-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Presiden Jokowi sudah Muak dengan Kasus Intoleransi di Indonesia

Rabu, 12 Februari 2020 | 20:58 WIB Last Updated 2020-02-13T01:11:57Z
Presiden Jokowi sudah Muak dengan Kasus Intoleransi di Indonesia
Foto Presiden Jokowi diambil dari youtube

Isu kasus intoleransi yang menggelisahkan banyak orang, kini ditanggapi lansung oleh Presiden Jokowi. Jokowi turun tangan lantaran pemerintah daerah seolah-olah tak berdaya mengatasi persoalan tersebut. 

Apakah pemerintah daerah tidak tahu tatkala kelompok-kelompok intoleran berdemo untuk mencabut ijin pembangunan gereja Santo Josep di Tanjung Balai Karimun, ataukah mereka pura-pura tidak tahu. Apakah sepasang telinga mereka udah tuli?

Apakah gubernurnya juga tidak membaca berita-berita terkait fakta persoalan gereja tersebut? Ataukah mereka lebih menunjukan keberpihakan terhadap kaum intoleran? Di mana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila kelima Pancasila) itu? Kapan Indonesia maju jika kebebasan beragama direnggut?

Tatkala pemerintah daerah dan Propinsi menutup mata, apa tindakan konkrit menag untuk memberikan kebijakan dan solusi terbaik terhadap kasus tersebut? Mengapa menag tidak berpijak pada kata-kata indah yang pernah dia sampaikan diawal pelantikannya yakni menjadi mentri agama untuk semua agama? Mana buktinya?

Katanya, Indonesia merupakan negara hukum, berjiwa Pancasila dan Bhinekatunggal Ika. Katanya, perbedaan-perbedaan merupakan kekayaan bangsa? Di mana kesadaran moral bangsa terkait dengan realitas persoalan yang menyimpang dari kebenaran ideologi bangsa ini?

Ketidakmampuan pemerintah daerah dan propinsi serta menag mendorong Jokowi mengambil alih untuk mengusut tuntas persoalan fanatisme dan fundamentalisme yang ada di Indonesia. 

Sesungguhnya, Jokowi tidak hanya geram dengan kelompok-kelompok intoleran tetapi lebih pada pemegang kendali yang berperan strategis di bagian pemerintahan. Jokowi sangat muak dengan kasus-kasus intoleransi yang seringkali terjadi di Indonesia. 

Jokowi menegaskan bahwa konstitusi Indonesia menjamin setiap warga untuk bebas memeluk agama masing-masing.

"Ini masalah intoleransi. Saya berkali-kali sampaikan konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduknya untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah sesuai kepercayaan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2).

Karena itulah, Jokowi memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Menkopolhukam Mahfud MD untuk menindak tegas siapa pun yang bersikap intoleran.

"Saya perintahkan Menkopolhukam, Kapolri untuk menjamin terlaksananya kebebasan dalam beribadah dan tindak tegas kelompok atau masyarakat yang mengganggu, sesuai dengan jaminan konstitusi," kata Jokowi.

Dibalik ketegasannya sebagai kepala negara, secara tersirat Jokowi mempermalukan pemerintah daerah, Propinsi dan menag dengan memerintahkan Menkopolhukam dan Kapolri  untuk mengatasi masalah gereja di Karimun. Cara cerdik Jokowi ini sangat luar biasa. Itu semua karena cinta dan demi cintanya terhadap rakyat Indonesia. 

Oleh: Nasarius Fidin
Penulis adalah alumnus sekolah Tinggi Filsafat Malang, Jawa Timur
×
Berita Terbaru Update