-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tuhan, Puisiku Mengemis, Bunda

Jumat, 21 Februari 2020 | 04:32 WIB Last Updated 2020-02-20T21:32:31Z
Tuhan, Puisiku Mengemis, Bunda
Foto Istimewah (blog yunikaluciannamanihuruk)

TUHAN, Puisiku Mengemis

Tuhan
dalam buram lilin di kelam sunyi
tengadah aku merajut puisi
aku remuk di padang gurun
tanpa pendar cahaya
karena lama tercekik malam

Parau suara mengetukMu
memar lutut merayu
hingga nafas menderu, keruh..
gemuruh ini mencabik dada,
karena penuh tertindis salah

Tuhan
puisiku mengemis
tuk hapus takut yang kian perih
karena tak bisa 
sendiriku menghalau letih

Biarkan aku datang melenguh
karena ku tahu
Engkau ada di sana,
bersemayam dalam diam 
yang hening

Malang, 2019

BUNDA

Malam ini 
sinar matamu deras 
membersit rinyai pusar batinku
elokmu menjitak imanku sekeping
hingga kelu lidah, 
sekedar mengeja namamu

Aku kematian puisi
tak dapat syairku membahasakan paras elokmu
pun khayalku, setitikpun tak mampu membayangi manis senyummu

Tatkala sebait sakit
kuhantar ke pangkuanmu,
sinar perawanmu membias
menggetarkan saraf
hingga berguguran, 
melesat ke celah-celah jiwa, 
yang diretak kemarau ganas
entah rahmat, entah amarah
aku tak mampu meramal

Hanya sekelebat nikmat 
terasa melumat di bawah sadar
hingga kata AMIN terlepas dari bibir
darahku berdesir memukul dada,
seketika damai membelai
ada hujan rahmat perlahan membasuh retak kemarauku

Bunda.. 
di helai-helai jelitamu
di sela-sela risauku
kau titip senyummu
yang tak terbaca, selain tertatap
pada rinduku sakit!

Malang, februari 2020

Oleh: Frater Ano Rebon, SMM
Penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana Malang, Jawa Timur.
×
Berita Terbaru Update