-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Paus Fransiskus tidak Setuju Pria Menikah Ditahbiskan Jadi Imam di Amazon

Kamis, 13 Februari 2020 | 22:37 WIB Last Updated 2020-02-13T15:38:06Z
Paus Fransiskus tidak Menyetujui Pria Menikah Ditahbiskan Jadi Imam di Amazon
Paus Fransiskus bersama para imam dan awam (foto: nd.nl)

Paus Fransiskus tidak mengizinkan pria yang sudah menikah ditahbiskan jadi imam untuk mengatasi kekurangan jumlah imam di wilayah Amazon.

Tahun lalu, para uskup Amerika Latin mengajukan rekomendasi pria yang telah menikah boleh ditahbiskan, itu mengejutkan kaum konservatif di Gereja Katolik Roma yang beranggotakan 1,3 miliar orang.

Dalam Peringatan Apostolik, Paus memberikan tanggapannya, tiga bulan setelah usul itu disetujui oleh 128 suara dalam pertemuan kontroversial, atau sinode, oleh para uskup Katolik Roma di Vatikan. 

Dalam Nasihat, Paus asal Argentina yang berusia 82 tahun itu  menulis, cara-cara baru harus ditemukan untuk mendorong lebih banyak imam mewartakan kabar gembira di wilayah terpencil, dan memungkinkan peran yang diperluas untuk umat awam dan diakon permanen, yang lebih banyak dibutuhkan umat di Amazon.

Pria yang sudah menikah boleh menjadi diakon untuk melayani, berkhotbah, mengajar, membaptis, dan menjalankan paroki, tetapi mereka tidak dapat memimpin Ekaristi Suci. Memimpin Ekaristi merupakan tugas imam, bukan diakon.  

Umat setidaknya 85 persen desa di Amazon tidak dapat menghadiri liturgi setiap minggu dan beberapa tidak dapat melakukannya selama bertahun-tahun karena kekuarangan imam. 

"Kebutuhan mendesak ini menuntun  saya untuk mendorong  semua uskup, terutama mereka di Amerika Latin untuk lebih murah hati dalam mendorong mereka yang menampilkan panggilan misionaris untuk memilih wilayah Amazon," tulisnya.

Paus menggunakan tiga bab pertama dalam dokumen untuk membela hak-hak dan warisan masyarakat adat dan lingkungan di Amazon, yang harus dilindungi karena peran vitalnya dalam mitigasi pemanasan global.

Kalangan konservatif khawatir jika Paus Fransiskus menerima proposal itu, daerah lain yang juga kekurangan imam akan mengikuti, bahkan di negara maju seperti Jerman, di mana masalah ini sedang dibahas. 
×
Berita Terbaru Update