-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tragedi Pria Tewas di Tanah Abang karena Diperas dan Diperkosa Sesama Jenis

Sabtu, 01 Februari 2020 | 05:49 WIB Last Updated 2020-01-31T22:49:20Z
Tragedi Pria Tewas di Tanah Abang karena Diperas dan Diperkosa Sesama Jenis
Foto: Yogi Ernes

Seorang pria  berinisial SK (46) ditemukan tewas akibat serangan jantung di sebuah hotel di kawasan Tanah Abang, Jakpus, pada Kamis (20/1). 

Seusai diselidiki pihak polisi, ada kejanggalan terkait kematian korban. "Ternyata korban ini salah satu korban dari ancaman dan pemerasan," kata Kapolres Jakpus Kombes Heru kepada wartawan di Polres Jakpus, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Dilansir detik.com, Heru mengatakan tersangka RY sebelumnya berkencan dengan korban di hotel itu. Namun ternyata pelaku memiliki tiga pria lain untuk memeras korban.

Heru menyebutkan korban dan RY juga sempat melakukan hubungan seks sesama jenis. Selain RY, polisi juga menangkap 3 pelaku lainnya, yakni AS alias Y (28), J (27), dan H (38).

"Pada saat mereka selesai melakukan hubungan badan, RY memberikan kode kepada teman-temannya untuk gerebek bersama dalam satu kamar," tuturnya.

"Di situ korban diperas oleh komplotan ini, dimintai sejumlah uang, kemudian korban terjatuh. Sehingga korban mengalami kaget dan merasa gelisah, sehingga korban mengalami serangan jantung. Nah, serangan jantung inilah yang menyebabkan korban meninggal," paparnya.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia, para pelaku melarikan diri. Sebelumnya, mereka mengambil ponsel dan uang korban.

Kasus ini terungkap berkat rekaman CCTV di lokasi kejadian. Berdasarkan rekaman CCTV itu, polisi menemukan kejanggalan.

"Tapi, ketika melihat CCTV hotel bukan hanya dia (korban) saja yang masuk, tapi ada empat orang lagi yang sekarang berada di belakang kita," kata Heru sambil menunjuk para tersangka.

Hasil penyelidikan polisi, korban mengalami serangan jantung. Serangan jantung terjadi karena korban diperas oleh para pelaku.


Korban kaget hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Korban kemudian meninggal di lokasi kejadian.

"Maka kita masukan ke pasal 365 KUHP karena pemerasan ini mengakibatkan meninggalnya korban," tuturnya.

Heru mengungkap, korban dan tersangka RY sebelumnya saling mengenal lewat aplikasi Grindr. Menurut Heru, hal ini dijadikan pelaku sebagai modus untuk melakukan pemerasan.

"Melalui perjanjian di aplikasi kita ketemuan di mana. Terus ke hotel. (Sasarannya) sesama gay," terang Heru.

Teman-teman tersangka memeras dan mengancam korban akan mengekspose hubungan intim pelaku dan korban. Usut punya usut, hal ini bukan hanya sekali dilakukan pelaku dan komplotannya.

"Dia setelah melakukan hubungan seks antar sesama jenis ini. Dia malah minta uang ini uang itu, dia melakukan nggak hanya sekali tapi udah enam kali," tuturnya.

Sementara tersangka RY mengaku memanfaatkan aplikasi itu untuk mengincar korban. Tersangka RY menjual diri dengan tarif Rp 2,5 juta.

"Saya buka open 'BO' booking out) terus dia tertarik, ya udah," ujar RY.

Saat ini RY dan teman-temannya ditahan di Polres Jakpus. Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian korban.
×
Berita Terbaru Update