-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tanteku Tanpa Gelar, Namun Dia Seorang Muslimah Soleha

Selasa, 25 Februari 2020 | 14:00 WIB Last Updated 2020-02-25T07:00:15Z
Tanteku Tanpa Gelar, Namun Dia Seorang Muslimah Soleha
Pater Tuan Kopong, MSF

Apa artinya sebuah gelar sarjana kalau kelakuan tak sepadan dengan ilmu yang dipelajari. Apa hebatnya sebuah gelar kalau hanya untuk sebuah ketenaran dan pujian rela berbohong dan membohongi orang lain. Tak ada yang dibanggakan ketika pujian yang diberikan hanya karena menjelekkan agamamu sebelumnya.

Pada Juli 2018 saya cuti di rumah. Tanteku yang adalah seorang muslimah dan hanya seorang guru SD di salah satu SD Inpres mengunjungi saya dan sekalian mengambil ole-ole yang saya bawakan khusus untuk dia.

Kami berceritera dan bercanda berdua. Meski ada tangis kesedihan dari tante ketika ia mulai mengingat mama saya (kakak mereka) yang baru saja dipanggil Tuhan tanggal 03 Maret 2018.

Tante menceritakan kebaikan mama, sekaligus kebaikan kakek dan nenek yang adalah orang tua tante. Tante kemudian berkaga kepada saya; “nak, meski mama sudah meninggal dunia, meski kita berbeda agama dan keyakinan, tapi hubungan kekeluargaan kita jangan sampai terpisahkan”.

Mendengar ungkapan tante, sayapun mengiyakan. “Iya tante, tentu semakin erat kekeluargaan kita, karena sayapun bangga menjadi bagian dari keluarga tante, meski hanya nenek (mamanya mama) yang Islam. Tapi menjadi bagian keluarga dari tante dan om yang adalah Islam, adalah kebanggaan dan rasa syukur saya kepada Tuhan”.

Tante kemudian melanjutkan. “Nak, oleh karena itu jadilah imam hingga akhir hidup. Saya dan juga om serta tantemu yang lain, sangat bangga, bahagia dan bersyukur karena meskipun kami adalah Islam namun memiliki seorang anak, cucu yang adalah seorang imam atau pastor”. Jangan kecewakan kami. Tante selalu mendoakan dan mendukungmu menjadi seorang imam yang baik dan benar.

Tante bangga dan tentu semua ommu juga demikian, karena bukan lagi apa agamamu, apa agama kami yang harus kita bicarakan tapi bahwa kehadiranmu sebagai seorang imam tidak hanya menjadi imam bagi umat Katolik, tetapi menjadi imam bagi keluarga kita, keluarga kakek dan nenekmu yang adalah Islam sehingga hubungan kekeluargaan kita tetap erat dan bersatu.

Mengenang dan merenungkan kembali ungkapan bijak tanteku ini, “saya bersyukur memiliki keluarga dan tante yang adalah seorang Islam tanpa gelar apapun namun menunjukan kepada saya Islam yang sebenarnya, seorang muslimah soleha yang mewartakan kebaikan ajaran Islam melebihi oknum yang mengaku diri paling hebat dengan segala puja puji namun mewartakan kebohongan hanya untuk sebuah pengakuan dan ketenaran.

Terimakasih tante, atas nasihat bijakmu yang membuatku bangga memilikimu, memiliki kakek dan nenek serta om dan tante yang telah menguatkan dan meneguhkan ziarah panggilan imamatku bahwa aku adalah imam bagimu, bagi om serta kakek dan nenek.

Manila: 24 Februari 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update