-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Covid-19: Eksekutor Buta Sempula dari Gua Hantu

Selasa, 24 Maret 2020 | 18:30 WIB Last Updated 2020-03-24T12:56:06Z
Covid-19: Eksekutor Buta Sempula dari Gua hantu
Jon Kadis (Foto istimewah)

Sebagaimana berita-berita sebelumnya, bahwa covid-19 mendunia, hampir semua negara terserang. Tiap hari tak ada koran tanpa berita tentangnya. Di tengah badai wabah yang sedang berlangsung, sembari memproteksi diri dari virus tersebut, orang-orang sempat bertanya: darimana mulanya, dari negri mana.  Sebagian bilang dari Amerika, sebagian bilang dari Cina, sebagian lagi bilang bermula dari Timur Tengah. Tapi hampir semua negara membebaskan dirinya dari asal mana virus itu berasal. Ilmuwan bilang bahwa bukan siapa pembuat virus, karena virus tersebut muncul secara alamiah dalam siklus 100 tahunan usia bumi. Mana yang benar, tampaknya orang tidak peduli, karena si virus mematikan tersebut berada di depan pintu, siap melakukan eksekusi mati tanpa pandang bulu, suku, ras dan agama.

Ketika tidak menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut, sebagian orang mengaitkannya dengan kekuatan di luar akal, supranatural. Siapa penyebabnya? Sebagian orang bilangTuhan, sebagian lagi bilang sebaliknya, Hantu. Singkatnya dari negrinya Tuhan atau Negri Hantu. Saya yang menulis ini bukan ahli Tuhan atau ahli Hantu, tapi hanya menarasikan kembali resensi film Ghosts sambil seruput kopi pada saat self karantina covid-19 mengikuti himbauan pemerintah.

1. Negri Hantu 

Secara science, hantu sesungguhnya tidak ada. Apalagi negeri hantu, itu tidak ada! Penelitian terhadapnya dipandang semu. Meski begitu, ada fakta sebagian masyarakat, hantu yang berupa roh itu diyakini menempati lokasi tertentu, benda, berwujud seperti orang tertentu atau apalah yang berhubungan dengan mereka dalam kehidupan. Menurut sebuah penelitian tahun 2009 oleh Pew Research Center, 18% orang Amerika mengatakan mereka telah melihat hantu. Di Indonesia? Kita juga nonton beberapa video atau film yang ada hantunya. Yang jelas, hantu itu bukan manifestasi dari Tuhan.

Pernah dengar sebutan Negeri Hantu?  Di majalah TEMPO.co tanggal 7 Januari 2008, Nugroho Dewanto menulis resensi film dengan judul 'Ai Qin di Negeri Hantu'. Film tersebut berjudul GHOSTS, yang disutradarai oleh Nick Broomfield, pemain utama Ai Qin Lin, Zhe Wei, Daniel Baldwin. Saya sendiri belum nonton film layar lebar itu, tapi dari narasi resensi ini saya sudah puas seperti apa filmnya. 

Film dokumenter itu mengisahkan kehidupan perantau asal Cina di Inggris, negeri yang oleh agen pekerja di Cina mengabarkan bahwa pekerja di sana berpenghasilan besar. Hal itu mendorong seorang janda muda yang punya satu putera, yang ditinggal suami karena cantol ke wanita lain. Ai Qin hidup sengsara, penghasilannya hanya 30 poundsterling (Rp. 550 ribu), jumlah yang tidal cukup untuk keluarga miskin. Ia pun bersama teman-temannya pergi merantau ke Inggris. Perjalanan itu berlangsung enam bulan. Biaya mahal untuk perjalanan itu ia pinjam dari rentenir di Cina. 

Saat penyeberangan ferry dari Perancis menuju Inggris, mereka diselundupkan dengan bersembunyi di dalam peti kayu. Selanjutnya Nugroho Dewanto menulis, "Sebagai pendatang dengan nama dan identitas palsu, mereka harus mengalami pekerjaan kasar bergaji rendah. Mereka menjadi bagian dari tiga juta pekerja migran yang menjadi tulang punggung industri pengolahan makanan, konstruksi, jasa kesehatan di Negeri Hantu - sebutan orang Cina untuk orang kulit putih, seperti orang Indonesia memanggil mereka 'bule'". Suatu ketika kapal pencari kerang mahal mereka ditenggelamkan gelombang besar, seluruh awak mati, kecuali Ai Qin, ia lolos dari hantu kematian itu, dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Cina. 

Perkiraan saya, bahwa bahaya kematian dan kematian itu sendiri adalah hantu bagi Ai Qin. Bahaya kematian itu bukan bernama Pandemic 1918 atau covid-19, karena  sifat keduanya sama, eksekutor kematian.

2. Negeri Tuhan

Ini tidak sama dengan surga atau kerajaan Tuhan di dunia, tetapi negeri yang mengakui adanya Tuhan dalam kehidupannya. Bagaimana dengan negara berpaham atheist? Tidak dapat disangkal bahwa negara atheist pun sebenarnya mengakui adanya Tuhan, tetapi ia tidak sembah seperti mereka yang bergabung dalam agama. Dan negara ini pun membiarkan adanya gedung ibadat dan warganya untuk melakukan penyembahan kepada Tuhan.

Di Indonesia? Tidak ada Negeri Hantu di sini. Yang pernah ada adalah Gua Hantu, seperti judul film silat yang berjudul "Pendekar Buta dari Gua Hantu". Anda pernah nonton filmnya? Saya sudah pernah nonton di layar lebar di bioskop. Betul-betul menyeramkan. Dalam pertarungan, ia lebih banyak menang daripada kalahnya.

Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila, di mana sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi, ini negeri Tuhan lho! Di Negeri Tuhan, termasuk Indonesia, takut akan Tuhan itu akan berdampak pada kehidupan yang lebih baik, lebih maju, lebih bermartabat. Tetapi pengamat politik Salim Said pernah berkata, " Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju selama Tuhan tak lagi ditakuti oleh para pejabat di negeri ini". Saya kira tidak hanya pejabat, tapi jika rakyatnya mulai tidak takut akan Tuhan, maka negara ini tidak bakalan maju. Jika demikian, maka Hantu akan berkuasa. 

3. Eksekutor Buta dari Gua Buta Sempula

Sempula, bahasa Manggarai, NTT, artinya lebih dahsyat dari buta, karena ia punya keberanian menyeruduk yang luar biasa dalam kegelapan 'buta'. Tuan Martinuz dalam Kompasiana.com menulis arti dari sempula sebagai sebuah umpatan kasar, digunakan sebagai satu kesatuan frasa “buta sempula” yang kira-kira berarti buta sebuta-butanya, tak melihat apa-apa selain gelap yang pekat.
Jika arti sempula itu dihubungkan dengan virus mematikan ini, covid-19, apakah ia berasal dari negri hantu atau gua hantu buta sempula? Jika anda setuju, maka covid-19 ini kita sebut saja virus corona buta sempula. Dengan demikian kita sudah mendapat jawabannya, barang itu apa dan darimana. Tapi kita yang tidak buta bisa mengalahkannya, mematikannya, kenapa? Karena kita tidak buta. Jika dulu ada film GHOST di Negeri Hantu, ada Pendekar Buta dari Gua Hantu, maka kini ada Virus Sempula dari gua Buta Sempula. 

Sekali lagi, ini tulisan ngalor ngidul sambil ngopi pada saat self karantina.

Oleh: Jon Kadis, Labuan Bajo 24 Maret 2020
×
Berita Terbaru Update