-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Umat Paroki St. Gregorius Agung Bertanya, Pemeran Utama Film Keluarga Cemara Menjawab

Senin, 10 Februari 2020 | 22:15 WIB Last Updated 2020-02-10T15:40:17Z
Umat Paroki St. Gregorius Agung Bertanya, Pemeran Utama Film Keluarga Cemara Menjawab
Seminar Duc In Altum dengan tema Menikah itu musibah atau berkat?

Seusai sharing pengalaman terkait tema Menikah itu Musibah atau Berkat, pemeran utama film keluarga Cemara, Agustinus Adi Kurdi menjawab beberapa pertanyaan menarik seputar keluarga. 

Bapak Agustinus mengungkapkan komunikasi orang tua dengan anak yang tidak nyambung menimbulkan persoalan tersendiri yang membuat hubungan antar bapak-ibu dengan anak-anak tidak harmonis.   

"Komunikasi yang tidak nyambung antara orang tua dengan anak disebabkan tidak adanya perhatian dari anak maupun orang tua; orang tua kepada anaknya atau anak kepada orang tuanya, orang tua kepada dirinya sendiri dan anak juga kepada dirinya", ujar Bapak Agustinus, Minggu, (9/2/2020).

Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Bogor itu mengatakan jika perhatian dianggap penting dalam hidup keluarga, sebetulnya komunikasi itu tidak akan pernah putus. Dia memberikan solusi yang sangat ampuh terkait masalah tersebut yakni menjadikan nilai-nilai kasih, senyuman sebagai landasan menyelesaikan masalah dalam keluarga. 

Selain komunikasi tidak nyambung, persoalan kedua yang dihadapi keluarga berkaitan dengan masalah ekonomi yakni penghasilan istri lebih besar dari suami.

Perbedaan penghasilan, ternyata menimbulkan persoalan antara suami dengan istri. Karena masalah ini, salah satu dari pasangan tersebut menunjukkan sikap arogansi yang mengakibatkan relasi dan komunikasi suami-istri tidak terjalin dengan baik.

Bapak Agustinus bertanya terkait persoalan gaji tersebut. Apakah ketika kamu memutuskan untuk menikah ada perhitungan semacam itu? Kenapa setelah menjadi suami istri tiba-tiba perbedaan gaji menjadi persoalan utama. 

"Jika perkawinan berlandaskan pada cinta, yang harus dikonsentrasikan dalam kehidupan rumah tangga bukanlah uang melainkan cinta. Apabila suatu ketika salah satu diantara mereka misalnya penghasilan istri lebih gede harus disyukuri dan suami pun ikut mensyukuri, bukannya cemburu, karena itu adalah rahmat", kata Bapak Agustinus dengan jelas dan tegas. 

Dia menyampaikan janji yang diucapkan dalam pernikahan harus dijadikan landasan dalam hidup, baik untung maupun malang. 

Hemat pendiri sekolah kepribadian (studio 3) itu, ketidaksetiaan dalam cinta suami-istri bisa berdampak besar dalam mengarungi bahtera keluarga. Masalah seksualitas, perselingkuhan dan hilangnya kepercayaan mengakibatkan hubungan keluarga jadi berantakan.  

"Persoalan suami-istri sifatnya sangat pribadi. Kenapa terjadi perselingkuhan? Setiap hari saya berkomunikasi dengan istri. Saya tahu istri saya ada tumbuh jerawat atau tidak. Kalau dalam hubungan keluarga, ada perhatian, apa perlu perselingkuhan? Saya tidak boleh bercumbu dan memuja perempuan lain di dunia kerja meskipun dia cantik. Saya lebih baik pulang ke rumah dan memuja istri saya", ujarnya. 

Lebih lanjut, dia mengatakan bahasa cinta menjadi komunikasi yang membawa sukacita bersama, menenangkan suami atau istri yang cemburu dan atau mendekatkan diri kepada Allah. 

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update