-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Di Batas Kota Ini, Pulanglah, Curhat Anak Desa

Senin, 02 Maret 2020 | 13:11 WIB Last Updated 2020-03-02T06:11:06Z
Di Batas Kota Ini, Pulanglah, Curhat Anak Desa
Penyair, Silverius Pantola (foto istimewah)

Kisah Semalam

Gelap menjelma malam
Tiba pada puncak kemegahannya
Lelah membuat lenyap
Hingga terperangkap pada pangkuan ranjang

Lalu mengisahkannya kembali 
Semua yang telah terjadi
Pada mimpi yang membentangkan layarnya
Di atas kesunyian malam

Melepasmu tanpa tanggung
Seakan seorang pelacur
Melepas kancing bajunya
Memancarkan keindahan hidup
Yang tersembunyi 
Hingga kau merangkainya dalam rayuan
Dan menenunnya kembali dalam kalbu.

(Kediri, 20 Februaru 2020)

Tak Mampu Menatap

Pada titik itu aku tak mampu menatap
Merenungnya pun aku tak sanggup
Hanya diam, dapat kulakukan
Hingga tertutup hasrat kelabu

Pada titik itu aku tak mampu menatap
Ku biarkan ia merajut lalu terhanyut tanpa asuhan
Masih tetap ku diamkan
Sampai tak ada sisa waktu untuk ku

Detak jantungku makin cepat
Tak ada yang sanggup menahannya
Masih tetap membisu
Hingga angin sepoi menjelma kasih
Dengan sentuhan lembut
Hinggap pada pori-pori
Bersama temaram senja yang hangat
Membelaiku dalam pelukannya

(Kediri, 22 Februari 2020)

Di Batas Kota Ini

Di batas kota ini
Aku duduk menyaksikan 
Semut-semut berbaris di atas
Jejak-jejak telapak kakek yang tertinggal

Di batas kota ini
Tempat persinggahan orang-orang desa
Memikul kesan perih di pundak
Titipan sang ayah
Menorehkan sedikit cerita
Pada gadis-gadis yang sedang berlari kecil
Melintasi trotoar dikala senja

Di batas kota ini
Dengan hati nelangsa
Di bawah pohon rindang
Aku mendengarkan keluh kesah
Tentang jalan yang hendak ditempuh 

(Kediri, 22 Februari 2020)

Pulanglah

Rintik hujan berdenting di atas atap
Aku berdiam di soto rumah
Menantimu dengan suka-cita

Pulanglah!!!
Rindu untukmu tak pernah padam

Pulanglah!!!
Ada yang ingin kusampaikan 
Tentang kepergianmu yang tak kunjung pulang

Ku harap, seutas kertas yang telah kau coret
Dengan darah dan keringat
Adalah tentang pulang

(Kediri, 29 Februari 2020)

Curhat Anak Desa

Aku adalah anak desa
Suara kicau burung lebih akrab di telingaku
Dari pada bunyi klakson kendaraan
Yang lebih nyaring dan mengagetkan

Aku adalah anak desa
Bau asap kenalpot asing bagi hidungku
Harum bunga melatih telah bersahabat

Aku adalah anak desa
Macet dan ramai tak pernah ku temui
Bahkan membayangkan saja aku tak mampu
Aku hanya setia menatap 
Anak burung bermain di atas awan 

Aku adalah anak desa
Kisah romantisku bukan tentang coklat
Bukan pula tentang duduk melingkar
Dengan tempayan berisi anggur 
Bersandiwara dengan cangkir di atas meja kaca

(Kediri, 29 Februari 2020)

Puisi-puisi Silverius Pantola, Kelahiran Oelnunuh-01-05-1996. Asal Desa Oelnunuh, Kec Polen, Kab TTS, Pro NTT. Kuliah di kampus STIKES Surya Mitra Husada Kediri, fakultas Ilmu Keperawatan.
×
Berita Terbaru Update