-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Surat Terbuka Untuk Kementerian Agama RI, Kementerian Dalam Negri dan Menkopolhukam RI

Minggu, 02 Februari 2020 | 19:59 WIB Last Updated 2020-02-02T14:01:42Z
Surat Terbuka Untuk Kementerian Agama RI, Kementerian Dalam Negri dan Menkopolhukam RI
Gereja Paroki Santo Joseph, Karimun. (Batamnews)

Dimanakah Kalian Ketika Masih Saja Ada Penolakan Pendirian Rumah Ibadah Dan Pelarangan Beribadah?

Para Bapak Menteri yang Saya Hormati...

Kejadian penolakan pendirian rumah ibadah oleh sekelompok ormas yang mengatasnamakan agama Islam masih saja terjadi. Saya percaya bahwa masih banyak saudara-saudari dan sahabat saya umat Islam yang arif, bijaksana, toleran dan adil di rahim Republik Indonesia.

Namun kebaikan para sahabat saya umat Islam yang lain arif dan toleran juga membutuhkan tindakan tegas yang adil dan benar dari bapak-bapak menteri yang saya cintai, banggakan dan percayai. Saya percaya bahwa para bapak menteri tidak menutup mata atas setiap peristiwa penolakan pendirian rumah ibadah walaupun sudah memiliki IMB dan juga tidak menutup telinga atas jeritan dan tangisan pilu suara kami yang “ditindas” atas nama agama.

Para Bapak Menteri yang Saya Banggakan...

Saya sangat percaya bahwa para bapak adalah seorang religius nasionalis dan menjadi menteri yang melindungi semua secara adil dan bijaksana. Meski agama para bapak menteri adalah Islam namun saya yakin dan percaya bahwa para bapak menjadi menteri bagi semua agama, suku, budaya dan ras serta tidak mentoleril tindakan oknum ormas yang mengatasnamakan agama Islam untuk melakukan tindakan-tindakan diskriminatif dan intoleran.

Namun jujur, saya menjadi jenuh dan bosan dengan hidup dalam situasi bangsa yang penuh ketakutan untuk hidup berdampingan dengan agama, suku dan ras yang berbeda. Saya juga lelah melihat berbagai retorika dan argumentasi hukum yang selalu digembar gemborkan oleh para bapak.

Saya awam dengan segala hukum. Dan saya tidak mau berbicara soal hukum karena para bapak lebih paham dan lebih mampu menjelaskan kepada saya dan kami semua. Yang saya butuhkan adalah hati nurani yang menggerakan para bapak untuk sigap hadir bukan untuk membela siapa-siapa tetapi hadir dan mengatakan kebenaran dan keadilan bagi siapapun dan apapun agamanya yang telah mengantongi IMB untuk mendirikan rumah ibadah mereka dengan aman, damai dan tanpa tekanan atau ancaman apapun.

Para Bapak Menteri yang Saya Kasihi...

Saya tahu dan percaya bahwa para bapak sangat sibuk dengan berbagai beban tugas kenegaraan yang diembankan kepada para bapak. Namun beban terberat adalah menjaga persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka harapan saya sederhana saja para bapak, bahw ketika ada situasi penolakan pembangunan rumah ibadah oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan agama, cukuplah para bapak hadir menyuarakan keadilan dan kebenaran. Apalagi kalau pembangunan tersebut sudah memiliki IMB, maka ketegasan para bapak untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran sangat saya rindukan dan harapkan.

Bahkan menginstruksikan pihak penegak hukum dan keamanan untuk melindungi dan menjaga keamanan selama proses pembangunan dan peribadatan berlangsung.

Para bapak menteri yang saya banggakan...

Saya memberikan harapan besar kepada para bapak karena saya memiliki keyakinan yang lebih kuat bahwa para bapak tidak akan pernah tunduk pada tekanan massa yang mengatasnamakan agama tertentu melakukan penolakan dan tindakan intoleran.

Jujur saya ragu dengan sebagian oknum bupati, gubernur dan walikota serta penegak hukum dalam hal ini oknum hakim yang kadang “tak berdaya” dihadapan tekanan massa apalagi ketika massa itu sudah mulai mengkaitkan jabatan dengan ayat-ayat Kitab Suci dan ajaran agama yang dianut.

Rasa bangga saya kepada para bapak akan menguat dan juga kepada oknum pejabat daerah serta oknum hakim jika kalian menunjukan keberanian seperti pak Rahmat Effendi (wali kota Bekasi) yang cukup dengan satu kata keberanian; “LEBIH BAIK TEMBAK KEPALA SAYA, DARIPADA MENCABUT IMB GEREJA”- mampu memberikan kedamaian dan rasa aman bagi semua.

Para Bapak Menteri yang Saya Kasihi...

Mengakhiri surat terbuka ini, hanya ada satu harapan semoga para bapak menunjukan keberanian dalam menghadirkan keadilan dan kebenaran bagi semua. Salam damai. Tuhan memberkati.

Manila: 26 Januari 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update