-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTT II, Yohanis Fransiskus Lema; Ayo Makan Ikan

Jumat, 13 Maret 2020 | 08:26 WIB Last Updated 2020-03-13T01:26:53Z
Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTT II, Yohanis Fransiskus Lema; Ayo Makan Ikan
Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si (Foto istimewah)

Senin (9/3/2020) pukul 10.00-13.00 WITA, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar kegiatan GEMAR MAKAN IKAN (GEMARIKAN) di Sekolah St. Angela, Atambua. Kegiatan GEMARIKAN dihadiri Direktur Usahan dan Investasi KKP Catur Sarwanto serta Bupati Belu dan jajaran SKPD Kabupaten Belu. Peserta berjumlah 500 orang yang terdiri dari siswa/i dan para guru SD dan SMP.

GEMARIKAN merupakan gerakan yang dicanangkan Presiden Megawati Soekarno Putri pada tanggal 4 April 2004 dan berlanjut hingga kini. Gerakan ini melibatkan berbagai komponen, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha/swasta, sekolah/perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan profesional.

Pada kesempatan itu, saya menyampaikan beberapa poin penting kepada adik-adik siswa/i SD dan SMP St. Angela terkait pentingnya mengkonsumsi ikan untuk kesehatan dan kecerdasan anak-anak calon pemimpin masa depan. Mengapa harus makan ikan?

Pertama, IKAN SUMBER PROTEIN HEWANI. Data Susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional) BPS, protein ikan memberikan kontribusi terbesar dalam kelompok sumber protein hewani sekitar 57,2% dibanding daging, telur dan susu. Tubuh yang sehat butuh protein.

Kedua, IKAN MENINGKATKAN KECERDASAN KOGNITIF ANAK-ANAK. Gizi ikan kaya akan Omega 3 yang bagus untuk meningkatkan IQ, antioksidan, mengurangi resiko kanker, resiko penyakit jantung, resiko stroke, resiko radang sendi, resiko penyakit Alzheimer. Makan ikan dapat membuat kita cerdas (pintar).

Ketiga, IKAN MEMPERKUAT SISTEM IMUN. Kandungan Omega 3 dalam ikan memperkuat sistem imunitas/kekebalan tubuh. Ini penting agar tubuh (adik-adik) terhindar dari penyakit.

Terdapat kompleksitas persoalan yang menghambat peningkatan kualitas hidup orang NTT. Dan soal utama adalah kuantitas dan kualitas infrastruktur pendukung yang masih sangat rendah. Terutama sejumlah fasilitas pendukung distribusi hasil-hasil laut ke daerah-daerah pedalaman, ke kampung-kampung di daerah pegunungaan dan berbagai daerah yang masih susah dijangkau kendaraan. Jadi, persoaan konsumsi ikan di NTT bukan persoalan hasil laut yang kurang, tetapi persoalan mendistribusikan hasil-hasil laut ke pasar-pasar daerah pedalaman, juga fasilitas pendukung dalam hal perikanan tangkap dan perikanan budi daya.

Selain itu, tata niaga perikanan dan hasil laut lainnya perlu segera dibangun di NTT, sehingga nelayan tidak beralih profesi menjadi pegiat wisata, seperti yang terjadi di Labuan Bajo, Flores, NTT. Kelompok nelayan harus sungguh-sungguh diperhatikan dan diberi bantuan yang tepat sesuai kebutuhan mereka.

Saya sangat terkesan dengan penyambutan dan penerimaan Civitas Akademica St. Angela saat kedatangan rombongan kami. Saat memasuki halaman sekolah, kami disambut dengan sapaan selamat datang oleh dua siswa/i SD menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Tetun, bahasa daerah masyarakat Timor setempat. Tak hanya itu, para siswa juga menghibur kami dengan bernyanyi, berpuisi, berpantomim dan menari. Tampilan mereka patut diacungi jempol. Mereka berani, enerjik, penuh semangat. Para Suster dan bapak ibu guru terbukti MENDIDIK anak-anak ini dengan benar. Tak saja aspek kongnisi yang dikembangkan, aspek afeksi dan psikomotorik juga mendapat porsi seimbang dalam pendidikan di St Angela.

ADIK-ADIKKU, AYO MAKAN IKAN. Ceritakan pada sahabat, keluarga, ataupun siapa saja tentang manfaat makan ikan bagi kesehatan. Sambil makan ikan, jangan lupa baca, baca, dan baca, serta berdoa, berdoa, dan berdoa. Karena masa depan NTT dan Indonesia ditentukan oleh tubuhmu yang sehat, otakmu yang cerdas, tanganmu yang terampil, dan hatimu yang bernurani.***

Oleh: Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si
Penulis adalah Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTT II

Kontak: redaksisocietasnews@gmail.com
×
Berita Terbaru Update