-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puisi Untuk Mama, Kembali Merana, Doa Bagi Zaman, Ya Tuhanku

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:14 WIB Last Updated 2020-02-21T02:15:13Z
Puisi Untuk Mama, Kembali Merana, Doa Bagi Zaman, Ya Tuhanku
Ilustrasi; penakatolik

Puisi Untuk Mama

Mama......
Dapatkah aku melukiskan sebuah rindu di langit?
Mengukir sebuah cinta berkembangkan kasi
Aku ingin ungkapkan semua rasa ini, 
tentang gelisah yang selalu menyelimuti jiwa

Mama......
Dapatkah engkau merasakan rindu ini?
Luapan rasa yang tak dapat kubendungan,
Aku ingin meneteskan air mata dan 
sejenak rebah dipankuanmu
Aku tertidur saat asakan lembutnya belaian kasih

Aku rindu padapu mama....
Sungguh aku sangat rindu....
rindu menggunung hingga ledakannya 
membuncah di relung hati ini
Tak mampu lagi aku menahannya...
Tak ingin aku terbelenggu lagi.
Karena aku...?
Entahlah...
Ini hanyalah sebuah ungkapan rindu.....

Kembali Merana

Hanya malam yang jauh lebih mengerti,
Tentang keheningan di dalam diam,
Tentang diam di dalam kesunyian.

Hanya bulan yang jauh lebih mengerti,
Tentang kesendirian di dalam kegelisahan,
Hingga jiwapun kembali merana,
Menyatuh dalam diam.
Hingga pelita tak lagi menyampaikan pesan kepada "Api"  
untuk menjadi " Terang"
Dan "Terang" yang tak lagi menyampaikan pesan kepada "Gelap", 
hingga semuanya menjadi samar.

Sunyi,...
Hanya sunyi yang dapat ku ajak berdikari,
Hingga aku kembali berdiri,
Pagi kepada pagi;
Luka dan terluka lagi;
Merana hingga tersingkir dari kehidupan.

Doa Bagi Zaman

Betapa cepatnya perubahan
Pada derapnya kemajuan
Pantaskah orang yang bergantung pada tradisi  disebut ketinggalan zaman??
Dalam tempo yang cepat itu pula, 
Tidak ada banyak waktu yang tersisa,
Untuk meratapi bencana 
Yang memporak-porandakan.
Maka biarlah orang mati menguburkan orang mati.
Dan kita yang hidup  mesti terus menghidupkan hidup itu.

Mengunakan waktu yang ada untuk 
menatap masa depan, dan 
mari menatanya mulai dari sekarang.
Juga kalau masa sekarang itu dipenuhi oleh 
puing-puing dan mayat para korban,
mari bergegas segera, berjuang meniti hari esok pun besok
Tak ada waktu untuk meratapi 
Tak ada waktu untuk bersedih.
Hancurkan peradaban Zaman,
Bangkitkan generasi yang berikutnya.

Ya Tuhanku

Tuhanku
Aku kehilangan arah,
Aku terjatuh dalam keterpurukan,
Tergilas oleh roda-roda waktu
Aku mampus terhanyut dalam duka

Tuhanku,...
Aku tersesat
Aku berjalan di atas ranting-ranting kering
Tertusuk oleh duri-duri tajam
Termakan oleh nafsu-nafsu angkara

Tuhanku...
Aku remuk dalam duka dan derita,
Remuk mukaku menyatuh dalam tanah.

Tuhanku...
Aku tersesat
Aku kehilangan arah

Tuhanku...
Kembalikan aku pada jalan ku
aku rindu bertumbuh dalam kebenaran dan
hidup sejati

Oleh: Agustinus M. Samuel
×
Berita Terbaru Update