-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Luwu Utara, Hj. Indah Putri Indriani Teladan Kebhinekaan dalam Keikaan

Minggu, 08 Maret 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-03-08T02:11:36Z

Bupati Luwu Utara, Hj. Indah Putri Indriani Teladan Kebhinekaan dalam Keikaan
Bupati Luwu Utara, Hj. Indah Putri Indriani Teladan Kebhinekaan dalam Keikaan (Gambar; indonesiakininews.com)

Di tengah persoalan fanatisme dan fundamentalisme Agama di Indonesia, bupati Luwu Utara (Lutra) Hj. Indah Putri Indriani melakukan hal terpuji untuk merawat nilai-nilai luhur Pancasila yakni memimpin peletakan batu pertama Gereja Protestan Toraja Jemaat Ebenhaezer Kota Masamba Di Kelurahan Bone Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Selasa (3/3/2020).

Tindakan Bupati Luwu Utara tersebut menjawab sekaligus mengkritik kelompok-kelompok tertentu yang melarang pembangungan tempat ibadah. 

Hj. Indah Putri Indriani membuka ketertutupan kesadaran hatinurani umat manusia di Indonesia, bahwa Keberagaman itu merupakan kebenaran yang memancarkan kesatuan, kedamaian, dan keindahan. 

Dia mendukung kerinduan warga jemaat Ebenhaezer Masamba untuk membangun rumah ibadah, tempat perjumpaan dengan yang Ilahi dengan memberi sumbangan 100 zak semen dari uang pribadinya. 

Bahkan dia menyarankan agar jemaat Ebenhaezer yang diwakilli oleh ketua Pembangunan Gedung Gereja AKP Harold Kaloari, untuk mengajukan Proposal ke Pemda Lutra sehingga dapat menambah biaya pembangunan gedung Gereja.

Bupati Luwu Utara tidak sekedar mewujudkan cinta kebhinekaan dengan retorika yang manis didengar, tetapi cinta itu ditunjukan dengan action, tindakan nyata. 

Cinta kebhinekaan itu bersifat universal, berlaku untuk semua orang. Dan cinta yang sama yang diteladankan Hj. Indah Putri Indriani tidak hanya kepada jemaat Ebenhaezer Masamba tetapi juga manusia Indonesia pada umumnya. 

Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Bupati Luwu Utara yang memberi ruang kebebasan kepada setiap warganya untuk pembangunan tempat ibadah. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan tidak sekedar teori tetapi hidup itu sendiri.* 

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update