-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Teruntuk Pak Fachrul Razi; Binalah Dulu Kaum Intoleran Bangsa

Jumat, 07 Februari 2020 | 18:04 WIB Last Updated 2020-02-07T11:04:24Z
Teruntuk Pak Fachrul Razi; Binalah Dulu Kaum Intoleran Bangsa
Pastor RD Kristiono Widodo dari Paroki St. Yoseph, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau memberi keterangan di depan Majelis Hakim PTUN Tanjung Pinang.

Pak menteri agama yang satu ini memang sepertinya tidak bisa bekerja kalau tidak membuat gaduh seantero Republik Indonesia. Kalau “gaduhnya” itu untuk kebaikan dan keadilan demi perdamaian bersama, pantas diapresiasi. Tapi kegaduhan justru lahir dari ketidakkonsistenan Beliau sendiri.

Saat terpilih sebagai Menteri Agama RI dan ketika ia hendak dilantik, dengan gagah berani Beliau mengatakan bahwa; “saya menjadi menteri agama bukan hanya untuk agama Islam tetapi untuk semua agama”. 

Angin segar akan keadilan dan kedamaian seakan segera datang bagi pemeluk agama yang selama ini menjadi korban intoleransi dan diskriminasi. Banyak apresiasi dan pujian disematkan kepadanya. 

Namun tidak lama berselang, kontroversi justru muncul dari Beliau dengan merekomendasikan perpanjangan izin FPI tanpa ada kajian yang lebih dalam dan benar.

Pernyataan kontroversi menuai protes karena bagaimanapun menjadi batu sandungan bagi bangsa Indonesia terutama pemerintah yang telah lebih dahulu membubarkan HTI saudara kandung FPI. Belum usai dengan kegaduhan yang satu, Beliau kembali melahirkan kegaduhan yang lebih mengerikan yaitu memulangkan dan membina 600 warga negara Indonesia, mantan anggota ISIS.

Yang memprihatinkan adalah pernyataan kontroversi ini dikeluarkan disaat bangsa ini masih disandera oleh perilaku intoleran dan diskriminatif kelompok-kelompok tertentu. Pernyataan gaduh yang dikeluarkan ketika gereja Santo Yoseph Karimun yang sudah memiliki IMB namun dihalang-halangi dan digugat ke PTUN oleh kelompok intoleran dan diskriminatif di wilayah Karimun, sungguh melukai dan menyakiti rahim pertiwi secara khusus umat Katolik.

Supaya pak Fachrul sadar dan paham, bahwa kami adalah warga negara Indonesia yang taat dan selalu menjaga perdamaian dan persatuan bangsa namun selalu mengalami diskriminasi dan penolakan dari ormas kelompok tertentu tidak bapak lindungi dan memberikan rasa aman. Gereja kami yang sudah memiliki IMB ditolak dan digugat.

Imam (pastor) kami harus berjuang sendiri di meja pengadilan tanpa membawa jemaat untuk berdemo namun bapak tidak sedikitpun menggubrisnya dan sekarang mereka yang terang-terangan membakar pasport Indonesia dan terlibat dalam kejahatan kemanusiaan di negara orang ingin bapak selamatkan. 

Bapak ingin menjadi pahlawan kesiangan namun salah alamat. Bapak hanya menjadi pecundang dan pembuat kegaduhan di rahim pertiwi.

Umat beragama lain yang dengan segala cara menjaga kesatuan NKRI serta Pancasila dan selalu membangun dialog dan perdamaian bangsa ketika mengalami tindakan intoleran dan diskriminatif dari kaum perusuh bangsa, hanya bapak himbau dan ajak untuk menyelesaikannya dengan baik dan damai, namun untuk mereka yang mengkhianati Republik Indonesia bapak justru membawa pulang dan membina mereka. Apa maksudnya? Jangan-jangan ada udang di balik 2024? Hanya nurani bapak yang bisa menjawabnya.

Maka daripada bapak sibuk mengurus mereka yang sudah terang-terangan mengkhianati RI, adalah lebih baik bapak membina kaum perusuh atau kaum intoleran bangsa yang hobinya suka membuat gaduh ketika umat beragama lain mendirikan rumah ibadah dan dengan gagah berani berdiri di barisan terdepan memberikan kedamaian, keadilan dan keamanan bagi umat beragama lain yang mengalami diskriminasi.

Yang terbaik buat bapak adalah pergi ke Karimun dan membantu umat Katolik yang adalah warga negara Indonesia yang hingga kemarin masih ditolak pembangunan gereja mereka untuk menunjukan bahwa bapak adalah menteri agama Republik Indonesia dan bukan menteri agama para perusuh dan pengkhianat RI.

Daripada bangsa merugikan ratusan juta atau milyaran rupiah untuk para pengkhianat bangsa, Pak Fachrul Razi lebih baik membina terlebih dahulu kaum intoleran, para perusuh bangsa yang masih berkeliaran di rahim RI. Salam santun pak.

Manila, 7 Februari 2020
Pater Tuan Kopong MSF
×
Berita Terbaru Update