-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sem Gizygoy; Kalau Serius dan Tekun, Usaha Apapun Pasti Sukses

Minggu, 09 Februari 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-02-09T02:01:01Z
Sem Gizygoy ; Kalau Serius dan Tekun, Usaha Apapun Pasti Sukses
Bibit Jamur Tiram Labuan Bajo, Manggarai Barat

Kisah tentang perantau anak Mbala-Naga hingga tinggal 3 tahun di negeri Sakura Jepang, rasanya tidak lengkap kalau belum mengetahui siapa itu Sem Gizygoy. Mengapa Sem menekuni usaha jamur tiram di kota Labuan Bajo? Bagaimana ia menekuni usaha tersebut? 

"Kalau serius dan tekun, usaha apapun pasti sukses" ungkap Sem Gizygoy kepada penulis ketika berbincang selama 180 menit di rumahnya, depan SPBU Wardun Pasar Baru, Minggu (2/2/2020) kemarin.

Sem Gizigoy kelahiran kampung Mbala-Naga, kecamatan Sano Nggoang, kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, 41 tahun silam. Tepatnya pada 16 September 1979. Anak ketiga dari 6 bersaudara. Buah hati pasangan bapak Mahu dan mama Ojom. Ayah bundanya seorang petani sederhana. 

Seperti ditulis penulis pada edisi sebelumnya, Sem Gizygoy meninggalkan kampung halamannya sejak tamat SDK Naga tahun 1988. Ia awalnya merantau ke Bima, NTB. SMP dan SMA di kota Mbojo. 

Kisah Perjalanan panjang seorang Sem Gizygoy bermula dari lembah kota Bima-Mataram-Bandung-hingga terbang ke kota Yatsuka, Tokyo-Jepang. Dari Jepang kembali lagi ke Indonesia, bekerja di PT Kanzeng, perusahaan Jepang. 

Dari Semarang kembali ke kota Bima hingga ia menikah dengan Najema, dara manis lembah kota Bima. Kisah asmaranya bersama Najema dirajut sejak masa SMA di kota itu. Sem siswa SMAN 1. Najema siswi SMAN 2 Bima. 

Sepulang dari tanah rantau, Sem menikah kemudian tinggal di Bima. Sejak 2014 kembali tanah kelahirannya Manggarai Barat. Memilih kota Labuan Bajo sebagai tempat usahanya hingga sekarang. Dikarunia 2 orang anak laki-laki. Anak sulung kami kini duduk di bangku kelas I SMK Negeri Bima. Anak kedua kelas 3 SDN 2 Labuan Bajo. 

Selain menekuni usaha jamur, Sem Gizygoy juga menjual buah-buahan segar. Sem juga ternyata fasih berbahasa Jepang. 

Sesekali menjadi tourist guide lepas untuk wisawatan dari Jepang yang datang berlibur menikmati alam indah Labuan Bajo dan pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. 

Budidaya Jamur Tiram (Halwa Farm Mushroom) 

Sem menjelaskan, sejak 2014 memulai debut budidaya jamur tiram di kota Labuan Bajo. Lokasi farm (kebun) jamur tiram ini di depan SPBU Wardun, desa Gorontalo, kecamatan Komodo, Labuan Bajo.

Kini ia menjadi penyedia tunggal jamur pangan ini untuk memenuhi kebutuhan restoran di kota Labuan Bajo. 

Setidaknya ada 3 restoran milik bule di kota itu menjadi pelanggan tetap jamur tiram produksi Sem Gizygoy. Harga Jamur tiram Rp 40.000 per kg. 

Selain restoran, kini ada tambahan permintaan eceran dari kelompok kuliner di Labuan Bajo. Bahkan ia sering melayani orderan dari Ruteng, kabupaten Manggarai. 

Meski demikian, ia mengaku menekuni usaha ini dengan keterbatasan. Berbekal ilmu yang diperolehnya selama merantau di negeri Sakura, Jepang, sekian tahun silam, putra Mbala-Matawae ini mengembangkan usaha tersebut apa adanya. 

Ia mengatakan bahwa proses pembuatan jamur tiram ternyata butuh waktu dan ketekunan. Selama 4 tahun ini, ia masih bekerja secara manual. 

Untuk sementara ini bibit jamur dibeli di Lombok dan Sumbawa, NTB karena belum ada di Labuan Bajo.

Menurut Sem, bibit jamur sebenarnya bisa dibuat oleh siapa saja karena bahan dasarnya jagung dan sari buah-buahan yang diinkubasi seperti memproduksi tempe. 

Lebih lanjut ia menjelaskan proses pembuatan jamur tiram. Dimulai dengan membuat baglog (inang parasit jamur tiram/media tumbuh jamur). Serbuk kayu limbah mesin somer ternyata menjadi bahan dasar untuk membuat baglog. 

Serbuk kayu somer dicampur dengan dedak halus lalu diisi ke dalam plastik baglog. Plastik baglog ini dipadatkan kemudian difermentasi dan ditutup dengan terpal selama satu hari. Ditutup rapat agar kedap udara.

Hari berikutnya baglog yang telah difermentasi dikukus menggunakan drom (manual). Dipanaskan hingga 8 jam supaya bakteri yang mengandung racun mati. 

Setelah dipanaskan kemudian didinginkan dan disimpan di ruangan yang kedap udara selama 15 menit. 

Ruangannya disemprot/disterilisasi agar kuman atau bakteri mati. Setelah dingin lalu diisi dengan bibit jamur. 

"Sekali masak bisa sampai 130 baglog menggunakan dromn dan kayu api. Saya juga menggunakan kompor yang dirakit sendiri. Bahan bakarnya pakai oli kotor..1 baglog bisa menghasilkan rata-rata 7 ons jamur", ujar Sem.

Kini jumlah baglog sebanyak 3000 buah.1 baglog bisa menghasilkan rata-rata 7 ons jamur. Masa panen selama 4 bulan. Satu bulan kemudian, jamur bisa dipanen. Masa panem jamur tiram bisa panen 4 kali untuk 1 baglog. (Robert Perkasa)
×
Berita Terbaru Update