-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Para Imam Montfortan Indonesia Melakukan Promosi Panggilan di SMAK St. Stefanus Ketang

Minggu, 09 Februari 2020 | 11:33 WIB Last Updated 2020-02-09T05:23:30Z
P. Marselinus Lobi. SMM, dan P. Egidius Sumarno, SMM Melakukan Promosi Panggilan di SMAK ST. Stefanus Ketang

Para biarawan Montfortan Indonesia,  P. Marselinus Lobi. SMM, dan P. Egidius Sumarno, SMM yang melaksanakan karya perutusan di Biara aspiran SMM, Nggorang-Labuan Bajo berkunjung ke SMAK ST. Stefanus,  tepatnya di Gereja St. Maria di Angkat Ke Surga, Rejeng-ketang, Kamis, (6/2/2020). 

Kedua Montfortan Muda ini memperkenalkan cara hidup membiara khususnya Serikat Maria Montfortan (SMM) yakni penyerahan diri seutuhnya kepada Yesus melalui Bunda Maria. 

"Para Montfortan diutus untuk  mendirikan Kerajaan Yesus di tengah dunia melalui Bunda Maria. Kemana saja Roh Kudus meniup ke situ kita akan menuju. Jika Maria melahirkan Yesus sebagai kepala Gereja, maka kita sebagai pengikut Kristus harus dilahirkan kembali melalui Bunda Maria", Kata pater Marselinus Lobi yang kerap di sapa pater Marsel.  

Pastor yang berasal dari Lembor itu mengatakan para Montfortan memiliki tugas karya seperti parokial dan kategorial sesuai dengan kebutuhan Gereja setempat, tentunya dalam semangat dan gaya hidup khas seorang Monfortan. 

"Para Montfortan diutus bukan hanya di Indonesia saja, tapi banyak imam Monfortan Indonesia yang sudah berkarya di seluruh dunia, misalnya di Prancis, tempat asal St. Montfort, Equador, Papua New Guinea, dan akan menyusul ke Amerika Selatan", kata Pater Marsel. 

Selain dijelaskan berkaitan dengan cara hidup dan misi Para Monfortan, P. Marselinus Lobi, SMM, juga menceritakan sejarah perkembangan biara SMM baik di Indonesia maupun di dunia.

Serikat Maria Monfortan (SMM), didirikan oleh seorang Prancis yakni Santo Luis-Marie Grignion de Montfort (1673-1716). Biara SMM berkarya di Indonesia pada tahun (1939), di wilayah Keuskupan Sintang, Kalimantan Barat, dan mulai menerima  calon-calon  Monfortan Pribumi pada 1979.

Sekarang para biarawan Montfortan berkembang di Indonesia. Mereka berkarya diberbagai tempat di Indonesia seperti Bandung, Malang, Ruteng, Flores, Kalimantan Barat (Sintang) dan beberapa tempat lain di Indonesia. (Martin Samuel)

Editor: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update