-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemeran Utama Film Keluarga Cemara; Hidup Secara Katolik itu Indah

Senin, 10 Februari 2020 | 13:12 WIB Last Updated 2020-02-10T06:35:06Z
Pemeran Utama Film Keluarga Cemara; Hidup Secara Katolik itu Indah
Bapak Agustinus Adi Kurdi bersama Istri saat membawakan seminar di gereja St. Gregorius Agung

Seminar Duc In Altum yang bertajuk Menikah itu Musibah atau Berkat yang dibawakan oleh narasumber utama, Agustinus Adi Kurdi menarik perhatian pasangan suami istri (pasutri) paroki St. Gregorius Agung, Kutabumi, khususnya 600 peserta yang hadir. 

Pemeran utama film Keluarga Cemara itu sungguh menyadari dan mengetahui tugas utamanya sebagai aktor sehingga tidak merasa tergoda dengan pelbagai godaan. 

"Saya tidak merasa tergoda. saya menjalani sesuatu karena tahu apa yang saya lakukan dan saya berpikir masalahnya tidak hanya dalam rumah tangga ataupun dalam perkawinan tetapi luas. Persiapan pendidikan anak dimulai sejak dini. Kalau sedari awal anak tidak dilatih untuk berdedikasi pada sesuatu yang dianggap baik, maka dia tidak bisa memilih yang terbaik untuk hidup", ungkap  Bapak Agustinus, Minggu (9/2/2020). 

Pematung terkenal itu menunjukan cinta-setia kepada kekasih jiwanya dengan memberikan jawaban "iya" kepadanya untuk menjadi seorang katolik sejati.  

"Pacar saya bilang, kamu taukan, saya tidak mau kawin sama orang yang tidak seiman. Hal itu sangat nancap di hati saya, lalu saya bilang, "oke". Saya akan seiman sama kamu", ujarnya. 

Pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 22 September 1948 itu menjadi Katolik dan belajar sungguh untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati. 

"Saya ingin ketika meninggal dunia, saya dimakamkan secara Katolik dan diringi lagu-lagu Katolik dalam bahasa Jawa. Sekarang saya berusaha untuk hidup secara Katolik agar hidup Katolik menentukan perkembangan Gereja, sebab Gereja tidak mungkin bertumbuh jadi Gereja yang indah jika tanpa adanya keluarga Katolik yang baik dan benar", katanya. 

Bapak Agustinus berkata bahwa hidup secara Katolik itu indah, karena menggarisbawahi sikap saling mencinta, tidak ada kebencian, dendam, dan curiga. Selain itu, cara hidup Katolik mengutamakan hukum kasih yakni sikap pemberian diri yang total tanpa mencari keuntungan.

Pemeran utama teater kisah perjuangan suku naga itu mengaharapkan pasangan yang hendak menikah perlu mempersiapkan diri secara total, misalnya kursus perkawinan. 

Dia juga menjelaskan makna cinta yang indah dan memesona. Bahwa mencinta berarti menerima orang yang mencintai kita dan berperilaku bersama dalam cinta. 

Oleh: Nasarius Fidin

×
Berita Terbaru Update