celoteh Sang Guru; Demi Anakku Kucermati Kesalahan; Gajah di Pelupuk Mata(Antalogi Esai tentang Guru) Profesionalisme Guru; dan Korelasi Antara Kepuasan Kerja Guru dan Pemanfaatan Sumber Belajar terhadap Hasil Belajar Ujian Nasional.

Artikel Opini
Artikel yang sudah diterbitan berjumlah ratusan judul yang pernah terbit baik terbitan local maupun nasional. Sekedar contoh, berikut ini dideskripsikan, antara lain:
1.Belajar sastra Belajar Pengalaman Orang Lain (2006)
2. Di Antara Demo dan Unjuk Rasa (2008)
3. Menjaring Kendala Pariwisata Kawasan Timur (2004)
4. Kemenangan PILKADA (Kemenangan Kita Bukan Kemenangan Kamu) (2010)
5. Gajah  di  Pelupuk Mata (2005)
6. Di Balik Makna Kalemboade (2008)
7. Wadu Pa’a Objek Wisata di Bima Hadirkan Decak Kagum (2012)
8.  Bima Sejarahmu Doeloe (2008)
9.Menjadi Guru Berkualitas Banyak Tantangannya (2009)
10. Sastra Menyapa Rasa, Mengapa Tidak? (2012)
11. Mengapa Kritik Ditolak? (2010)
12. Merindu Alam Bukakan Pintu Hati (2011)
13. Di Antara Gendong Derita dan Melodi  Renterir (2011)
14. Ada Apa Dengan Bunga? (2007)
15.Mengenal Upacara “Hamis Batar” dan Hatama Manaik (1994)
16. Likurai Tari Penguasa Bumi (1992)
17. Sail Komodo Pintu Destinasi Dunia (2013)
dll.

3. Artikel Cerpen
1. Wulan (2006)
2. Kucubit Hidung Gadis Ani
3. Masih Adakah Stok Maafmu Camerku (2009)
4. Gerimis Rindu Gadis Muslimah (2010)
5. Kuncinya, Jaga Diri (2007)
6.  Di Atas Suramadu, Awal Cinta (2013)
7. Kripik Pisang itu Awal Cintaku (2011)
8. Dalam Sebuah Paragraf (2014)
9.Kucubit Hidung Gadis Ani (2011)
10. Semburat Gerimis  Rindu Ciderai  Muslimah (2011)
11. Mencakar Cinta Molas Momang (2017)
Di Atas Suramaju, Aku Ingat Kamu (2011)
dll. *)

Kemudian dalam berupa “Tajuk”, dalam tugasnya sebagai Redaktur Pelaksana Koran, antara lain :
01. Media Harus Menghantarkan Pesan (2017)
02. Memerangi Narkoba Sebua Keniscayaan (2017)
03. Adil Lebih Dekat dengan Taqwa (2017)
04. Dialog dalam Cermin (2017)
05. Membudayakan Kebersihan Tanggung jawab Bersama (2017)
06. Miras Menyebabkan Kehilangan Akal (2017)
07. Demi Anak, Orangtua Sediakan Buku Bacaan (2017)
08. Di Antara Jenuh dan Arus yang Ada (2017)
09. Nyanyian Rindu si Kodok (2003)
10. Pola Persuasif (2008)
11. Jembatan Antarmanusia (2009)
12. Nasib Guru si NTT (2003)
13. Motivasi (2007)
14. Dll.

Hakim Usman*) Anak kandung beliau , pernah kuliah di BSI Jakarta dan di Universita Mpu Tantular Jakarta Timur. Saat ini, bekerja di Labuanbajo Manggarai Barat-NTT.
×
Berita Terbaru Update