-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RASA, PADAMU, TERMENUNG DALAM RINDU, CINTA SENJA

Rabu, 05 Februari 2020 | 22:03 WIB Last Updated 2020-02-05T15:03:48Z
RASA, PADAMU, TERMENUNG DALAM RINDU, CINTA SENJA
Gambar diambi dari google

Oleh: Wiwin Herna Ningsih

PEREMPUAN DI UJUNG SUNYI

Selaut air mata di khatulistiwa
Merebak berlinang membawa luka sukma
Berlayar menghias jejak kenangan
Serupa buih ombak menerjang terjal

Serimbun sunyi di keteduhan lagit senja
Menyulam kelam memintal gamang
Melawan arus asa yang sirna
Pada rasa yang terhempas

Perempuan di ujung sunyi
Adalah semisal sampan tak bersauh
Terhanyut mengambang
Pada senyapnya nyanyian angin

Memberi selarik puisi yang tercecer
Di lelangit kelam kehidupan
Tiada judul tiada sonata
Menghilang tanpa layar kenangan

Bandung Barat, 5 Pebruari 2020

CINTA SENJA

Ketika kurun waktu menyelinap perlahan
Membawaku pada sehamparan senja yang indah
Menata liku bersamamu angin kembara
Menghias jiwa meniti hati di dalam rengkuhmu

Seperti senja yang merambat tenggelam
Menatap netra yang kelabu di wajahmu yang kuyu
Jarak telah memisahkan rentang waktu usang
Dalam kenikmatan surgawi

Di dadamu kurebahkan selaut cinta
Curahkan keluh dalam kesah bersama
Tumpahkan rindu sepanjang senja
Cinta sejati membingkai rasa yang abadi

Bersama meronce kasih dalam kisah
Tali merah merona pengikat sekat
Di keabadian kenangan menggenang
Merekat erat pada cinta senja

Bandung Barat, 4 Pebruari 2020

CATATAN MALAM

Dee...
Mengapa kau diam
Dan semakin jauh
Aku ingin sekali ada di dekatmu
Penuh senyum dan canda
Aku tahu kau menyiksaku
Dengan perasaan ini
Atau aku hanya pungguk merindukan bulan

Aku menangis dengan perasaan cinta ini
Aku hanya ingin kau mengerti tentangku
Tentang segalanya
Begitu sedihnya aku...Dee...
Sedih...begitu berat rindu ini
Aku sedih dan menangis setiap hari
Kamu hanya tersenyum saja

Lihatlah aku sebentar..Dee...
Do sinilah kutitip puisi rinduku
Terbang jauh bersama angin
Menuju lembah biru di sana
Biarlah pada detik ini
Ku kenang kamu
Dalam sepiku
Dan perjalanan hidupku

Dee...
Lihatlah malam ini yang kian kelam
Kau tak kunjung datang menemaniku
Seakan kau sirna bersama puisi sunyi
Yang begitu melankolis
Kau biarkan aku dalam penantian
Hingga sudah berapa banyak air mata terjatuh tanpa suara
Dan perasaan rindu ini kian menyengat
Menimbulkan rasa sedih yang berkepanjangan...

Bandung Barat, 4 Pebruari 2020

SANG ELANG

Ketika sayapmu menderak patah
Telah ku mengerti tentangmu
Pada luka jiwamu
Pada patahan kepakmu
Tatapmu tajam menghunjam jauh di relung jiwa yang hampa
Dan....
Kembalilah seperti dulu
Mengepak di samudra luas
Menembus langit biru
Membawa kehangatan pada bulu bulumu
Oh....kau...Sang Elangku
Warnailah hidupku 
Walau kau tak berdaya
Merengkuh semua mimpi
Aku kan tetap setia menantimu
Dari patahan lukamu
Dan aku tetap di sini menantimu
Di sepanjang musim yang abadi
Dan kau tetaplah Dang Elangku...
Untuk selamanya...

Bandung Barat, 4 Pebruari 2020

PADAMU

Kau lihat...
Langit mengelabu
Aku terdiam dalam kelu
Serupa sunyi yang begitu senyap
Seperti rindu yang menderu
Kau tak pernah hadir lagi menemuiku
Bunga pun kini tak harum lagi
Memberi keindahan pada rasaku
Kau telah jauh dari kalbu
Dan aku menjadi rindu yang berkepanjangan
Merangkai resah di ujung sunyidan aku cemburu pada waktu 
yang telah pergi meninggalkanku jauh di musim yang 
takkan kembali menemuiku....

Bandung Barat, 4 Pebruari 2020

RASA

Desau angin di langit kelabu
Membawaku ke telaga biru
Sunyi dalam hening
Hembuskan rasa yang ngungun

Cinta adalah rasa itu
Yang membelenggu di setiap sudut kelokan telaga
Seperti endapan kabut yang samar
Tak terasa dan tak hendak meruap

Pada misteri yang terbenam
Pada jejak yang hilang dalam bayangan
Aku tak tahu ke mana terbangnya
Semua mimpi yang melayarkan cahaya
Di kerlip tiang sampan

Bandung Barat, 4 Pebruari 2020

TERMENUNG DALAM RINDU

Aroma titik hujan adalah puisi yang mendenting
Pada malam yang basah mendesah
Membawa resah pada gelisah yang entah
Pada rindu di seberang

Aku di sini memintal sunyi pada rinai
Tetesi rasa yang membuncah
Di ujung senyap dalam gigil
Serupa air mata rindu

Kaulah yang memberi ceria
Pada malam malamku hingga rembang subuh
Hangati jiwa yang kasmaran
Membelah dawaiku pada misterimu

Kau ada namun tiada
Kau nyata penuh misteri
Kau bawa jiwaku mengembara
Pada imajinasimu 
Yang tiada bertabik

Hanya rasa yang menggema
Hanya gema yang menggaung
Merambat setiap musim
Pada rinai di awal Pebruari...

Bandung Barat, 4 Pebruari 2020
×
Berita Terbaru Update