-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pastoral Seorang Imam Berlandaskan Pada Kedalaman Spiritualitas

Kamis, 06 Februari 2020 | 18:36 WIB Last Updated 2020-02-06T11:41:06Z
Pastoral Seorang Imam Berlandaskan Pada Kedalaman Spiritualitas
Pater Tuan Kopong

Banyak program kerja, namun sangat kurang dalam hal spiritualitas. Ya, banyak imam atau pastor paroki yang hanya memenuhi tuntutan keuskupan dengan banyaknya program kerja selama setahun namun dalam semua program kerja itu apakah ada spiritualitas yang dihidupi oleh seorang imam yang pada gilirannya menjadi spiritualitas umat yang dilayani?

Maka setiap imam dalam hal ini pastor paroki perlu kembali pada hari dimana ia ditahbiskan. Karena setiap pelayanan yang kita lakukan akan menjelaskan siapa kita. Dalam arti kata setiap pelayanan yang dilakukan oleh seorang imam dengan sendirinya menjelaskan identitas seorang imam yang sesungguhnya yang memiliki spiritualitas.

Setiap pelayanan seorang imam sangat bergantung kepada Allah dan bukan pada kekuatan atau kemampuan seorang imam secara pribadi. Maka para imam sejatinya menyadari bahwa tahbisan menjadi seorang imam pertama-tama tidak membuatnya menjadi lebih baik sebagai seorang pribadi daripada umat yang lain melainkan meneguhkan dan menguatkanya menjadi seorang pelayan sakramen.

Sebagai seorang pelayan sakramen maka spiritualitas pastoral atau pelayanan seorang imam pertama-tama adalah kesetiaan selamanya. Imamat adalah pelayanan yang mampu membekas dalam diri umat yang dilayani sekaligus menjadi jati diri seorang imam yang tidak terhapuskan. Salah satu contoh, seorang imam ketika ditanya ketika kami sedang melakukan perjalanan ke Roma; “nama Anda siapa” dan ia menjawab nama saya Padre. Dua kali ia ditanya demikian jawaban selalu sama; “nama saya Padre”.

Meski harus diakui, seringkali ada juga yang menyembunyikannya. Tidak mau dikenal sebagai seorang imam misalnya di akun facebook atau saat berbelanja ke mall. Kesetiaan yang diterima melalui tahbisan adalah rahmat dari Allah.

Maka untuk menghidupi kesetiaan sebagai spiritualitas pastoral seorang imam perlu menghidupi doa pribadi sebagai saat menanti Tuhan berbicara. Doa adalah memberi kesempatan kepada Allah untuk berbicara kepada kita. Doa adalah kesempatan bagi seorang imam belajar untuk mendengarkan.

Yang kedua adalah mengembangkan persahabatan atau relasi yang baik antar sesama imam dan umat. Rutin melakukan sharing bersama dengan keluarga-keluarga dan bukan secara pribadi sebagai adik, kakak atau orang tua angkat tetapi yang paling penting adalah sharing dalam dan bersama keluarga. Dengan sharing keluarga seorang imam mengajak setiap keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan pastoral imam.

Manila, 6 Februari 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update