-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Hukum Kasih Tidak Ada Kata Selesai

Jumat, 20 Maret 2020 | 22:53 WIB Last Updated 2020-04-01T06:40:35Z
Hukum Kasih Tidak Ada Kata Selesai
Rm. Kardiaman Simbolon, Ocarm

Kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Sekaligus punya nilai yang sama. Keduanya merupakan hukum tertinggi dalam seluruh hidup orang beriman.

Yesus bersabda: “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatanmu”. Jiķa kita perhatikan, ada 4 kali kata "segenap". Mengapa diulang-ulang? Tentu karena mengasahi itu menuntut sebuah totalitas. Mengasihi Tuhan tidak bisa hanya setengah-setengah atau sebagia dari diri kita saja. Tidak cukup hanya dalam akal budi saja, tidak cukup dalam hati saja, tapi juga dalam seluruh kekuatan.

Mengapa kita harus mengeluarkan seluruh kekuatan untuk mengasihi? Karena tugas mengasihi ini bukan sesuatu yang mudah, bukan sesuatu yang selesai dalam sekejab; melainkan sebuah perjuangan sepanjang hidup. Maka tidak ada kata selesai untuk urusan "mengasihi", tidak ada yang bisa berkata sudah cukup dalam hal mengasihi. Sebaliknya kita harus terus menyempurnakannya bahkan mengerahkan segalahnya untuk melakukannya.

Kasih kepada Allah itu bukan sebuah hayalan atau ungkapan kosong belaka. Meskipun Allah itu tidak kelihatan, tetapi kasih kepadanya haruslah kelihatan. Maka kasih kepada Allah harus diwujudkan dalam hukum yang sejajar; yakni kasih kepada sesama. Oleh karena itu Rasul Yohanes memberi penegasan demikian: Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," tapi ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. “

Selamat merenung!
Saat untuk belajar mengasihi!

Oleh: Rm. Kardiaman Simbolon, Ocarm

Editor: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update